Bismillah ada sedikit tulisan lama yang dah lama juga gue simpen diblog gue www.telagaalkautsar.multiply.com tafadhal dinikmati suguhan sederhana , sekedar refresh ingatan kembali klo kita gaka abis2nya mempunyai sejarah sebagai bangsa dan ummat yang pemenang .Sekiranya kalau para pahlawan kita yang berjuang di medan juang doeloe kala gak pernah punya semangat dan harapan untuk menjadi bangsa yang merdeka sedangkan di belakang sana tumpukan file sejarah mengingatkan mereka pada kebesaran kerajaan Samudra Pasai , Demak dll tentulah gak pernah terbayang di benak mereka bahwa bangsa Indonesia akan merdeka .................................
Akuntansi : Milik Umat Islam Belum banyak yang tahu siapa sesosok Luca Pacioli yang disebut-sebut sebagai Bapak Akuntansi Modern , atau akan lebih banyak lagi yang belum tahu kesenjangan jarak waktu dan history yang terbentang jauh antara jaman " jahiliyyah " yang dialami dunia barat (1494 M) seorang Luca Pacioly berdasarkan nasab , seorang pendeta Kristen , pada tahun 1494 M dia menerbitkan sebuah buku yang berjudul Summa De Arithmetica , Geometry, proportion berdasarkan catatan peneliti pada tahun 1963 M adanya sebuah rekomendasi-rekomendasi yang jauh lbih valid bahkan disusun lebih valid dan menjadi dasar pencatatan selanjutnya oleh Pacioli tahun 1363 M yakni Abdullah Al Mazindaani dalam kitabnya Risalah Al Falakiyah kitab As Siqayat dengan kata lain apa yang dilakukan oleh Pacioli hanyalah berperan sebagai penukil , pencatat , terhadap apa yang beredar saat itu . Ada banyak hal yang membetot perhatian mata saya saat mempelajari sebuah buku yang di susun oleh Prof . Dr.Umar Abdullah Zaid salah satu pada Bab Kedua yang masih berkutat tentang sejarah akuntansi islam yang kemudian di manipulasi oleh para intelektual barat karena begitu penting diluruskan apa yang selama ini dijadikan banyak acuan para intelektual seluruh dunia akan tradisi plagiatisme keilmuan yang malah terlihat seperti telah begitu biasa maka semuanya mengantarkan kesimpulan logika yang bertentangan dengan fakta sejarah yang telah ada . Seperti yang dicatat oleh Prof .Dr.Umar Abdullah Bin Zaid pada halaman 31 mengatakan " Mungkin dapat dikatakan bahwa saat itu Eropa hidup pada masa kegelapan ,kaum muslimin telah menggunakan akuntansi dan ikut andil , dalam mengembangkannya .sementara itu , peradaban islam dalam sebuah fase yang subur dan berkembang pesat di dunia dengan syariat islam sebagai fondasinya dan berhasil mengintegrasikan antara tuntunan spiritual dan material Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Surah Al Qashashas : 77 Jika mau dirunut secara kronologis akab bagaimana awal kelahiran dan pertumbuhan Akuntansi di dunia Islam yang ternyata telah berkembang jauh sebelum dekade ini Akuntansi Kapitalis mencatat bahwa Akuntansi dengan sistem Double Entries atau dikenal di kalangan awam sebagai debet kredit . Maka Akuntansi sebagai bagian yang inheren dengan kultur, identitas, dan kebudayaan serta peradaban Islam telah dimulai sejak pertama kali Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mendirikan sebuah masyarakat dan negara Islam di Madinah telah dimulai . Terutama ketika bertambahnya pemasukan negara dari pelbagai hasil taklukan dan zakat yang dikumpulkan dalam lembaga pengumpulan pemasukan harta negara yang kelak dikenal dengan Baitul Maal . Pada era pertumbuhan dan perkembangan berikutnya Khalifah Umar Ibn Khattab pada tahun 14-24 H memerintahkan mencatat harta umum diklasifikasikan sesuai dengan sumber pendapatnnya . Umar Ibn Khattab dlam sebuah riwayat diceritakan mengangkat dan menggaji staf-staf pencatat sumber pemasukan dan pengeluaran . Pada era khalifah kedua setelah Abu Bakar ini tercatat dalam sejarah yang paling banyak terjadi kemajuan dalam hal keuangan public dan perekonomian negara Islam . Mulai ada pembukuan dan dokumentasi yang harus dimilikinya sebagai asas pencatatan (Abdullah , Umar :2004) Sistematika pencatatan transaksi dan pencatatan sumber pendapatan negara secara tersusun sistematis