dari bincang2 dengan beberapa teman tentang penjajahan israhell, tampak masih
banyaknya diantara kita yang mungkin saja belum tahu ataupun terlupa akan
sejarah berikut ini
pengayaan informasi tentang sejarah negara ilegal israhell
Sejarah Berdirinya Negara Ilegal Israel
Kamis, 17 Januari 08 - by : abu-maula
SEJARAH BERDIRINYA NEGARA ISRAEL
Tujuan Instruksional
1. Mengetahui proses berdirinya negara Israel dengan menyebutkan poin-poin
penting yang melatarbelakangi pendiriannya
2. Membangun permusuhan di dalam dirinya kepada orang-orang yang
memusuhi Allah SWT, Islam dan kaum muslimin, khususnya kepada bangsa
Israel
3. Melakukan perlawanan kepada negara Israel melalui tulisan, ceramah dan
membantu bangsa Palestina dengan harta dan do’a.
4. Menyadari bahaya yang dilakukan oleh Yahudi melalui peperangan
bersenjata, media serta sarana lainnya yang akan merusak dan
menghancurkan kekuatan umat
A. Perjalanan sejarah bangsa Israel
Max I. Dimont, sejarawan Yahudi, dalam bukunya “Jews, God, and
History”, menulis, “Ketika, akhirnya, pada abad XII SM, bangsa Yahudi
menetap di sebuah negara yang dapat mereka sebut sebagai milik mereka
sendiri, mereka memilih sejalur wilayah yang merupakan koridor bagi
tentara imperium-imperium yang sedang berperang. Bangsa Yahudi haus
membayar pilihan ini, terbantai di medan pertempuran, dijual sebagai
budak, atau dideportasi ke negeri-negeri asing. Tapi mereka terus
datang ke tempat tua tersebut, membangun jalur pemukiman kecil baru
yang secara berganti-ganti disebut sebagai Kan’an, Palestina, Israel,
Judah, Judea dan sekarang Israel lagi”. Sebagai seorang ilmuwan Yahudi
dan juga mayoritas kaum Yahudi lainnya, Max I. Damon meyakini secara
aqidah bahwa palestina adalah milik bangsa Yahudi, karena nenek moyang
mereka pernah mendirikan sebuah negara disana.
Kawasan itu merupakan kawasan strategis yang menghubungkan antara
Asia, Afrika dengan Eropa. Dan dengan doktrin aqidah yang demikian
kental, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, bangsa
Yahudi tidak mengenal putus asa untuk kembali ke Palestina.
Kaum Yahudi sekarang, secara umum, terdiri dari dua kategaori
besar. Pertama, disebut bangsa Sam (Semitic), mengaku sebagai keturunan
nabi Ibrahim as, lazim juga disebut bangsa Kan’an. Yang kedua adalah
yang bukan Sam, seperti yang berkulit hitam dan sebagainya, bukanlah
keturunan langsung dengan nabi Ibrahim as.
Nabi Ibrahim as berasal dari Ur, Irak selatan, kemudian hijrah ke
Kan’an Palestina sekitar tahun 2000 SM, disitulah lahir nabi Ishaq as,
kemudian berputera nabi Ya’qub as, kemudian berputera nabi Yusuf as,
Kan’an ketika itu terhitung sebah desa, Al Qur’an menyebutnya baduwi
(QS 12:100).
Setelah nabi Yusuf as menjadi pembesar di Mesir, nabi Yaqub as
beserta seluruh keluarganya hijrah ke Mesir. Di Mesir mereka mengalami
kemajuan dan perkembangan, baik dari segi jumlah orang, maupun kekayaan
dan kedudukan. Setelah nabi Yusuf as meninggal dunia, kondisi sosial
mereka yang semula terhormat mulai bergeser, karena mereka meninggalkan
amar ma’ruf dan nahi munkar, serta jauh dari syariat nabi Yusus as.
Kerajaan Mesir yang tadinya mereka kuasai, diambil alih kembali
oleh penduduk asli Mesir dengan menghidupkan kembali Pharaoisme. Sejak
itulah bangsa Yahudi mengalami nestapa, mereka diperbudak berabad-abad
lamanya oleh bangsa Hykhos, nama sukun dari Asia dan kemudian oleh
bangsa Mesir sendiri.
