Sumpah Pemuda 2008
Bercita Satu, Surga
Allah
Bergerak satu, Dalam
Akidah Islam
Berakhlak satu,
Akhlak Alqur’an
28 oktober,
sudah menjadi rutinitas tahunan bangsa ini memperingati sebuah momen sejarah
yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi, pemuda dari berbagai penjuru
bangsa mengikrarkan persatuan dan kesatuan diantara pemuda Indonesia. Sudah 80
tahun dari sejak diikrarkannya sumpah pemuda sejak 1928 berapa orang yang masih
mengingat tanggal 28 oktober adalah peringatan sumpah pemuda, dari yang
mengingat tanggalnya, berapa yang benar benar tahu sejarahnya. Selama tahun
2008 ini kurang lebih ada 3 momen peringatan sejarah; 1 abad kebangkitan
nasional, 10 tahun reformasi, dan 80 tahun sumpah pemuda. Tahukah kita ketiga
sejarah yang telah diukir bangsa ini digerakan oleh pemuda pemuda Indonesia.
Ditahun
1908 awal kebangkitan nasional kita mengenal Budi Utomo, Kihajar Dewantara.
1998, ribuan mahasiswa turun kejalan, menyusun strategi, bergerak menjatuhkan
rezim kezaliman dan membuka lembaran baru bangsa Indonesia.
Jauh sebelum
1908 awal kebangkitan nasional, 13 abad sebelumnya hidup pemuda dari generasi
terbaik manusia. Mereka menyambut dakwah islam, menyiarkannya keberbagai wilayah
membebaskan manusia dari Thogut, mempertahankan kemuliaan islam dengan harta
dan jiwa mereka. Telah dijanjikan kepada mereka SURGA Allah, mereka pemuda yang
kaya raya imannya, menggelora kuat semangatnya menyambut perintah Allah dan
Rosulnya. Mereka pemuda yang tampan di zamannya, tampan bukan karena pakaian
yang menempel ditubuh mereka, juga bukan karena aksesoris ditangan, leher
mereka layaknya pemuda umumnya yang hidup hari ini. Mereka tampan dengan
keindahan akhlak mereka, mereka yakin dengan janji Rosulullah Muhammad bahwa
yang akan menemani Nabi di surganya nanti adalah yang terbaik akhlaknya. Masih
adakah diantara kita yang mengaku kaum intelektual, calon calon pemimpin masa
depan yang tidak mengenal sosok besar
dan tangguh seperti Ali bin Abi tholib, Mush’ab bin umair, usamah bin zaid dan
sahabat nabi dari kalangan pemuda lain yang hidup di zaman Rosulullah Muhammad.
Mereka pemuda
terbaik yang ada dalam sejarah umat manusia bersama risalah islam. Sudah
sepatutnya kita sebagai mahasiswa muslim yang telah diberi kemuliaan berupa
islam sebagai agama kita mengambil Mereka (Ali Bin Abi, tholib, mush’ab bin
umair, dll) sebagai model terbaik idola, panutan, dan tokoh penggerak cita cita
kita. Cita cita mereka bertemu Allah dalam keadaan Syahid, Teman terbaik
keseharian mereka adalah Alqur’an, Guru terbaik mereka adalah Rosulullah
Muhammad.
Seorang pemuda
Islam ketika menyongsong kehidupan masa depan dihadapkan oleh satu kenyataan
bahwa sesungguhnya, ditangannya tergenggam berbagai tugas berat. Artinya, ia
adalah pengemban risalah Islam. Beban ini merupakan amanah yang amat mulia dan
inti dari seluruh tujuan dan cita-cita hidupnya. Oleh karena itu, untuk
menunjang potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian
yang kuat. Secara eksplisit dasar-dasar kepribadian tersebut dapat diterangkan
sebagai berikut:
Pertama, mengetahui, menyadari, dan mencanangkan hakekat tujuan hidup. Ia hanya
bisa bekerja dan beramal terbaik bila telah memahami orientasi kehidupannya
secara baik. Tanpa hal itu segala apa yang akan dilakukannya akan berjalan
tanpa arah tujuan yang jelas.
Walau bagaimanapun, tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi hidupnya
ruh dan jiwa. Segalanya ditujukan hanya untuk Allah. Karena itulah, seorang Ali
bin abi tholib rela mengorbankan nyawanya
mengganti posisi Istirahat Rosulullah saat kaum kuffar menyerbu rumahnyaa, atau
Mush’ab bin Umair yang merelakan kepopulerannya sebagai seorang pemuda tampan
dan terkenal di zamannya hanya untuk menyampaikan risalah islam.Mereka yakin
karena selalu ada Allah bersama perjuangan mereka. Dia-lah Yang Maha Menentukan
awal dan akhir seluruh proses kehidupan.
Kedua, seorang yang ingin lolos ujian di dunia ini hatus tahu dan paham betul
hakikat dunia dan seisinya. Dalam Surat Cintnya Allah kepada seluruh manusia
Allah mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini penuh dengan senda gurau dan
permainan.
Dengan memahami surat cintaNYA allah ini mustinya kita dapat lebih berhati hati
dengan segala kenikmatan yang dihadapan kita, Karena bisa jadi yang nikmat
itulah yang akan menjerumuskan kita.
Ketiga, seorang yang cita cita tertingginya adalah SURGA ALLAH maka bersiaplah
menghadapi tantangan dan kesulitan. Iblis dan kawan kawannya tidak akan
membiarkan manusia dalam lingkaran kebaikan seperti janji iblis saat diusir
dari Surganya Allah. Tantangan itu dapat berbentuk fisik, psikis, kekurangan
harta,
kehilangan sanak saudara yang kesemuanya adalah agar kita menjadi lemah
terhadap cita cita kita, tidak bersungguh sunguh menggapainya.
Keempat, acuan yang paling tepat untuk para pemuda islam adalah teladan para
sahabat dan para tokoh utama sejarah Islam. Mereka adalah pelaku-pelaku sejarah
hidup terbaik sepanjang masa yang kokoh, kuat, tangguh, cerdik, dan berakhlak
mulia. Dari merekalah kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga.
Kelima, memperdalam keyakinan qadha dan qadar yang merupakan bagian dari akidah
Islam. Dengan memperdalam akidah tentang qadha dan qadar, akan membuat dirinya
selalu merasa optimis. Ia pun tidak akan pernah takut menghadapi segala macam
rintangan karena sepanjang perjalanan dakwah ia selalu berpijak pada dasar
taqwa dan tawakal
Referensi : Figur pemuda islam Hasan Albana
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/