HATTA…
Kita
belum revolusioner dan belum radikal dalam semangat,
kalau mulut-mulut kita tidak sesuai dengan isi hati kita.
Kemana kita dibawa nasib,
Kemana kita dibuang oleh yang berkuasa,
Indonesia ini,Tiap-tiap bidang tanah dalam Itulah juga Tanah Air Kita.
Teluk yang molek dan telaga yang permai,
Gunung yang tinggi dan lurah yang dalam,
Rimba belantara dan hutan yang gelap,
Ataupun pulau yang sunyi,
padang yang lengang,Serta pun
Semuanya itu bagian Tanah Air
Yang sama kita cintai.
Semuanya
itu tidak boleh asing bagi kita.
Dan kita bersedia akan menempuhnya,
Satu per satu dimana perlu.
Apa lagi, karena barisan kitalah yang senantiasa
Terancam oleh “exorbitante rechten”
Yang memberikan korban buat pembuangan.
Kepada saudara-saudara kita yang menempuh
Jalan pembuangan hidup dalam perasingan,
Inilah syarat hidup yang kita peringatkan:
“Di atas segala lapangan Tanah Air Aku Hidup Aku
Bergembira.
Di mana kakiku menginjak bumi Indonesia,
Di sanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam
dadaku.”
Mohammad Hatta Memoir,
Tinta Mas, Jakarta, 1979, hal 344)
FARIZAL ALBONCELLI In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum
Executive Secretary MGe-Event, www.mge-event.com
Blog: alboncelli.multiply.com, FS: [EMAIL PROTECTED]
mobile: 021 950 42948