Sesuai dengan kehendak Allah swt, kemudian nabi Musa as lahir, dia
keturunan bani Israel dari suku Levi, beliau diselamatkan Allah swt
dari petaka Fir’aun, bahkan menjadi putra angkat sampai menginjak
dewasa. Karena membunuh bangsa Mesir untuk membela orang Yahudi, nabi
Musa as melarikan diri ke Madyan dan menikah dengan seorang puteri nabi
Syu’aib as. Setelah selama sepuluh tahun bersama keluarga besar nabi
Syu’aib as, Allah swt memerintahkannya kembali ke Mesir, sebagai
seorang rasul yang diutus kepada bani Israel. Nabi Musa as pun
berdakwah menyebarkan risalahnya, sampai beliau bersama sejumlah
pengikutnya harus hijrah kembali ke Palestina, karena Fir’aun
berkehendak membersihkan mereka dari bumi Mesir.
Didalam al Qur’an 5:21-26, perintah menuju Palestina memang datang
dari Allah swt, tapi mereka enggan masuk ke Palestina meskipun dijamin
kemenangan oleh Allah swt, bahkan berani berkata tidak sopan kepada
nabi Musa as, maka Allah swt mengharamkan bumi Palestian selama empat
puluh tahun dan mereka terlunta-lunta di padang Tiih.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa hampir duaratus tahun bangsa Yahudi
terpontang-panting dikawsan tidak bertuan (padang Tiih) dan sekitarnya,
sampai nabi Daud as dan nabi Sulaiman as berhasil mendirikan kerajaan
di Palestina, tahun 1040-970 SM.
Kerajaan nabi Daud as yang kemudian dilanjutkan oleh nabi Sulaiman
as itu hanya utuh selama beliau masih hidup, setelah nabi Sulaiman as
wafat, kerajaan itu pecah menjadi dua, Kerajaan Yahuda dan Kerajaan
Israel.
Pada tahun 721 SM, kerajaan Israel ditaklukkan oleh Tiglath-Pileser
III, raja Assyyira. Pada tahun 586 SM, raja Nebuchadnezzar menaklukkan
kerajaan Yahuda. Seluruh bangsa Yahudi digiring ke Babylonia untuk
menjadi budak. Di Babylonia itulah para pemuka Yahudi menanamkan
doktrin ‘janji kembali ke kampung halaman’ kepada para pengikutnya.
Kemudian pada tahun 550 SM, hampir seluruh kawasan Palestina
diintegrasikan kedalam kekuasaan Persia. Ketika Alexander the greath
menguasai Palestina pada tahun 334 SM, Alexander membawa bangsa Yahudi
ke Yunani, dari sini mereka kemudian menyebar ke berbagai kawasan di
Eropa. Kemudian sejak tahun 160 SM diintegrasikan kedalam kekaisaran
Romawi.
Pengungsian besar-besaran bangsa Yahudi terjadi lagi pada tahun 66
M sampai tahun 70 M, setelah pemberontakan mereka terhadap penguasa
Romawi gagal dan Gubernur Romawi pada waktu itu, Titus membantai
puluhan ribu orang Yahudi untuk memadamkan pemberontakan.
Demikianlah seterusnya sampai kedatangan Islam pertama kali
dipimpin oleh Umar bin Khattab ra pada tahun 637 M, mengikuti
kemenangan Khalid bin Walid terhadap Romawi Binzantium di Damascus pada
tahun 635 M, Umar bin Khattab ra kemudian mewaqafkan Yerusalem dan
tanah Palestina kepada umat Islam seluruh dunia.
Pada tahun 1099 M tentara salib (crusaders) berhasil menguasai
Palestina dan kota Yerusalem, dengan membantai 70.000 penduduknya,
laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dengan ijin Allah swt, pada tahun
1187 M, pahlawan Islam, Shalahuddin Yusuf bin Ayyub mengembalikannya
kembali dalam pangkuan Islam dan tetap mempertahankannya, meskipun
selama lima tahun sampai 1192 M, harus berperang dengan seluruh
raja-raja besar Eropa seperti Richard (Inggris), Frederick (Jerman),
Leopold (Austria), Louis (Perancis), raja Sisilia, yang berusaha
merebut Yerusalem kembali, tetapi mereka tidak berhasil.
