di malam ketika lantunan takbir tengah dikumandangkan di seantero
negeri. malam dimana setiap rumah sedang menyiapkan daging dengan
aneka masakan khas seluruh penjuru negeri.malam ketika handphone
temenku berdering... tidak lama kemudian ia pun menghampiriku.
" akh...ada panggilan jihad nih!"
keningku berkerut menandakan sejuta pertanyaan
" ada apa akh?"
" ana di telepon ama pihak ACT untuk ke RSCM menjaga pasien gizi
buruk dan anak yang akan dioperasi "
sejenak sempet ragu, malem gene masih kerumah sakit???
" ok akh kita siap-siap, berarti sholatnya kita di masjid deket
sana ya?
" iya kita bawa baju ganti aja."
setelah itu kami pun bergegas mengganti pakaian setelah itu ke
kantor ACT untuk meminta arahan. tidak lama kemudian kami berangklat
dengan diantar mobil ACT.
"subhanalloh ini akan menjadi malam yang penuh dengan
hikmah"(celetuk hatiku)
singkat cerita sesampainya disana terlihatlah dua orang adik kecil
yang sedang terbaring lemas.namanya ayu dan nuri
ayu adalah pasien gizi buruk umurnya 12 tahun tapi tubuhnya tidak
sesuai dengan umurnya. beliaua adlah anak dari keluarga miskin di
parung panjang sana.anak pertama dari 5 bersaudara.
untuk sekedar berbicara beliaupun tidak sanggup. ia hanya bisa makan
dengan selang yang dimasukan lewat hidung, selama berhari-hari.malam
itu menjadi malam perenungan tersendiri buatku dan sahabatku.
teman masih banyak di pelosok-pelosok penjuru negeri ini yang
mungkin bernasip sama seperti ayu. kalau hari ini kita masih bisa
makan, minum, tidur nyenyak belum tentu saudara kita disana. kita
yang sehari-harinya belajar ekonomi Islam seharusnya menjadikan
cerita ini sebagai penggerak hati kita untuk terus memperjuangkan
ekonomi berkeadilan ini, yang tidak hanya mensejahterakan golongan
tertentu dan menindas golongan lainnya, tapi ekonomi yang
mensejahterakan siapapun juga.
tentunya kita pahami ekonomi islam yang kita pahami bukan hanya
sekedar wacana teoritis saja tanpa ada aplikasi nya dari para
pelakunya. bagi kita yang gigik belajar ekonomi islam hendaknya
penerapannya mulai dari diri sendiri dan hal terkecil dulu, dengan
mengamalkan praktik-praktik ekonomi islam dalam keseharian yang
berimplikasi besar bagi penerapan secara global.