Assalaamualaikum
Cuaca di jawa tengah dan DIY memang lagi banyak hujan. Semoga tidak
terjadi banjir yang mengakibatkan teman2 di UNS cincing-cincing katok
kalo berangkat kuliah.
Namun demikian, para mahasiswa kader mujahid ekonomi Islam d jawa
tengah dan DIY juga tidak mau ketinggalan. Mereka juga
cincing-cinncing hatinya karena harus bergegas ikut berjuang
membumikan ekonomi Islam di bumi blangkon.
Semua sebenarnya ingin berteriak " hei orang-orang goblok!!!
tinggalkan riba... ini Islam punya sistem yang adil niiiiiihh!!!...
Tapi sayangnya yang diteriaki malah nunggu ditampar sama Tuhan (
minjem istilahnya mas parijal)setelah puyeng tujuh keliling habis
ditampar barulah mereka merasa bahwa ditampar itu sakit lalu mereka
kemudian mulai memikirkan bagaimana supaya ditampar tapi nggak terasa
sakit. mereka bahkan tidak memikirkan mengapa mereka ditampar.
Astaghfirullah...
Entah berapa persen para kader di Jawa Tengah dan DIY yang aktif di
milis ini... saya yakin mereka peduli namun saya juga yakin kalau
mereka juga pekewuh...
mau bukti?... coba liat temilnas?... siapa yang menang LKTI?
siapa yang papernya ampe di presentasikan di malaysia?
pasti ada dari pihak den baguse dan ndoro ayu dari Jateng DIY
kata orang ati2 sama orang jawa... karena mereka pake blangkon....
blangkon itu mbendolnya di belakang... cuma Ki LUrah Semar yang punya
blangkon mbendolnya di depan...
kepada para mujahid Jawa Tengah DIY...
banyak even di jateng yang rutin di selenggarakan :
- SEHATI di Undip SMG
- SEVEN di Unsoed Purwokerto
- SETIA di UNS SUrakarta
- di Unnes kemarin entah namanya apa ya ( ada yang tau?)
- dll
semoga bisa dipertahankan kelestariannya
saya rasa jawa tengah dan DIY terus bergerak
sosialisasi, sosialisai, dan sosialisasi
stabilkan KSEI, perbanyak kader, bentuk MES2 daerah ( di tingkat
komisariat udah ada semua, tinggal tingkat kabupaten, ana rasa tinggal
pedekate sama HIPMI atao orang-orang kadin(muslim)...
bravo jateng DIY
Demikian laporan awur-awuran dari saya. kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalaam