Antara Jakarta dan Jalur Gaza


Sketsa 1:
Jakarta (31/12/2075) -
Ibukota lumpuh, Cilandak, Pasar Minggu, Kebayoran Baru, Kramat Jati,
dan Jagakarsa sudah dikuasai tentara Zionis, sedangkan di wilayah
timur, tentara Multinasional yang di pimpin AS dan Inggris telah
memborbardir pertahanan kita. Wilayah pusat dan barat pun tidak berbeda
jauh. Diperkirakan 7000 jiwa yang kebanyakan anak-anak dan wanita telah
syahid. Sisanya mengungsi ke wilayah pedalaman Banten dan Depok.

Sejak
meletusnya perang ini seminggu yang lalu tepatnya 24 Desember 2075,
Dengan alasan klasik, yaitu memberantas terorisme, mereka memborbardir
Jakarta dan melumpuhkan seluruh infrastruktur di dalamnya. Tentara yang
dipimpin oleh AS, Inggris, Israel dan beberapa Negara Multinasional,
menyerang pusat pemerintahan Negara Indonesia. Seperti biasa, PBB hanya
bisa mengecam, begitu juga Liga Arab dan Negara OKI. 

Namun
tidak dengan negara yang satu ini. Palestina, terus memperjuangkan dan
membantu Indonesia dalam perang ini. Bala bantuan tentara HAMAS yang
ditakuti dunia itu baru saja datang. Salah satu juru bicara HAMAS
mengatakan "Kami selalu membantu negara-negara yang sedang terdzalimi
oleh kebiadaban Israel dan AS, salah satunya adalah Indonesia. Selain
itu kami pun mempunyai hutang budi kepada Indonesia atas bantuannya,
baik itu makanan, obat-obatan hingga bantuan pasukan militer ketika
kami melancarkan Intifadha ke-3 di awal tahun 2009 yang lampau."

Sketsa 2:
(Gaza City 01/01/2009)
"Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang
api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil
Israel," kata Raed Samir, seorang pemuda Gaza dengan nada sendu. Itulah
gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria
merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api.
Dimana-mana disampaikan pesan tahun baru yang penuh harapan, tapi tidak
bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin
akan berlangsung lama akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi 
Israel.________::::::________
Gaza.. Gaza.. Gaza.. Semuanya bermula 

Gaza.. Gaza.. Gaza.. Tanah para syuhada 
Gaza.. Gaza.. Gaza.. Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza.. Palestina merdeka   


Negeri mujahiddin sejati
Serahkan jiwa di jalan Ilahi 

Perjuangan tak kenal kata henti
Demi raih kenikmatan abadi
Debu dan batu jadi saksi

Jiwa nan perkasa tunaikan janji 

Seagung kepak sang Rajawali
Hancurkan kecongkakan tirani   

Wahai Muslimin bangkitlah, bangkitlah..! 

Palestine memanggilmu bebaskan, bebaskan..! 
Walau tumpah peluh dan darah 

Tegak
 satu cita.. Palestina merdeka !! 

"Gaza" (Al Aqsha Memanggil) 

By: Izzatul Islam 

Nasyid
Izzis ini mengantarkan saya untuk menulis blog ini menyatakan
keprihatinan atas serangan Zionis Israel Laknatullah ke Jalur Gaza.
Dengan alasan melakukan serangan balasan atas roket yang diluncurkan
HAMAS, mereka membombardir Palestina dengan korban kebanyakan wanita dan 
anak-anak. Serangan balasan? Benarkah? Namun begitulah opini media saat ini.


Namun
sore tadi (02/01/09) saya tak sengaja menyaksikan dialog Metro TV yang
menghadirkan salah seorang wartawan senior KOMPAS (saya lupa namanya)
yang telah lama bertugas di Mesir dan telah 8 kali ke Kota Gaza,
mengatakan bahwa yang melatarbelakangi serangan besar-besaran Israel ke
Gaza bukan karena HAMAS. "itu hanya kamuflase saja" kata beliau.

Menurutnya
Serangan Israel ke Gaza lebih kepada permasalahan politik intern di
Israel sendiri yang akan melakukan pemilu Februari 2009 mendatang.
Partai yang saat ini berkuasa yaitu Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni (Menlu 
Israel) menurut polling sementara mengalami penurunan suara dibandingkan rival 
terberatnya yaitu Partai Likud pimpinan Bunyamin Netanyahu. Oleh karena itu, 
untuk mendongkrak perolehan suara agar tetap berkuasa, Partai Kadima melakukan 
berbagai macam cara, salah satunya yaa.. dengan memborbardir Gaza.


Sebagai informasi,
partai-partai besar di Israel merupakan partai-partai garis keras.
Program utama mereka adalah perang terhadap terorisme dan menolak total
dialog dengan pemerintah Palestina yang dipimpin oleh orang-orang
Hamas. Hanya sedikit partai-partai di Israel yang menyatakan perdamaian
dan menolak peperangan. Jadi tidak heran kalau penguasa Israel sekarang
melakukan serangan ke Palestina.

