Peran FoSSEI dalam Eksistensi Da’wah Ekonomi Islam Menyonsong Munas FoSSEI
2008
Oleh : Hendro Wibowo
Alhamdulillahi Rabbil’alamin washolatu wassalamu’alalasrafil anbiya
iwarmursalin wa’alaalihi washohbihi ajma’in.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, salawat dan salam terhadap
pemimpin para Rasul dan Nabi dan umat seluruhnya; nabi Muhammad saw, beserta
keluarga, dan sahabat semua.. selanjutnya.
Ikhwah fillah, perjuangan FoSSEI sudah memasuki masa embrio dalam pertumbuhan
beranjak dari masa balita menuju masa kanak-kanak. Sudah saatnya pergerakan ini
memasuki era perubahan dan inovasi. Karena FoSSEI merupakan barisan pemuda yang
didalamnya terdapat jiwa ruhiyah dan jasadiyah yang kuat akan ketakwaan dan
kekuatan yang tiada henti dalam memperjuangkan da’wah ini. beberapa kunci yang
harus diperhatikan dan diperkuat oleh FoSSEI adalah ; Pertama, mengkokohkan
bangunan yang dibangun oleh pemuda yang takwa dan beriman.
Dan Allah SWT juga memberkahi kelompok yang menggunakan kekuatan dan jiwa
kepemudaanya untuk membela kebenaran dan memperkokoh bangunannya, menghadang
kebatilan dan menghancurkan bentuk-bentuknya; maka Allah menyebutkan kelompok
dari mereka sebagai
فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى. وَرَبَطْنَا عَلَى
قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ لَنْ
نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka,
dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka
diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan
seluruh langit dan bumi; Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia,
Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan Perkataan yang Amat jauh
dari kebenaran”. (Al-Kahfi:13-14)
Ayat diatas menjelaskan bahwasanya pemuda dengan segala kekuatan yang ada
seperti kekuatan jasadiyah dan kekuatan ruhiyah (jiwa) dapat membangun bangunan
yang kokoh. Pemuda adalah sosok yang menjadi pembela dakwah-dakwah kebenaran
pada berbagai dekade dan marhalahnya, sebagaimana yang didapati oleh nabi Musa
dan pengikut nabi Isa serta para sahabat nabi Muhammad saw. Begitu besar
peranan pemuda sehingga dapat membentuk suatu bangunan yang kokoh, hal ini
ditegaskan sebagaimana Allah swt berfirman Q.S Shaff : 4 :
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan
yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”
Kedua, kader FoSSEI mampu berperan sebagai Insan fii taghyir (Agent of
change), karena FoSSEI merupakan wadah organisasi yang didalamnya terdiri dari
pemuda dan pemudi (mujahid dan mujahidah da’wah) yang senantiasa memperjuangkan
da’wah profesi ini yang dapat menciptkan suatu keajaiban.
Pernah Umar bin Khatab mengatakan bahwa : “Setiap saya mengalami masalah yang
rumit, saya panggil anak muda”.
Dan Tahun ‘70-an Presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an
di sebelah Masjid Baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta
yughoyyiru maa bi anfusihim” –beliau bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak
mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”.
Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan
resmi pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat
Korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar
biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi
bingung mau mulai dari mana.
Dari cerita singkat inilah, kita bisa terinspirasi dan sebagai agen perubah
keadaan terutama keadaan perekonomian bisa menjadi keadaan yang lebih baik
dengan diciptakan oleh Pemuda dan pemudi yang senantiasa beriman dan bertakwa.
