TELEGRAPH: Agama Kristen Di INGGRIS Terus Memudar!!
Kamis, 16 Oktober 08
Sebuah laporan yang dipublikasikan surat kabar bertiras besar di Inggris
menyiratkan semakin bertambahnya tekanan terhadap para pemimpin gereja-gereja
besar di negeri itu akibat terkuaknya sejumlah skandal seksual yang dilakukan
para pendeta terhadap anak-anak dan biarawati, minimnya kehadiran jemaah misa
dan sikap menghindar dari agama Nasrani, khususnya di kalangan pemuda serta
inkonsistensi terhadap prinsip-prinsip dasar kristen di mana diizinkannya para
tokoh agama penyimpang prilaku seksual beraktifitas dan dilegalkannya
perkawinan sejenis.
Kondisi itu tampak jelas dalam statement yang dikeluarkan paus VATIKAN saat
berkunjung ke Austria. Kala itu, sang paus mengimbau kepada rakyat eropa,
“Sesungguhnya masa depan Kristen sangat menyedihkan dan berada dalam bahaya,
khususnya bila kalian sudah tidak mau melahirkan anak lagi dan tidak menegakkan
syariat Tuhan.” Ia juga mengingatkan semakin mengikisnya identitas kristen
dalam kondisi saat ini di mana angka kelahiran menurun sementara populasi kaum
imigran Muslim terus bertambah.
Jumlah pengunjung misa mingguan gereja dari berbagai sekte di Inggris akan
terus merosot hingga mencapai angka kurang dari 1900.000 orang. Sementara 4000
gereja menjelang tahun 2020 terancam ditutup bila intensitas penutupan seperti
saat ini terus berlanjut.
Penutupan Gereja
Sebuah kajian yang dipublikasikan surat kabar ‘The Sunday Telegraph’ yang
terbit di Inggris mengatakan, diprediksi jumlah gereja di Inggris akan merosot
drastis menjelang tahun 2030, dari 48.000 gereja menjadi 39.000 gereja. Ini
artinya setara seperlima jumlah gereja di Inggris. Demikian seperti yang
dilansir majalah Islam terbesar di timur tengah “El Mujtamaa” yang terbit di
Kuwait.
Kajian itu juga menyiratkan ditutupnya dua gereja setiap pekannya.
Skandal Seksual
Sementara itu, VATIKAN telah membayar ganti rugi sebesar 2 milyar dolar kepada
keluar korban pelecehan seksual anak-anak di Amerika yang dilakukan para
pendeta di dalam gereja.
Sebuah laporan yang bersumber dari VATIKAN menyingkap, banyak oknum pendeta dan
uskup gereja-gereja Katholik yang menyalahgunakan kekuasaan keagamaannya dan
melakukan kekerasan seksual terhadap para biarawati hingga memperkosa dan
memaksa mereka untuk aborsi atau mengonsumsi pil anti hamil. Laporan itu juga
menyiratkan, terungkapnya sejumlah kasus pelecehan di 23 negara, seperti
Amerika, Brazil, Filipina, India, Irlandia dan Italia, bahkan di dalam VATIKAN
sendiri serta sejumlah besar negara-negara di benua Afrika.
Keputusasaan nampaknya tengah mendera batin para pemimpin gereja di Inggris.
Kardinal Cormac O'Connor, uskup senior gereja Westminster yang juga pemimpin
umat Katholik Inggris sebelumnya telah menyatakan dalam seminar para pendeta di
kota Leeds, “Sesungguhnya kristen di sini telah mendekati penghabisannya dan
hampir dikalahkan. Sejumlah prilaku yang muncul di zaman modern ini, ataupun
sejumlah keyakinan yang bukan berasal dari ajaran klasik kristen saat ini telah
menguasai para pemuda dan menggantikan posisi kristen di hati mereka serta
mempecundangi mereka.” (ismo/AS)
---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.