Namun ada yang aneh dari dialog di Metro TV sore itu. Entah memang
waktu dialog-nya yang terbatas atau ada interfensi dari pihak lain,
ketika si narasumber ini memaparkan lebih jauh latar belakang mengapa
Israel menyerang Palestina tiba-tiba saja di cut dan dialog dihentikan. 
Wallahu'alam.

Kembali
ke Gaza.. eh.. nanti dulu, kita lihat bagaimana dengan Dewan Keamanan
PBB. Hmm.. seperti biasa, Dewan Keamanan PBB kayaknya sudah menjadi
singa ompong. Dewan ini lagi-lagi gagal membuat resolusi untuk
menghentikan kebrutalan Zionis Israel di Jalur Gaza yang diusulkan oleh
negara-negara Arab. Biang keroknya, siapa lagi kalau bukan AS dan
Inggris yang memveto usulan resolusi itu. AS
dan Inggris tidak setuju dengan draft resolusi yang hanya menyebut
serangan-serangan Israel ke Gaza tanpa menyebut tembakan roket-roket
pejuang Palestina ke wilayah Israel. Mereka meminta draft resolusi diamandemen. 
AS
dan Inggris mungkin sudah lupa sejarah bahwa rezim Zionis adalah
penjajah di Palestina dan hal yang wajar jika para pejuang Hamas
menembakkan roketnya untuk melawan penjajah yang telah merampas dan
membantai rakyat Palestina. Mirip seperti Indonesia di masa perjuangan
Bung Tomo dkk dulu. Apakah kita salah melawan penjajah Belanda dengan
bambu runcing? Sedangkan mereka terus menerus melakukan agresi
militernya. Hadoooh...
Entahlah mengapa... rasanya saya sulit sekali membayangkan di zaman modern ini 
masih ada
peluru dan dentuman bom yang setiap hari "bernyanyi" di telinga kita.
Sulit sekali rasanya membayangkan mayat anak-anak tak berdosa tertimbun
reruntuhan bangunan akibat di bom dari pesawat F-16. Bahkan untuk
melukiskan keadaan ini di Jakarta masa depan (sketsa 1) saja sangat
terbatas kata-kata yang bisa di ketik.Maafkan
kami Gaza, Maafkan kami Palestina.. tidak banyak yang bisa kami perbuat
untuk membantumu. Tidak banyak yang mampu kami perbuat untuk mengobati
lukamu yang makin hari semakin bertambah.Hanya
doa, ya.. Kata Rasul, doa adalah senjata orang mukmin. Hanya itu yang
mampu kami berikan. Hanya doa, agar ALLAH menurunkan
malaikat-malaikatnya seperti di perang Badar untuk membantu umat muslim
meraih kemenangan. Demikian juga untuk perangmu yang kesekian ratus
kalinya. Semoga ALLAH menurunkan Malaikat-malaikat Badar-Nya.
Hanya
Boikot. Boikot produk-produk AS, Inggris dan negara-negara penjajah
yang bisa kami lakukan. Agar dana-dana yang kami belanjakan tidak
mengalir ke perekonomian mereka
yang kemudian mereka sumbangkan ke Israel dalam bentuk peluru, bom,
rudal dan tank yang akan menghancurkanmu. Hanya boikot, agar dana kami
bisa lebih bermanfaat untuk membeli pakaian, pangan dan obat-obatan
untuk sedikit menolongmu.
Hanya
semangat. Semangat yang menjelma dalam bentuk aksi demonstrasi yang
bisa kami lakukan. Semoga dukungan ini bisa menjelma menjadi butiran
cahaya-cahaya semangat di langit merah sagamu. Agar engkau tahu bahwa
engkau tidak sendiri. Agar engkau tahu bahwa saudara-saudara seimanmu
berada di pihakmu meski terbatas jarak yang sangat jauh.Hanya tulisan.
Ya.. tulisan ini, dan tulisan-tulisan lainnya yang terus menggiring
opini publik. Bahwa telah terjadi tragedi kemanusiaan (bukan lagi
agama, bukan lagi negara) di bumi syahidmu. Agar seluruh mata dunia
tahu, bahwa engkau saat ini sedang terjajah dan mereka (PBB, OKI, Liga
Arab, UniEropa, dll) bisa berbuat lebih daripada sekedar mengecam.Hanya takbir. 
Takbir yang bisa kami lakukan untuk memberimu semangat. ALLAHU AKBAR!!!



http://farizal-alboncelli.blogspot.com/




FARIZAL ALBONCELLI
 In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum

  Executive Secretary MGe-Event, www.mge-event.com

Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/, FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948





      







      

Kirim email ke