rupanya telah dimulai dan dikembangkan sejak era kekhalifahan Al Walid Ibn Abdul Malik pada tahun 86-96 . Setelah itu proses pertumbuhan dan perkembangan Akuntansi di dunia Islam mecapai puncaknya pada era Kekhalifahan Abbasiyah . Dalam Kerangka Sejarah dan Teori Akuntansi Keuangan Dalam Masyarakat Islam yang ditulis oleh Prof .Dr. Umar Abdullah Zaid dan diterjemahkan oleh Muhammad Syafi'i Antonio ,M.Ec dipaparkan bahwa salah satu bukti telah tersusunnya secara sistematis Akuntansi dalam bentuk pembukuan dan jurnal pada tahun 132 H / 749 M .Jurnal-jurnal pencatatan dalam proses pembukuan Akuntansi lebih dikenal dengan nama Jaridah yang kemudian diterjemahkan menjadi Journal sebagaimana yang tercacat dalam bukunya Luca Pacioly dan terjemahan latin Zornal sebagaimana yang dikenal di Venice , Italy. Artinya Proses penumbuhan Akuntansi di dunia Islam telah digunakan sekitar 745 tahun sebelum kemunculan buku Pacioly yang berjudul Summa De Arithmetica , Geometry, proportion . Kemudian barulah Akuntansi Islam menemukan puncak kegemilangannnya di tahun 765 H/1363 M dengan sebuah manuskrip yang disusun oleh Abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani . bertajuk Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqat .Walaupun sebelum Al Mazindarani menyusun manuskripnya tersebut penulis muslim lainnya yang juga telah menyusun sebuah karya tentang perkembangan Akuntansi dan penggunaaanya dalam masyarakat Islam juga telah dimulai oleh An Nuwairi (734H/1336M) dan Ibnu Khaldun (167H/784M) Jejak Jejak kegemilangan akuntansi islam Disinilah gunanya sebuah pemurnian yang dikembalikan dengan jujur , saat plagiatisme menjelma budaya lumrah , atau saat telah tertutup mata dunia dengan segenap keangkuhannya pada karya gemilang yang pernah direntas oleh putra putri islam terbaik sepanjang masa. Antara jejak-jejak ingatan kolektif masyarakat terkaburkan oleh sikap yang memang disengaja menghilangkan selenyap-lenyapnya dari muka bumi kegemilangan yang pernah direntas bersama kepingan-kepingan bagai puzzle ,kepingan-kepingan yang disusun oleh tangan-tangan insan berdedikasi dan keimanan yang bukan lahir dari lubuk formalitas dan retorika lidah menggulirkan wacana , ia hanyalah satu jejak dari berribu-ribu jejak lainnya mengisyaratkan keteladanan kemudian diwariskan olehnya keteladanan tersebut untuk generasi berikutnya . jejak kegemilangan yang memang sengaja dikaburkan melalui sederet kisah pemusnahan manuskrip berharga sepertti yang pernah dilakukan oleh pasukan barbar terhadap kekhalifahan terakhir Dinasti Abbasiyah sampai-sampai seorang ulama sejarawan yang masyhur pernah mencatat tentang sungai di sepanjang Baghdad menjelma hitam karena lautan tinta dari buku-buku yang dihanyutkan ke sungai tersebut , atau seperti yang pernah dilakukan seorang Kardinal di era penjajahan kolonial Belanda memusnahkan secara sistematis manuskrip berharga ulama-ulama Nusantara , dan maka terkenanglah terkenang lah ucapan Bung Karno dalam bukunya " Di Bawah Panji Revolusi " , bahwasanya ulama-ulama yang dimilik bangsa Indonesia paling paham masalah tajwid dan tarikh islam yang itu pun tak sanggup diuji originalitasnya lewat science modern kemudian ucapan beliau pun diluruskan oleh A.Hassan salah seorang ulama luar biasa yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia Seperti yang pernah dipaparkan oleh saya pada paragraph sebelumnya , jauh seorang pendeta Kristen pada tahun 1494 M yang bernama Lucas Pacioli dalam jangka perbedaan waktu Selama 131 tahun di depan karya yang diterbitkan oleh Lucas Pacioli serta memuat pembukuan dua belas kolom atau kolom tunggal , pada tahun 1363 M yakni Abdullah bin Muhammad Al Mazindarani telah merentas dan disempurnakan olehnya untuk selanjutnya dapat diaplikasikan dalam system Akuntansi yang tengah popular saat itu tahun 765 H/1363 M · Akuntansi Bangunan · Akuntasi Pertanian · Akuntansi Pergudangan · Akuntansi Pemuatan Uang · Akuntasi Pemeliharaan Binatang Bahkan di antara yang sangat unik dalam pencatatan pembukuan