bismillahirrahmanirahiimi krisis yang melanda bebabgai belahan dunia sekarang ini mempunyai dampak yang begitu luas. para ahli ekonomi mengeluarkan argumen mereka terkait krisis global ini. tak mau ketinggalan para mahasiswa aktivis ekonom islampun menyuarakan berbagai hal terkait krisis dengan berparadigma berandaskan pada syariah.
namun komentar yang muncul terkesan belum masuk ke dalam tataran teksinis. padahal itulah sebenarnya yang mampu memberikan pengertian secara efektif kepada dunia tentang ekonomi islam sehingga benar-benar memberikan keyakinan bahwa islam mampu menjadi krisis selama ini. kita biasanya cuma berhenati dalam tataran "harus kembali ke ekonomi islam", "ekonomi Islam adalah solusi", kembali ke dinar dan dirham" dan jargon-jargon lainnya yang membajar semangat tanpa dilanjutkan dengan penjelasan teknis lapangannya. bagaimana mungkin dalam riba misalnya, kita cuma bisa berkata "riba itu haram", gunakan sisitim bagi hasil" tanpa memikirkan rumus yang akan kita gunakan dalam menghitung bagi hasil itu. fenomena lainnya kalau boleh saya memberikan saran kita jangan terlalu bahagia sehingga terkesan terkesan tertawa terbahk-bahak melihat krisis ini, karena hal itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. mari kita bertindak proporsional.

