Assalamualaikum wr wb
ehm....lama2 klo melihat mujjahid2 ekonomi islam pd berantem pemikiran
di milis ini jadi BT jg nich. dari kemaren2 ane perhatiin di milis ini
ada yg bikin kontarversi pemikiran rupanya. 

wahai saudaraku seiman dan setanah Air...,dakwah ini suci dan jgn di
kotori dgn kontraversi yg membuat jalan dakwah ini berhenti dan
mandek. kenapa kita di sibukkan dengan kontraversi2 dan egoistik
individualisme. masih byk yg musti di pikirkan tuk perjuangan dakwah
ini akhi....

lihat lah kedepan sana saudaraku....
dakwah ini butuh keikhlasan dan pengorbananmu...
"Terik matahari Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai Tak lunturkan azzammu"

tetap istiqomah di jalannya dan gapailah Ridho nya....

kenapa kita masih saling perang pemikiran & egoisme masing2? apakah
FoSSEI ini udah bosan dgn program2 kerjanya? apakah FoSSEI udah mampu
dan propesional kadernya? ane pikir masih byk yg musti kita benahi
lagi akhi....(jgn sibuk dgn egoistik pemikiran).

lihatlah bahwa kader FoSSEI masih byk yg blum tahu dgn eko.islam itu
sendiri, kader blum paham tentang ekis. kader masih blum paham dgn
alur kaderisasi FoSSEI. pikirkan dan cari jalan solusi tuk teruskan
perjuangan ini. bukan mengubar kontroversi. afwan....

wassalam




Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

--- In [email protected], "Farizal FoSSEI" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jihad:
> Afwan, bro....
> ane tidak antipati kepada partai apalagi partai Islam...
> Cuman masalah tempat yang tidak tepat....
> apapun partainya, menurut ane tidak tepat kalo sarana yang dipakai untuk
> kegiatan yang ada unsur partainya adalah areal kemahasiswaan yang
notabene
> adalah areal intelektual...
> 
> Nah justru disinilah "kekerdilan" pikiran sebagian mahasiswa kita. Ngaku
> intelektual tapi masalah seperti ini dibilang bukan wilayah kita, tempat
> yang tidak tepat, dan sebagainya... nah terus wilayah siapa? terus kita
> ngapain? hanya seminar aja? belajar ajah? terus diskusi-diskusi ajah...
> ngadain temu ilmiah nasional aja? Nah follow up-nya mana? Buku? Jurnal?
> karya tulis? terus.. udah dech... itulah yang terjadi sekarang.
antara teori
> dan praktek seperti terjadi dikotomi. Teori-nya siy indah.. tapi ketika
> dipraktekan? terkendala lah sama peraturan ini, terlendala-lah sama
UU itu,
> dsb. terus yang terjadi? Gigit jari lah.. ilmu hanya dipelajari
dibangku2
> kuliah ajah, giliran praktek-nya yah.. ikut arus ajah... mau idealis?
> haha... ditendang lah kau....
> Katanya Agen of Change, tapi koq pikirannya sempit gitu.... seakan2
> memisahkan wilayah intelektual dengan wilayah politik praktis.. apa
orang2
> di DPR sana nggak ada yang intelektual?
> 
> Jihad: Dan masalah kebijakan, biarlah yang lainnya yang
membicarakan. dan
> ane pikir itu sudah ada bagiannya masing2...
> 
> Haha... bagian siapa? Ingat Wahidin Sudiro Husodo? Hmm.. kalo nggak tahu
> dipertanyakan lagi tuh keintelektualan-nya... hehe...seorang mahasiswa
> Stovia, Jakarta. Bersama rekan-rekannya, dia bisa menghimpun banyak
pemuda
> dan lahirlah Sumpah Pemuda, yang bisa mengikat komponen bangsa untuk
> bersatu, di bawah bayang-bayang penjajahan Belanda. Nah
pertanyaannya apakah
> merebut kemerdekaan itu bukan wilayah politik? lepas dari wilayah
> intelektual?
> Terus tahu tentang Bung Hatta dan Sutan Syahrir (kalo nggak tahu mending
> balik ke SD lagi trus belajar PSPB), dengan kumpulan Pelajar
Indonesia-nya
> di negeri Belanda, memberi semangat kepada pemuda lain, untuk lepas dari
> kungkungan penjajah. Dan dengan pemikiran-pemikirannya memberi
kontribusi
> besar dalam rangka kelahiran sebuah negeri bernama Indonesia. Nah
merebut
> kekuasaan apakah bukan wilayah politik?
> Terus kalo mau nambah lagi.. ada Adam Malik, dkk yang notabene masih
muda
> ketika mendesak kepada Sukarno untuk segera memproklamirkan  kemerdekaan
> Republik Kita.. apakah itu bukan wilayah politik juga?
> Lanjut lagi dengan perjuangan Arif Rahman Hakim, Cosmas Batubara, Abdul
> Gafur. Mereka memberikan semangat kepada rakyat agar melaksanakan
TRITURA
> karena kepemimpinan sukarno sudah tidak bisa dipertahankan, terus
lahir orde
> baru. apa bukan wilayah politik?
> Bukan cuman itu... ada lagi di saat pemerintahan orde baru memberikan
> kebijakan yang kurang sesuai dengan kebanyakan rakyat, Hariman
Siregar dan
> kawan-kawan juga turun ke jalan. Dan meletuslah peristiwa MALARI.
apa bukan
> wilayah politik?
> Terakhir di tahun 1998... kaum intektual yang dipimpin mahasiswa
berhasil
> menumbangkan kekuasaan suharto.. sekali lagi apa bukan wilayah politik?
> Saya kira kalau para pendahulu kita yang sudah saya sebutkan mempunyai
> pikiran sama seperti mas jihad (Dan masalah kebijakan, biarlah yang
lainnya
> yang membicarakan) Mungkin kita tidak akan bisa melihat bendera
indonesia
> berkibar. Mungkin juga mas Jihad nggak ada karena kita masih terus
dijajah..
> haduh haduh haduh... cuabe dech...
> 
> Jihad: kalo masalah suudzon.....engga usah dibicarakan dalam konteks
ini...
> kita semua sudah tahu, partai itu seperti apa....dan arahnya
> bagaimana....sudah jadi rahasia umum....
> 
> Hihi... diingatkan malah dibilang nggak usah dibicarakan.. saya cuma
> mengingatkan mas... kan mas sendiri yang terkesan sinis dengan
kegiatan yang
> diadain FSI UI.. dibilang ada agenda 2009-lah, kampanye-lah.. dll..
Lha...
> kalo mereka mau dan bisa kenapa nggak.. toh itu untuk kebaikan juga...
> emang yang mas tahu partai itu seperti apa? kita nggak tahu koq...
haha...
> jangan2 mas masuk dalam struktur partai X yah... koq bisa tahu...?
hehe...
> 
> Jihad: engga usah dilanjutkan diskusi ini...
> karena di dunia ini tidak ada hal yang salah kalo ada pembenaran...
> 
> Lho... katanya intelektual.. koq diskusinya nggak usah dilanjutin sich..
> nanti malah "sinis" lagi sama kegiatan kampus laen yang ngundang
penbicara
> dari partai X... hehe... apalagi kata2 yang di bold merah...
kesannya koq ya
> nggak intelek banget...
> 
> Pisss..
> Farizal
> 
> Pada tanggal 07/12/08, Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >
> >   Afwan, bro....
> > ane tidak antipati kepada partai apalagi partai Islam...
> > Cuman masalah tempat yang tidak tepat....
> > apapun partainya, menurut ane tidak tepat kalo sarana yang dipakai
untuk
> > kegiatan yang ada unsur partainya adalah areal kemahasiswaan yang
notabene
> > adalah areal intelektual...
> > Dan perlu antum ketahui, sebenarnya ada beberapa partai yang juga
pernah
> > melakukan kegiatan eksyar tapi ya pure kampanye daripada kampanye tapi
> > dibungkus ........
> > Dan masalah kebijakan, biarlah yang lainnya yang membicarakan. dan ane
> > pikir itu sudah ada bagiannya masing2...
> > kalo masalah suudzon.....engga usah dibicarakan dalam konteks ini...
> > kita semua sudah tahu, partai itu seperti apa....dan arahnya