pada masa tersebut dan juga merupakan pembeda antara Akuntansi yang murni syariah dengan konvensional adalah sebgai berikut · Sebelum menyiapkan laporan atau dimuat di buku-buku Akuntansi harus dimulai dengan Basmallah . Hal inilah yang juga disebutkn oleh Lucas Pacioli 131 tahun kemudian (Johnson ,1963,hal.28) · Laporan keuangan dibuat berdasarkan fakta buku Akuntansi yang digunakan , di antara laporan keuangan yang pernah dibuat di Negara islam yang terkenal adalah Al-Khitamah dan Al-Khitamatul Jami'ah . Al Khitamah merupakan sebuah laporan keuangan tiap akhr bulan dan juga memuat pemasukan serta pengeluaran sesuai kelompok jenisnya sedangkan Al-Khitamatul Jami'ah laporan keuangan yang ditujukan untuk orang yang lebih tinggi derajatnya untuk kemudian diberi persetujuan laporan keuangan yang persetujuanya diberi nama Al Muwafaqah namun apabila ia tak disetujui maka ia dinamakan Muhasabah karena adanya perbedaan pada data-data yang dimuat dalam laporan keuangan · Ketika melakukan transaksi jual beli , tanda terima diberikan kepada pembeli atau disebut juga dengan Thiraz sedangkan copiannya atau salinan disebut sebagai syahid yang kemudian disimpan oleh Akuntan untuk kemudian dipertanggungjawabkan dan disetujui oleh pimpinan kantor, menteri,atau sulthan dan apabila transaksi perdagangan terjadi di luar kota salinan syahid tersebut dikirim ke ibukota wilayah islam untuk kemudian diberikan persetujuan oleh Sultan dan disimpan sebagai dasar pembukuan dasar kantor pusat · Pada akhir tahun buku , seorang akuntan harus mengirimkan laporan keuangan dalam setahun dan secara rinci · Harus mengelompokkan transaksi-transaksi keuangan dan mencatatnya sesuai dengan karakternya dalam kelompok-kelompok yang sejenis Tantangan Ke Depan Menanti Dalam pelbagai tulisan dan karya ilmiah yang mengangkat peran historis dan pertumbuhan Akuntansi di dunia Islam yang ternyata jauh-jauh hari Akuntansi merupakan bagian yang inheren dalam sebuah peradaban dan kebudayaan Islam .Yang sangat perlu diperhatikan sebagai pembeda dan warna yang tidak lahir dari proses adopsi barat untuk kebudayaan Islam adalah bagaimana meletakkan pandangan hidup Islam dalam Akuntansi tersebut . Namun sekarang bila mengaca pada realitas Barat beserta kultur peradabannya telah menghegemoni dunia dan secara baik langsung atau tidak langsung memaksa tipa penduiduk dunia untuk seragam dan mengenakan framework, pola pikir, kultur , identitas dan bahkan "agama serta kepercayan " Barat . Tragisnya dalam retorika yang dipaksakan barat kepada penduduk dunia mengajarkan kita bahwa hanya ada satu "agama" dan jargon dipropagandakan oleh barat yaitu peradaban barat itu sendiri . Mengutip salah seorang pemikir sekuler Turki , Abdullah Cevdet , "Kita Harus meminjam dari Barat .Baik itu durinya ataupun bunganya " . Nah hal yang serupa sebagai Dinul Al Islam yang syammil dan mutakammil tentunya sama sekali tak membutuhkan untuk mengadopsi system manapun atau doktrin peradaban manapun . Hanya saja realitas saat ini dengan pertumbuhan ekonomi Shariah di yang tengah booming dan mendapatkan angin segar sebagai ekonomi alternatif atau bahkan system bagi perekonomian Indonesia setelah bergugurannya perbankan konvensional dan system kapitalis dunia . Yang mengepung dari kanan ke kiri atau dari bawah ke atas masih merupakan turunan sistem kapitalis . Ada jelas lebih baik dibandingkan dengan menyerah pada kungkungan alam pemikiran ekonomi yang cenderung sekuler dan merelatifkan nila ,norma , serta etika maka apalagi agama . Tantangan ke depan jelas lebih menantang bagi para calon akuntan muslim dan akademisi ekonomi Islam .Adalah bagaimana memadukan dan menserasikan Islamic Spritual Value dengan ilmu Pengetahuan , dalam hal ini Akuntansi , Hingga mengadaptasi kembali serta memodifikasi ulang dan menemukan kembali wajah ilmu pengetahuan milik ummat Islam yang pernah diplagiat dan ditiru serta dimodifikasi sedemkian rupa oleh para pemikir barat pada abad pertengahan dan masa kolonialisme . Yang paling mendasar