Refresh lagi, lama sekali gak contact dengan rekan2 FOSSEI. Salam sapa untuk 
Ilham Reza Ferdian dan temen2 KIAMI. Makasih.
 
Regards,
Ifham - eks KARIM Business Consulting
Silahkan kunjungi http://bankbagihasil.wordpress.com


--- On Sat, 11/15/08, Ilham Reza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ilham Reza <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: {FoSSEI Kita} Inggris, Pintu Gerbang Perbankan Syariah di Eropa
To: "FSI" <[EMAIL PROTECTED]>, "KiAMI" <[EMAIL PROTECTED]>, "FoSSEI FoSSEI" 
<[email protected]>, "Departemen Manajemen FEUI" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"FEUI 2002" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, November 15, 2008, 10:29 PM











Sungguh ironis dengan kondisi Indonesia yg sbg "penduduk Muslim terbesar 
sedunia"





Inggris, Pintu Gerbang Perbankan Syariah di Eropa


Sabtu, 15 November 2008 | 19:58 WIB - Kompas

KALAU sempat melawat ke Inggris, mampirlah ke Edgware Road. Lokasi ini 
merupakan bagian dari pusat Kota London. Penduduk di Edgware kebanyakan berasal 
dari Arab dan Pakistan. Di tempat inilah, grup perbankan HSBC membuka kantor 
cabang bersistem syariah yakni HSBC Amanah.
Ketimbang negara-negara Eropa lainnya, Inggris paling dulu merealisasikan 
sistem keuangan syariah. Awalnya adalah kelimpahan dana dari negara-negara 
Timur Tengah saat harga minyak bumi meroket pada sekitar 2000-an. Jadilah, 
Inggris bersiap diri untuk mengolah dana ini.
Dalam catatan, jumlah penduduk London pada 2005 berada di angka 7,4 juta jiwa. 
Total penduduk Inggris sebanyak 60 juta orang. Dari jumlah itu, 1,8 juta jiwa 
beragama Islam. Pemerintah berikut industri perbankan Inggris melihat kenyataan 
ini sebagai pasar yang potensial.
Kekompakan pemerintah dan industri perbankan memang berbuah. Paling tidak, bank 
ritel macam Lloyds TSB sudah menyediakan produk-produk berbasis syariah seperti 
tabungan serta pinjaman untuk pembelian rumah. Lloyds TSB adalah bank kelima 
terbesar di Inggris.
Fakta menarik disampaikan oleh Noor Ur Rahman Abid yang juga Managing Partner 
Assurance & Advisory Services Ernst & Young Middle East pada Februari tahun 
ini. Menurut Noor, di Inggris empat hal bergandengan erat untuk memajukan 
perbankan syariah. Mereka adalah peran pemerintah, pengembangan institusi, 
aturan yang memungkinkan, serta pengembangan dan proses pembelajaran yang 
terus-menerus.
Sementara, masih menurut Noor, hingga 2013, investasi berbasis syariah di dunia 
bakal mencapai 1 triliun dollar AS. Di samping itu, terang Noor, kelimpahan 
minyak membuat di Timur Tengah terdapat dana High Net Worth Individual (HNWI) 
yang melampaui 1,4 triliun dollar AS. Juga, ada investasi Sovereign Wealth Fund 
(SWF) di atas 2 triliun dolar AS.
Selanjutnya, dari total angka itu, 15 persennya dialokasikan untuk transaksi 
menggunakan sistem keuangan Islam (Islamic transactions). Terus, 15 persen dari 
jumlah dana itu bernilai 500 miliar dollar AS.
Jika dihitung, dana sebesar inilah yang dapat dijadikan peluang bagi sistem 
syariah untuk terus-menerus dikelola. Tidak berhenti sampai di situ, boleh 
dibilang, pemerintah Inggris, khususnya, doyan berpromosi untuk menempatkan 
London sebagai pusat keuangan internasional pula. Dari situlah, produk-produk 
berbasis syariah, terlebih bagi warga Muslim Eropa, didorong ke garis depan. 
Tiada tanggung-tanggung, pemerintah Inggris berani menghilangkan pajak ganda 
dalam akad murabahah atau akad jual beli yang mengutamakan kesepakatan antara 
tempat harga dan keuntungan antara penjual dan pembeli. Kebijakan ini membuat 
produk-produk syariah memiliki nilai kompetitif. 
Pemerintah Inggris pun mereformasi peraturan demi mendukung perkembangan sukuk 
(obligasi syariah) yang kini tumbuh pesat. Jauh hari sebelum transaksi terjadi, 
pemerintah Inggris membuat aturan yang bersahabat bagi transaksi keuangan 
syariah. Langkah lainnya, melalui Financial Services Authority (FSA) atau 
lembaga pembuat regulasi dan pengawas sistem perbankan dan keuangan di Inggris  
sebagai regulator,  memberi kemudahan sekaligus melakukan efisiensi bagi sistem 
keuangan Islam.
Sampai sekarang, di Inggris, terdapat tiga bank yang beroperasi penuh sebagai 
bank syariah dan satu perusahaan takaful. Selain itu, semua perusahaan hukum 
bisa menangani perkara dalam praktik keuangan Islam. Dengan segala potensi 
ditinjau dari sisi finansial, sosial, ekonomi serta regulasi, ada sebuah 
peluang besar bagi pertumbuhan yang tinggi.
Pertumbuhan yang pada ujungnya memberi manfaat bagi konsumen, sekaligus 
mendorong Inggris pada umumnya dan London pada khususnya, berposisi sebagai 
pusat keuangan Islam yang andal. (Josephus Primus, dari berbagai sumber)

-- 
"Islamic Bank is not only about Halal and Harm area 
but also Must give Benefit to the Society" 
(Ilham Reza Ferdian)



---
"Islamic Bank is not only about Halal and Harm area 
but also Must give Benefit to the Society" 
(Ilham Reza Ferdian)


Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
 














      

Kirim email ke