Assunnah ML - Takut Kepada Syirik
Takut Kepada Syirik
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab 

________________________________
 
Firman Allah 'Azza wa Jalla:
"Sesungguhnya Allah 
tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni segala dosa selain 
(syirik) itu bagi siapapun yang dikehendaki-Nya." (An-Nisaa': 116) 
Al-Khalil Ibrahim 'alaihissalam berkata:
"...dan jauhkanlah aku dan anak 
cucuku dari (perbuatan) menyembah berhala-berhala." (Ibrahim: 
35)
 
Diriwayatkan dalam satu hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda: "Sesuatu yang paling aku khawatirkan kepada kamu sekalian 
adalah perbuatan syirik kecil. Ketika ditanya tentang maksudnya, beliau 
menjawab: Yaitu riya'." (HR Ahmad, Ath-Thabarani, Ibnu Abid-Dunya dan Al 
Baihaqi 
dalam kitab Az-Zuhd) 
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa mati dalam keadaan 
menyembah sesembahan selain Allah, masuklah ia ke dalam neraka." (HR Bukhari) 
Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa menemui Allah 
(mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun, pasti masuk 
surga, tetapi barang siapa menemui-Nya (mati) dalam keadaan berbuat sesuatu 
syirik kepada-Nya, pasti masuk neraka." 
Kandungan tulisan ini: 
        1. Syirik 
adalah perbuatan dosa yang harus ditakuti dan dijauhi. 
        2. Riya' 
termasuk perbuatan syirik. 
        3. Riya' 
termasuk syirik ashghar (kecil). 
Syirik ada 2 macam: 
        1. Syirik 
akbar (besar) yaitu memperlakukan sesuatu selain Allah sama dengan Allah, dalam 
hal-hal yang merupakan hak khusus bagi-Nya. 
        2. Syirik 
ashghar (kecil) yaitu perbuatan yang disebutkan dalam Al Qur'an dan Hadits 
sebagai suatu syirik tetapi belum sampai ke tingkat syirik akbar. 
Adapun perbedaan antara keduanya: 
        1. Syirik 
akbar menghapuskan seluruh amal, sedangkan syirik ashghar hanya menghapuskan 
amal yang disertainya saja. 
        2. Syirik 
akbar mengakibatkan pelakunya kekal di dalam neraka, sedang syirik ashghar 
tidak 
sampai demikian. 
        3. Syirik 
akbar menjadikan pelakunya keluar dari Islam, sedang syirik ashghar tidak 
menyebabkan keluar dari Islam. 
        1. Syirik 
ashghar ini adalah perbuatan dosa yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap para sahabat, padahal mereka ini 
adalah orang-orang shaleh. 
        2. Surga 
dan neraka adalah dekat. 
        3. Dekatnya 
surga dan neraka telah sama-sama disebutkan dalam satu hadits. 
        4. Barangsiapa 
mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun pasti masuk 
surga. Tetapi barangsiapa mati dalam keadaan berbuat sesuatu syirik kepada-Nya, 
pasti masuk neraka, sekalipun dia termasuk orang yang paling banyak ibadahnya. 
        5. Masalah 
penting yaitu: bahwa Nabi Ibrahim memohon kepada Allah untuk diri dan anak 
cucunya supaya dijauhkan dari perbuatan menyembah berhala. 
        6. Nabi 
Ibrahim mengambil pelajaran dari keadaan sebagian besar manusia, yaitu bahwa 
mereka itu adalah sebagaimana kata beliau: "Tuhanku! Sesungguhnya 
berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia..." (Ibrahim: 36) 
        7. Tafsiran 
kalimat Laa ilaha illa Allah, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan 
oleh Bukhari, yaitu: pembersihan diri dari syirik dan pemurnian ibadah kepada 
Allah. 
        8. Keutamaan 
orang yang dirinya bersih dari syirik. 
Dikutip dari buku: "Kitab 
Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor 
Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H. 

________________________________
 
Created at 25 October 2000 |   


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke