Assalamualaikum, 

rekan2 semua sekedar mengingatkan aja takut lupa2 gitu, kalo nggak salah ini 
kan bulan muharram ya...? ya iya lah.. masa iya dunk... hehe,, 

mau ngigetin ada hadist untuk puasa sunnah tgl 10 muharram gitu. Nah menurut 
kalender yang saya punya tgl 10 muharam itu hari rabu besok.. (07/01/09). 


Nah rasul juga bilang agar kita jangan cuma di tgl 10 aja, tapi menyelisih 
kebiasaan yahudi satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya, jadi bisa di 
hari selasa (06/01/09) dan rabu atau rabu-kamis... 

Nah buat temen2 yang biasa senin-kamis bisa digabung tuh...

Jadi mulai besok puasa deh sampe hari kamis... 

Nah di sela2 puasanya banyak2 doa dech..
 terutama untuk saudara2 kita di palestina... biar ALLAH turunkan 
malaikat-malaikat Badar-Nya di bumi Gaza... ALLAHU AKBAR!!!

visit My blog:

http://farizal-alboncelli.blogspot.com/



NB: Kutipan hadist2 tentang puasa Muharram


Bulan
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram, adapun bulan haram
itu adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab, hal ini telah
disebutkan di dalam Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman: 
"Sesunggunhnya
jumlah bulan di Kitabullah (Al-Quran) itu ada dua belas bulan sejak
Allah menciptakan langit dan bumi, empat diantaranya adalah bulan-bulan
haram" (QS. At Taubah: 36).

Diantara hari dari hari-hari yang
mulia dalam Islam adalah 10 hari pada bulan Muharram, karena mulianya
orang-orang yang senangnya menyelisihi syari'at pun ikut merayakannya
walau pun mereka rayakan dengan cara mereka sendiri-sendiri yang sangat
bertolak belakang dengan syari'at, dan ternyata hari tersebut juga
sangat dimuliakan oleh orang-orang Yahudi.
Para Sahabat Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam mereka mengerti dan tahu persis bahwa
orang-orang Yahudi benar-benar memuliakan hari tersebut, maka dari itu
mereka berkata kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- : "Ya
Rasulullah, sesungguhnya Asyura' itu adalah hari yang diagungkan oleh
orang Yahudi dan Nasrani", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
berkata: "Tahun depan insya Allah kita akan puasa (asyura')." 
(HR. Muslim(1134) dari Ibnu Abbas).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, Rasulullah shallallahu 
'alaihi wasallam bersabda: 

"Berpuasalah
pada hari Asyura' dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah
sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (Fathul Bari, 4/245. 
Imam Syafi'i juga menyebutkannya di dalam kitab Al-Umm).


Keutamaan Asyura'


Ibnu
Abbas radiyallahu 'anhu berkata: "Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan
puasa di hari 'Asyura. Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam bertanya,
"Hari apa ini?". Orang-orang Yahudi menjawab, "Ini adalah hari baik,
pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa
'alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
berkata, "Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi).
Maka beliau berpuasa pada hari itu 
dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya". (HR Bukhari No 1900)

Dan Aisyah radiyallahu 'anha, ia mengkisahkan, 
"Dahulu
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di
hari 'Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang
ingin 
(berpuasa 'Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak 
berpuasa) ia boleh berbuka". (HR Al Bukhari no 1897).

Dari
Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu Rasululllah shallallaahu 'alaihi
wasallam berkata: "Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan adalah 
puasa dibulan muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah 
shalat malam" ((HR. Muslim,1163).

Dalam
hadits lain beliau menjelaskan bahwa puasa pada hari 'asyura bisa
menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat, sebagaimana hadits
dari Abu Qatadah radliyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam ditanya tentang puasa Asyura', maka beliau menjawab: "Ia
menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296,
297).
Ibnu Abbas berkata : "Saya tidak pernah melihat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin
mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura') dan tidak pada suatu
bulan selain bulan ini 
(maksudnya: Ramadhan)." (HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).

Semoga
dengan keterangan yang sangat ringkas ini menjadi sebab bagi kita untuk
tidak mau ketinggalan dari memuliakan bulan Muharram, yang tentunya
kita memuliakannya dengan perkara yang telah disyari'atkan dan kita
memperbanyak melakukan amalan shalih di dalamnya, serta kita tidak mau
pula ketinggalan dari meraih keutamaan untuk melaksanakan puasa
asyura'. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk bisa berjumpa dengan
bulan yang mulia 
tersebut, dan semoga kita diberikan kekokohan dan
kekuatan sehingga kita bisa bersungguh-sungguh menyambutnya kemudian
kita melaksanakan.

FARIZAL ALBONCELLI 
In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum

  Executive Secretary MGe-Event, www.mge-event.com

Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/, FS:
 [email protected]
mobile: 021 950 42948


      







      

Kirim email ke