Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika

Oleh : Redaksi 01 Jul 2008 - 3:30 pm 
Akhir
Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan
untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA
sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori
sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene
visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian
berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah
di negeri ini.

Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah
Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al–haq, dan
melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar
bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU
Republika. 

RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep
e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai
antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata
juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan
Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan
Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan
adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM)  Gavin O’Reilly 
dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. 
Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?

Pengusaha Yahudi Kaya
Gavin
O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama
Sir Anthony O'Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi
Terkaya Dunia versi Jew Watch . Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan 
O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan 
Jewish Studies .

Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin 
O’Reilly, sebagai ‘watchdog’
di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya
sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony 
O’Reilly  dan Gavin O’Reilly  bisa kita simak di wikipedia.

Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem
kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau
menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara
tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama
ini sebagai ‘media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya
memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara
terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader
Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam
Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”(rz/eramuslim)


http://swaramuslim.net/siyasah/more.php?id=6020_0_6_0_M


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke