Menjawab pertanyaan anda tidak bisa hanya melihat konteks keekonomian
saja.banyak paradigma rakyat lainnya dibidang politik, aturan hidup, sosial,
teladan, pendidikan dan sektor kehidupan lainnya yang kita bisa saksikan rakyat
kita lebih senang memilih yang bukan sesuai firah ilahi. disektor ekonomi,
investasi ribawi lebih menguntungkan padahal ada ekonomi syari'ah yang berkah,
menguntungkan, dan diridhoi.disektor politik, ada politik uang yang dipilih
para kontestan demokrasi ketimbang politik jujur.semua sektor menghadapi
persoalan yang sama. sebabnya juga banyak; belum paham, gak mau ngerti, dan
bawaan lingkungan. kalau rakyat yang belum paham yang kita pahamkan.rakyat
segmen yang satu ini adalah rakyat tipe rasional dan mudah bagi kita mengubah
paradigmanya asal rasional. yang gak mau ngerti, aduuuuuh musti ada "sesuatu"
dulu supaya mereka mau diajak dialog tapi itu juga hanya sebatas dialog. untuk
kemudian rakyat segmen ini mau berpindah paradigma
eit musti ada yang "lewat dulu". kalau dari bawaan lingkungan jelas pendidikan
yang berwal dari keluarga, sekolah, masyarakat, media tv yang tidak mengajarkan
alqur'an lah ouput masyarakatnya kayak yang antum lihat sekarang. kalau sebab
yang satu ini solusinya Proyek amal besar mengubah manusia dan sistem menuju
sistem dan manusia yang syari'ah.
Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com