Dalam naungan Islam, negeri Palestina dan kehidupan antar bangsa
Yahudi, Filistin dan Arab mengalami perdamaian sampai negeri ini lepas
dari naungan Islam pada tahun 1917 setelah Inggris mengalahkan bani
Ustmaniyyah dalam Perang Dunia I, mandat Inggris ini dikokohkan dalam
konferensi San Remo tahun 1920, dan pembela Palestina yang utama hilang
bersamaan dengan runtuhnya bani Ustmaniyyah pada tahun 1924.
B. Beberapa karakter Yahudi didalam Al-Qur’an
Bila kita membuka Al Quran, maka pertama kali kita temukan adalah
surah Al Fatihah yang kita baca setiap kali shalat. Surah pertama itu
sudah mulai berbicara mengenai hakikat Yahudi, yakni mereka adalah
orang-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhubi-‘alaihim). Demikian pula
surah Al Baqarah , kita akan menemukan di dalamnya 83 ayat
berturut-turut berbicara tentang Yahudi, dimulai dari ayat 40 sampai
ayat 123. Kemudian disusul dengan puluhan ayat lainnya yang kesemuanya
menyoroti tingkah laku kaum Yahudi dalam beragam kondisi dan masalah.
Yang lebih menarik ialah, ayat-ayat tersebut mampu memberikan
gambaran sebagian besar sejarah bangsa Yahudi yang penuh kenistaan
serta memberikan kata kunci yang menjelaskan watak asli mereka. Kata
kunci itu terdapat dalam ayat 120 surah Al Baqarah yang artinya, secara
psikologis dan historis, mereka tidak pernah dan tidak akan ridha
terhadap uamt Islam. Meskipun pada waktu tertentu mereka memperlihatkan
sikap manis dan tutur kata yang halus, mereka tetap melihat uamt Islam
dengan penuh curiga dan dendam dan menganggap umat Islam merupakan
ancaman utama bagi eksistensi Yahudi.
Catatan sejarah mengenai hal ihwal Yahudi ini kita temukan secara
lengkap dalam Al Quran di pelbagai surah. Bahkan bani Israil adalah
umat yang paling banyak disoroti Al Quran daripada umat lain. Sebab
Yahudi adalah tipikal manusia unik. Perjalanan hidup mereka perlu
dijadikan pelajaran agar tingkah laku, pola pikir dan sikap
pembangkangan mereka terhadap kebenaran yang dibawa para rasul, serta
kecenderungan mereka melakukan kerusakan di muka bumi tidak terulang
kembali pada umat nabi Muhammad. Juga agar kelicikan dan pengkhianatan
mereka terhadap apa saja bentuk perjanjian dan dengan siapa saja, dapat
kita waspadai dan diantisipasi secara baik sedari awal.
C. Latar belakang berdirinya negara Israel
Bangsa Yahudi yang tinggal diperantauan, terutama di Eropa banyak
dibutuhkan untuk menjadi kuli bangunan dan memajukan perekonomian, yang
kesempatan itu menyebabkan mereka menjadi kelas menengah di Eropa,
tetapi mereka tetap menjadi orang asing di Eropa, tahun 500 M, mereka
diintimidasi di Spanyol, tahun 1300 M diusir dari Inggris, tahun 1400 M
diusir dari Perancis, tahun 1500 M diusir dari Spanyol. Pada abad
inilah Yahudi memperluas petualangannya sampai ke Eropa Timur, Rusia
dan Amerika Selatan.
Selama satu abad, 1600 M sampai 1700 M, kaum Yahudi berhasil
menguasai pasar dan perekonomian Eropa, dan bahkan mereka melibatkan
diri dalam pendalaman ilmu pengetahuan modern.
Akhirnya mereka mulai melihat titik terang yang akan menyinari
jalan ketika mereka hendak melangkah untuk kembali ke Palestina. Para
ilmuwan mereka mulai berfikir merumuskan teori revolusi yang akan
menghancurkan kehidupan manusia, dengan tujuan untuk mengacau dunia
sehingga mempermudah jalan menuju Palestina.