bersumber dari dalam jiwa pribadi akuntan muslim itu sendiri . Sejauh manakah dirinya konsisten dan istiqomah dengan janji yang ia telah lakukan dengan Rabbnya setiap mendirikan shalat dan di akhir shalat . Karena pandangan hidup akuntansi Islam berdasarkan petunjuk Allah Ta'ala dalam Qura'an dan bimbingan Nabi SAW yang ia telah teladankan penuh jejak kebaikan dalam sunnahnya yang agung . Tanpa itu , yang ada hanyalah kerapuhan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan akuntansi kapitalis yang memang worldviewnya akal manusia yang terbatas diselingi komando rasio nafsu . Kehadiran Akuntansi Islam diharapkan banyak memberikan pencerahan pola fikir dan sistem yang selama ini bercokol di Indonesia . Tentunya sebagai manusia Indonesia yang berbudi dan berakhlak tak pernah terbayang negerinya dilanda pelbagai jenis krisis berkepanjangan dan efeknya menyengsarakan rakyat banyak yang harusnya mendapatkan perlinduingan dari pemerintah malah terzalimi dengan pengambilan pelbagai keputusan yang mementingkan hawa nafsu syahwat yang tak pernah terbatas plus ditunjang dengan merelatifkan nilai, norma, etika bahkan wahyu Tuhan dan menundukkkanya di bawah akal manusia yang terbatas ! Tentunya sebagai manusia Indonesia tak pernah ingin negerinya terkoyak disebabkan kepentingan asing dan dikte yang diberikan "dokter" ekonomi didikan barat untuk maslahat ummat manusia .Tentunya manusia Indonesia khususnya sebagai seorang muslim Indonesia menginginkan negeri cepat keluar dari arah yang galau dan keputusan yang makin mencekik menuju cita-cita bangsa Indonesia yang berkeadilan , sejahtera , dan beradab . Cukuplah kasus Enronn Corporation yang pernah menjadi sorotan public dunia saat kegemilangannya dan sorotan ummat manusia saat kejatuhannnya yang paling tragis . Cukuplah kasus kantor Akuntan kelas kakap seperti Anderson yang harus ikutan gulung tikar terseret kasus Enronn dan yang paling pelik baru saja kita saksikan , gulung tikarnya Lehman Brothers resmi diumumkan kerugiannya sebesar 3,9 Milyar dan Pricewaterscoopers berencana menjual asset-asset perusahaan yang bangkrut ini dalam jangka waktu hitungan hari setelah resmi diumumkan kebankrutannya seperti yang dilansir oleh Reuters (http://www.reuters.com/article/innovationNews/idUSLJ42614020080919) Seiring dengan itu semua , professi akuntan semakin diraguan akan kredibilitasnya terhadap profesi mulia yang seharusnya ia sandang .Bagaimana Joseph Stighlitz mencatat dan menuliskan sejaka awal dekade tahun 90an , energy dan kreatifitas dalam ilmu Akuntansi malah semakin dialihkan tujuannya hanya untuk memaksimalkan pendapatan eksekutif dengan memanfaatkan kelengahan para investor yang yang menjadi stakeholder (Stiglitz::2006 ) Memang benar tatkala saya mengikuti kuliah pengantar akuntansi II di semester III , bagaimana Akuntansi sebagai sebuah seni juga ilmu telah dimanfaatkan besar-besaran memaksimalkan kepentingan para stockholder dan bukan lagi para stakeholder .Dan para akuntan pun bukan lagi sosok yang ditakuti dikarenakan kejujuran dan prinsipnya yang "hitam-putih " .Tidak lain mereka bagian dari kaki tangan buruknya wajah kapitalisme dan otomatis professi akuntansi dan sekolah sekolah tinggi Akuntansi akan tak lagi mempunyai kepercayaan dari masyarakat dan semakin tak lagi diminati dengan stigma yang negatif Tapak-tapak gemilangnya khazanah peradaban islam hari dan dekade ini segolongan intelektual muda islam yang peduli akan kembalinya kebangkitan ummat islam dan hidupnya syariah Allah membumi serta solusi nyata untuk pelbagai masalah keuangan dan perekonomian Indonesia kerana bermula dari petunjuk yang tak pernah lapuk dan untaian mutiara Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam yang tak pernah leka biar dicabar oleh pergantian zaman atau isyarat akan Akuntansi terinspirasikan oleh ayat ini dan nomornya yang seimbang sebagaimana keseimbangan sisi debet dan sisi kredit ? "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. " By :Yassin El Cordova .a.k.a AnakMelayu.com