> > bagaimana....sudah jadi rahasia umum....
> > udahlah cukup.....
> > engga usah dilanjutkan diskusi ini...
> > karena di dunia ini tidak ada hal yang salah kalo ada pembenaran...
> >
> > Wallohu a'lam bishowab
> >
> >
> > Syukron atas tanggapannya....
> > semoga hati2 kita selalu dibersihkan dari unsur2 kepentingan
pribadi dan
> > golongan dalam memperjuangankan nilai2 Islam...
> > amin...
> >
> > wass.
> >
> > --- On *Sun, 12/7/08, Farizal FoSSEI <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> >
> > From: Farizal FoSSEI <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: {FoSSEI} Undangan Tabligh akbar SEconD FSI FEUI
> > To: [email protected]
> > Date: Sunday, December 7, 2008, 9:12 AM
> >
> >  Hahaha.... mas Djihad ini gimana toh? orang ngadain sebuah
kebaikan koq
> > di kritik terus... kalo mas djihad mau ya silahkan aja membuat
kegiatan yang
> > serupa, pembicaranya boleh dari PDIP, GOLKAR, dll koq.. toh yang
diomongin
> > kan kebaikan.. nah kalo masalah pemilu 2009 atau bukan itu urusan
lain lagi,
> > berhusnudzan- lah. mungkin temen2 FSI udah ngubungin dari HANURA,
PKB, dll
> > tapi mereka nggak faham tentang keuangan islami ya sudah
diambil-lah dari
> > PKS.. ada 1001 cara untuk berhusnudzan kan? Atau kesannya mas
JIhad ini
> > golput yah? haha... bahkan saya dan beberapa rekan mengusulkan
PRESNAS untuk
> > membuat semacam temu partai gitu.... yang membahas tentang peran
serta para
> > caleg dari partai-partai itu untuk mendukung UU perbankan syariah
dan SBSN,
> > juga UU Zakat dan pajak berganda yang masih gak jelas itu... nah
kalo bukan
> > lewat jalur itu lalu kita (FoSSEI) lewat mana? hanya diskusi2
ajah? terus?
> > udah dech ilang ditelan waktu... haduh haduh.... Yah.. kalo
antipati sama
> > PKS undang lah dari PDIP atau Golkar... suruh mereka bicara UU
Perbankan
> > Syariah, SBSN, RUU Zakat, Pajak Berganda, dll bisa nggak? kalo bisa ya
> > silahkan.... Jangan sempit dunk pikirannya.. .
> >
> > Pada tanggal 07/12/08, Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]
com<[EMAIL PROTECTED]>>
> > menulis:
> >>
> >>    Asw.
> >> Sebuah terobosan baru dari FSI FEUI....
> >> setahu saya baru kali ada sebuah tabligh akbar tentang ekonomi
Islam....
> >> tapi sayanga..... ........terobosa n ini kok mendekati tahun 2009
yah...
> >> ada apa ini...?
> >> afwan yah, kalo menduga2, ini ada upaya goes to 2009...
> >> karena kelihatan sekali...
> >> lihat pembicaranya. ....
> >> pasti ada yang mayoritas disitu (mengarah pada satu partai..)... .
> >> mendatangkan banyak orang...
> >> mendekati tahun 2009.....
> >>
> >> dan tolong....
> >> untuk kali ini, email ini harus di approve....
> >>
> >> wass.
> >> --- On *Sat, 12/6/08, debby faras <[EMAIL PROTECTED]
co.id<[EMAIL PROTECTED]>
> >> >* wrote:
> >>
> >> From: debby faras <[EMAIL PROTECTED] co.id <[EMAIL PROTECTED]>>
> >> Subject: {FoSSEI} Undangan Tabligh akbar SEconD FSI FEUI
> >> To: [EMAIL PROTECTED] com <[email protected]>
> >> Date: Saturday, December 6, 2008, 8:41 AM
> >>
> >>  *Sharia Economics Days (SEconD) 2008 FSI FEUI, proudly present :
> >> **
> >> *
> >>
> >> *Tabligh Akbar**
> >> ** **"Menggapai Ridho Illahi dengan Pengelolaan Kekayaan yang
Islami "**
> >> *
> >>
> >> Hari, Tanggal : Sabtu, 20 Desember 2008
> >> Waktu           : 08.00-11.00 WIB
> >> Tempat          : Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas
Indonesia, Depok
> >> Bentuk           : Tabligh Akbar
> >> Peserta          : 1000 orang (free of charge)
> >> Pembicara :
> >>  Nur Mahmudi Ismail ( Walikota Depok ) *
> >>  Hidayat Nur Wahid ( Ketua MPR RI) *
> >>  Anis Matta ( SekJen PKS) *
> >> Ustadz H. Arifin Ilham *
> >>  Ustadz Syaiful Naumin (pendiri Toko Buku Al Amin dan anggota
komisaris
> >> Olympic)
> >>  Ust. Ismeidas
> >>
> >>
> >> "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah
pada
> >> harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah."
> >> (Ar Rum : 39)
> >> *Tujuan:*
> >> Sosialisasi (Tabligh akbar) ini bertujuan untuk memberikan
pengetahuan dan
> >> pencerdasan pada masyarakat umum mengenai sistem keuangan syariah.
> >> Diharapkan dari tabligh akbar ini, para peserta dapat menyadari
bahwa Islam
> >> menghendaki pengelolaan kekayaan sesuai syariah, yang antara lain
adalah
> >> bebas riba (bunga), di mana bunga merupakan instrumen yang selama ini
> >> melekat kuat pada kebanyakan sistem keuangan konvensional dan
mungkin tanpa
> >> disadari kebanyakan masyarakat belum menyadari sepenuhnya bahwa
bunga adalah
> >> haram. Oleh karena itu, hendaknya masyarakat beralih menuju ke
pengelolaan
> >> kekayaan atau investasi yang Islami, yang tidak hanya bebas riba
dan lebih
> >> adil, namun juga memberikan return yang bersaing dengan investasi
> >> konvensional.
> >>
> >> CP: Debby 021-91618303/ 0856-676- 58-911
> >> *under confirmation
> >>
> >>
> >>
> >> ------------------------------
> >>  Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua
teman<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/>
> >> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
> >>
> >>
> >>
> >
> >
> > --
> > FARIZAL ALBONCELLI
> > Executive Secretary MGe-Event
> > www.mge-event. com <http://www.mge-event.com>
> > Blog: alboncelli.multiply .com <http://alboncelli.multiply.com>
> > FS: [EMAIL PROTECTED]
> > mobile: 021 950 42948
> >
> >
> >  
> >
> 
> 
> 
> -- 
> FARIZAL ALBONCELLI
> Executive Secretary MGe-Event
> www.mge-event.com
> Blog: alboncelli.multiply.com
> FS: [EMAIL PROTECTED]
> mobile: 021 950 42948
>


Kirim email ke