Ketiga, menciptakan suasana dalam kepengurusan suatu hal optimis dan energik,
seperti mayoritas sahabat pada zaman Rasulullah SAW. Mereka merupakan pemuda
yang energik dan optimis terhadap suatu keadaan, seperti Ali bin Abi Thalib,
Mus’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Ammar bin Yasir, Sa’ad bin Abi Waqqash dan
yang lainnya), sebagaimana pula para pemimpin pembawa kemenangan dan pasukannya
yang gagah saat terjadi perang yang sengit di Hathin dan Ain Jalut, dan yang
lainnya berasal dari para pemuda yang kuat, gagah, memiliki kesungguhan dan
semangat, bertaqwa dan mujahadah yang sejati. Dan era modern sekarang ini kita
masih merakan peran pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam menyonsong
kemenangan bahkan hingga sekarang peregerakan itu masih terasa di hati kita,
pergerakan itu adalah Ikhwanul Muslimin dan pendirinya seorang pemuda yang
tampan Asy-syahid Imam Hasan Al-Banna membawa harakah yang penuh berkah, yang
saat itu beliau berumur 22 tahun, dan menemui syahid
pada umur 43 tahun, hanya dalam kurun waktu 21 tahun saja, yaitu umur pemuda
yang sedang matang, beliau menyebarkan dakwah kebenaran dan dengannya menyinari
alam semesta, menggerakkan umat yang sedang lelap dengan manhaj Al-Quran yang
suci dan Sunnah Nabi yang mulia, dan mendirikan gerakan Islam internasional
yang menjadi cita-cita umat Islam di seluruh penjuru dunia saat ini.
Keempat, menciptakan inovasi dan kreatifitas seluruh anggota FoSSEI terutama
para Qiyadah FoSSEI. Kita harus melakukan kreatifitas dalam keadaan sadar atau
tidur, kita awali hari-hari kita dengan shalat fajar secara berjamaah di
masjid, menyaksikan saat fajar mulai menyingsing, dan merasakan cerahnya waktu
pagi, “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. (At-takwir:18)
kemudian melewati waktu siang dengan kerja yang bermanfaat; sesuai dengan
konsep dan manhaj, menghindari diri dan kesehatan dari tempat-tempat yang
melalaikan, sia-sia dan kemungkaran, kemudian tidur dengan cepat agar bisa
bangun pada waktu sahur untuk menggantungkan kekuatan kepada Tuhan pemilik bumi
dan langit, dan kita berharap menjadi sahabat nabi saw; yang mereka seakan
seperti
رهبان الليل وفرسان النهار
“Pendeta di malam hari dan penunggang kuda pada siang hari”.
Kelima, memperbanyak tali silaturrahim baik antar sesame anggota FoSSEI,
pengurus FoSSEI, pengurus KSEI bahkan organisasi lainnya seperti MES, PKES, BI,
IAEI, dan lain sebagainya. Selain mendapatkan rezeki dari itu juga apabila kita
bergaul dengan sahabat-sahabat yang salih dan beriman; yang dapat membantu
melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari orang-orang yang rusak dari para
pengangguran yang memiliki akhlak yang menyimpang, yang mengabaikan umur dan
usia mereka ke kedai-kedai kopi, tempat-tempat yang melalaikan dan merusak,
bahkan kita harus mendakwahkan mereka untuk mengikuti manhaj kita yang benar
untuk menyelamatkan usia potensial, akhlak dan kekuatan mereka dari kesia-siaan
dan kehancuran.
Keenam, pengembangan potensi keahlian baik dari segi ilmu maupun keahlian
lainnya dalam mengembangkan da’wah FoSSEI. Dimana Rasulullah SAW bersabda :
إن الله يحب المؤمن المحترف
“Sesungguhnya Allah mencintai orang beriman yang memiliki keahlian”
Semoga taushiyah ini dapat kita renungi bersama dan mengetahui secara bersama
bahwasanya peranan kita sebagai pemuda di dalam da’wah profesi begitu besar dan
sangat dinanti-nanti oleh umat untuk kejayaan Izzatul Islam di muka bumi ini.
Semoga dengan pelaksanaan Munas FoSSEI VIII yang akan diselenggarakan di
Unibraw Malang dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Ana secara individu
mengharap kepada antum semua yang hadir dalam acara Munas FoSSEI untuk benar
mengikuti secara sempurna karena sangat penting bagi kita untuk kejayaan FOSSEI
dimasa yang akan datang dan eksistensi bagi sumbangan da’wah ini.
Billahi taufiq wal hidayah
Allahu Akbar, walillahil hamdu.
Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
By
Hendro Wibowo
---------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>Cepat sebelum diambil orang lain!