Pada tanggal 1 mei 1776, tokoh Yahudi Nathan Bernbaum, mendirikan
Zionisme Internasional, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika
dideklarasikan. Yahuda Kalai (1798 – 1878), tokoh yang lain mempertegas
perlunya negara Yahudi di Palestina. Izvi Hirsch (1795 – 1874), membuat
studi agar diaspora Yahudi bisa mendirikan negara di Palestina. Moses
Hess tokoh Yahudi membuat buku Roma dan Yerusalem. Theodore Herzl (1860
– 1904) membuat buku der Yudentaat (negara Yahudi) pada tahun 1896.
Untuk dunia Islam mereka tiupkan revolusi nasionalisme, melalui
Lowrence of arabica, mereka berhasil memecahbelah negeri Arab untuk
melepaskan diri dari khilafah Utsmaniyyah.
Meskipun Eropa dan Rusia sudah berhasil dikacaukan, penghalang
utama cita-cita bangsa Yahudi adalah khilafah Ustmaniyah, yang menjadi
penjaga setia tanah Palestina.
D. Sejarah berdirinya negara Israel
Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk
menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki
Palestina.
Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan
permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di
Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan “Pemerintan
Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah
ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”,
mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta
besar Amerika turut campur tangan.
Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi),
founder negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri
menemuai sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al
Quds. Permohonan itu dijawab sultan “Sesungguhnya imperium Utsmani ini
adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu.
Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”.
Melihat keteguhan sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga,
yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897
dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan khilafah
Ustmaniyyah.
Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya sultan pada tahu
1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas jamaah peziarah Yahudi di
Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi
harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada tahun 1901
sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada
Yahudi di Palestina.
Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap sultan
Abdul Hamid untuk melakukan risywah. Diantara risywah yang disodorkan
Hertzl kepada sultan adalah :
1. 150 juta poundsterling Inggris khusus untuk sultan.
2. Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta
poundsterling Inggris.
3. Membangun kapal induk untuk menjaga pemerintah, dengan biaya 120 juta
Frank
4. Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.
5. Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.
Semuanya ditolak sultan, bahkan sultan tidak mau menemui Hertzl,
diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim
pesan “Nasehati mr. Hertzl agar dia tidak terlalu serius menanggapi
masalah ini. Sesungguhnya saya tidak sanggup melepaskan kendati hanya
satu jengkal tanah itu, Palestina, sebab bukan milik pribadiku. Tapi
milik rakyat, rakyatku sudah berjuang memperolehnya sehingga mereka
siram dengan darah. Silahkan Yahudi itu menyimpan kekayaan mereka yang
milyaran itu. Bila pemerintahanku sudah tercabik-cabik, saat itu mereka
baru bisa menduduki Palestina dengan gratis. Adapun jika saya masih
hidup, maka tubuhku terpotong-potong adalah lebih ringan ketimbang
Palestina terlepas dari pemerintahanku. Kasus ini tidak boleh terjadi.
Karena saya tidak kuasa melihat tubuhku diotopsi sedang nadiku masih
berdenyut”.
Berbagai cara kotor dilancarkan Yahudi untuk menghancurkan dunia
Islam. Mereka mulai dengan menghancurkan Khilafah Utsmaniyah agar dapat
menduduki Palestina. Mereka melakukan lobi denan Inggris, Perancis,
Rusia dan Amerika.
1. Pada tanggal 1 mei 1776, tokoh Yahudi Nathan Bernbaum,
mendirikan Zionisme Internasional, dua bulan sebelum kemerdekaan
Amerika dideklarasikan.
2. Yahuda Kalai (1798 – 1878), tokoh yang lain mempertegas perlunya negara
Yahudi di Palestina.
3. Izvi Hirsch (1795 – 1874), membuat studi agar diaspora Yahudi bisa
mendirikan negara di Palestina.
4. Theodore Herzl (1860 – 1904) membuat buku der Yudentaat (negara Yahudi)
pada tahun 1896.
5. 1897, Konferensi Basel , Swiss yang disponsori oleh Hertzl, merumuskan
penghancuran Bani Ustmaniyah.
6. 1907, meningkatnya aktivitas Freemasonry untuk menjatuhkan Sultan Abdul
Hamid dari kursi khilafah.
7. 1917, perjanjian Balfour untuk memberikan Palestina sebagai tanah air
bagi Yahudi
8. 1927, meningkatnya pembangunan rumah dan gedung milik Yahudi di
Palestina atas bantuan Inggris.
