HAMAS, Hentikan roketmu!!!
No Way!

”Sesungguhnya
kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap
orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang
musyrik.”
(QS Al-Maidah ayat 82)

Banyak
media memberitakan bahwa serangan Israel ke Gaza merupakan serangan
balasan dikarenakan HAMAS terlebih dahulu melancarkan roket-roketnya ke
Israel. Entahlah... kesurupan iblis apa media-media tersebut sampai
memberitakan hal memalukan demikian. Secara halus 'membenarkan'
tindakan Israel menyerang Gaza untuk membasmi pejuang HAMAS. Namun
sayang amat di sayang, fakta korban warga sipil yang sampai tulisan ini
saya ketik mencapai 850 orang yang telah syahid tidak
digembar-gemborkan oleh media.

Logika
amat sederhana pun bisa kita terima oleh akal yang paling bodoh untuk
membedakan mana yang penjajah, mana yang pejuang. Rekan saya pernah
mengatakan kepada adik-adik di SMP-nya untuk mensimulasikan penjajahan
Israel terhadap Palestina. Bayangkan saja anda memiliki rumah
sederhana, keluarga anda hidup tentram dan damai di dalamnya. Tetapi
suatu ketika, ada tamu berkunjung ke rumah anda kemudian tamu tersebut
mengajak keluarganya untuk ikut berkunjung ke rumah anda. Kemudian
tiba-tiba saja tamu ini mengusir anda dari rumah anda sendiri. Tentunya
secara spontan anda akan marah dan berusaha mempertahankan rumah anda
walau harus mengorbankan nyawa. Tetapi si tamu dan keluarganya ini
tetap saja bertahan di rumah anda dengan mengobrak-abrik rumah anda,
merusak barang perabotan anda dan menempati kamar anda. Tidak sampai
disitu, anda dan keluarga anda juga di sandera di sebuah kamar yang
gelap tanpa ada listrik dan air dan anda tidak dibolehkan keluar rumah
untuk sekedar membeli bahan makanan atau obat-obatan. Tentunya logika
wajar ketika anda berusaha melawan dengan berbagai macam cara agar si
tamu dan keluarganya ini bisa keluar dari rumah anda dan anda bisa
hidup tentram dan damai lagi bersama keluarga anda, bukan?

Kondisi
itulah yang tejadi di Palestina. Sebuah penjajahan terhadap suatu
negara berdaulat penuh di abad 21 ini yang menggunakan cara-cara kolot
dan barbar. Pencaplokan negara oleh suatu etnis dengan mengatasnamakan
'misi tuhan' yang kemudian mengaku-ngaku menjadi negara berdaulat dengan 
gerakan zionisme-nya dan dunia serasa dibuat bungkam.

Zionisme
sendiri berasal dari kata Ibrani “zion” yang artinya karang. Maksudnya
merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di atas
sebuah bukit karang bernama ‘Zion’, terletak di sebelah barat-daya
Al-Quds (Jerusalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam
agama Yahudi, karena menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan
menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih
akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”. Zion dikemudian hari
diidentikkan dengan kota suci Jerusalem itu sendiri.

Zionisme kini tidak lagi hanya memiliki makna keagamaan, tetapi kemudian 
beralih kepada makna politik, yaitu suatu gerakan pulangnya
‘diaspora’ (terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia
untuk kembali bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai
tanah-air bangsa Yahudi dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya.
Istilah Zonisme dalam makna politik itu dicetuskan oleh Nathan
Bernbaum, dan ‘Zionisme Internasional’ yang pertama berdiri di New York
pada tanggal 1 Mei 1776, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika-Serikat
dideklarasikan di Philadelpia. (ZA Maulani –Zionisme: Gerakan Menaklukan Dunia)

Jelas
terbeberkan sudah fakta siapa yang benar dan siapa yang penjajah.
Adalah wajar ketika HAMAS melancarkan serangan roketnya ke Israel
karena Indonesia pun ketika zaman perjuangan dahulu terus melakukan
perlawanan terhadap penjajah Belanda. Wajar ketika Brigade Izzudin Al
Qasam (sayap militer HAMAS) melakukan perlawanan bersenjata terhadap
serdadu-serdadu Zionis karena dulu Jenderal Sudirman, Teuku Umar, Bung
Tomo dan sejumlah pejuang kita lainnya pun melakukan gerilya ke markas-markas 
Penjajah.

Menjadi
aib yang memalukan ketika ada diantara umat muslim yang masih
menyarankan agar HAMAS menghentikan roketnya ke Israel agar Israel
menghentikan agresi militernya ke Gaza. Karena, itu sama saja
menyarankan agar menghentikan jihad fi sabilillah. Sama saja
menyarankan agar Jenderal Sudirman, Teuku Umar, Bung Tomo dan sejumlah
pejuang lainnya ketika zaman perjuangan dahulu menghentikan
gerilya-gerilya mereka untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Karena
dihentikannya roket HAMAS atau tidak pun sama saja bagi Israel. Mereka
akan tetap memblokade Gaza, menghentikan pasokan listrik, air,
obat-obatan, bahan pangan, membunuh warga sipil dan tetap akan menjajah
bumi Palestina. Jadi, silahkan pilih! Melakukan perlawanan jihad fi
sabilillah dengan balasan syurga atau berdiam diri dan terus menerus
dijajah dan 'menikmati' kedzaliman Israel. Isy Kariman Au Mut Syahidan Hidup 
Mulia atau Mati Syahid.

Mengutip pernyataan
Fauzi Barhum juru bicara Hamas. “Kami katakan kepada siapa saja yang
tidak menghendaki pembebasan Gaza atau pihak-pihak yang tidak
menginginkan Hamas menang, jika kalian tidak bisa berbuat sesuatu untuk
rakyat Palestina, maka diamlah! Karena kami mampu melindungi rakyat
kami dan membela tanah air kami!!" So, Suruh HAMAS hentikan roket? No Way!!!

HAMAS simbol-simbol perjuangan
Perlawanan umat Islam
dari penjajahan tirani Yahudi jahannam

HAMAS simbol-simbol perlawanan
Yang berlandaskan Iman
Berazaskan Al Quran dan Sunnah di jalan-Nya

Pengorbanan Syaikh ahmad Yassin
Jadi suatu catatan penting
Arti sebuah perjuangan
yang menegakkan kebenaran

Wahai negeri Palestina
Lahirnya para Syuhada
Yang mengharumkan bumi Islam
Bersemi di hati mewangi sampai akhir dunia
Nasheed by: I.R.A
HAMAS

"Kiamat
tidak akan terjadi sebelum kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Mereka
akan diperangi kaum Muslimin, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi
di balik batu dan pohon. Maka berkatalah batu dan pohon tersebut: Wahai
orang Islam, wahai hamba Alloh, ini ada orang Yahudi bersembunyi di
belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad, karena
pohon itu adalah pohon Yahudi”.
(HR.Bukhori-Muslim)


      

Kirim email ke