9. 1937, Yahudi di Palestina mulai membangun kekuatan terorisme
bersenjata. Kemudian mereka mendapat bantuan senjata dan latihan
militer dari sekutu ketika terlibat dalam PD II
10. Nopember 1947, dikeluarkanlah resolusi PBB tentang pembagian
tanah Palestina anatara penduduk Palestina dengan Yahudi pendatang itu.
Kemudian menyusul pembubaran Ikhwanul Muslimin dan pembunuhan terhadap
Hasan al Banna yang banyak berperan membela Palestina.
11. 1956, Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel setelah gerakan Islam di
kawasan Arab dipukul.
12. 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Yahudi, demikian
juga dataran Tinggi golan dan Sinai. Terjadi setelah penggempuran
terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Quthb.
13. 1977, serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang
disponsori Anwar Sadat.
14. 1988, surat rahasia Yasser Arafat untuk mengakui eksistensi
Israel, berjanji hidup damai dengan Yahudi dan akan menumpas segala
aktivitas rakyat Palestina yang melawan Israel.
15. 1993 Perjanjian Gaza Ariha mengenai pemerintahan sendiri
interim bagi bangsa Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel.
16. 1994 Kesepakatan yang memberikan otonomi pertama kepada Palestina di
Tepi Barat dan Jalur Gaza.
17. 1995 Kesepakatan perluasan otonomi Palestina ke sebagian besar Tepi
Barat.
18. 1996 Pemilu pertama bangsa Palestina, Yasser Arafat terpilih menjadi
Presiden
19. 1997 Kesepakatan perluasan otonomi Hebron dan Tepi Barat.
20. 1998 Kesepakatan transfer 13 persen wilayah Tepi Barat dari Israel ke
Palestina dengan imbalan jaminan keamanan.
21. 1999 Kesepakatan Wye River II, di Mesir.
22. 2000 Pertama kali Paus ke Yerusalem dan membela perlunya tanah air bagi
Palestina.
23. 2001 Ariel Sharon menggantikan Ehud Barak
24. 2002 Israel membunuh pemimpin brigade al Aqsho, Raed el-Karmi.
D. Tokoh penting di balik berdirinya negara Israel
Beberapa tokoh penting dialik berdirinya negara Israel adalah :
Theodore Hertzl, Arthur J Balfour, David ben Gurion, Golda Meir, Gamal
Abdel Nasser, Moshe Dayan, Abdullah, Yasser Arafat, Anwar Sadat, Jimmy
Carter, Menachem Begin, Yitzhak Rabin, Bill Clinton,
Benjamin Netanyahu, Ariel Sharon dan lain-lain
E. Kejahatan Yahudi terhadap dunia terutama Islam
Beberapa kejahatan Yahudi terhadap Islam telah dijelaskan
terdahulu, antara lain dengan lahirnya ideologi Nasionalisme,
Kapitalisme, Marxisme, Komusnisme dan lainnya.
Menurut Dr Jusuf Qordhowi, dimasa yang akan datang tantangan
kejahatan besar Yahudi terhadap Islam adalah kejahatan Zionisme,
kejahatan Naturalisasi dan kejahatan Globalisasi.
“Dunia Islam kini sedang terbakar. Setiap kita berkewajiban segera
menyiramkan air sekalipun sedikit untuk memadamkan api yang bisa
dipadamkan, tanpa menunggu orang lain.” Syaikh Amjad Al Zahawi.
“ Israel akan berdiri dan akan tetap berdiri sampai Islam
menghancurkannya sebagaimana telah dihancurkan sebelum ini.” Imam
Syahid Hasan Al Banna.
Wallohu ‘alam, Depok 27 april 2001
Perangkum, Memed Sosiawan
Maraji’/Kepustakaan:
Abu Ridha, Palestina, Nasibmu Kini. Yayasan SIDIK, Jakarta, 1994
Ja’far, Fathuddin MA, Dunia Islam Versus Tata Dunia Baru. LPPD Khairu Ummah,
Jakarta,1994
Abu Ridha, Rencana Zionis Melumpuhkan Shahwah Islamiyah. Yayasan SIDIK,
Jakarta, 1995
Suleiman