Hehehehe Mas-mas, weleh weleh, belum apa2 saya udah kena damprat saudara sendiri hiks hiks tambah sedih, tapi inilah perjuangan mas, selalu ada resiko
bukankah kita masih bisa sholat duduk kalopun gak bisa berdiri, masih bisa berbaring kaloupun gak bisa duduk, pake isyarat kaloupun gak bisa bergerak sama sekali bukankah pelacurpun bisa masuk surga hanya karena memberi minum anjing bukankah hanya membuang duri dari jalan pun bisa berpahala masih banyak logika2 kebaikan yang walaupun sedikit sangat berarti lakukan apa yang bisa kita lakukan, bukan berarti boikot pilih pilih mengejar ketertinggalan akan ilmu pengetahuan dan kualitas produksi itu wajib, tapi kerjakan apa yang bisa kita kerjakan hari ini logika perlawanan memang kadang memusingkan dan menyakitkan tapi itulah aksi dan bukan sebatas mencaci dalam logika perlawanan: keyboard bisa jadi senapan postingan email ke milis milis bisa jadi misil-misil kemampuan nge hack bisa jadi bom-bom dan boikot bisa jadi strategi pemutusan logistik musuh walau hanya satu sen dalam perlawanan ini kitalah sendiri yang menjadi komandannya jadi insyaAllah kami lakukan semaksimal yang kami mampu dan Allah SWT lah yang lebih tahu masalah itu nah, kalo si Mas masih suka makanan fastfood waralaba, yo monggo kita mah ke warung Buyung atau warung Ita d Lakemba aja atau Pizza Land d Haldon street hehehe atau bikin sendiri, sini tak ajari masak kalo mau, kebetulan saya ada sedikit bekal jadi koki juga, pake AMD untuk procesor untuk OS dan MS Office pake aja yang bajakan, kalo mau bisa saya kopikan, temen2 pembajak software udah bantu kita untuk aksi boikot, selain kasih nafkah mereka dan keluarga untuk anti virus pake yang bajakan juga, atau pake AVG free dan Avast free juga nah kalo si Mas di Jakarta ntar saya kenalin dengan kenalan yang jual software bajakan kalo udah kebeli yang asli ya jangan beli lagi dung, copy aja bajakan punya temen hehehe si Mas gak perlu takut dicaci maki, inikan plihan bebas kami mengajak bukan mengancam bersama-sama akan lebih baik akhirnya, terima kasih atas masukkannya tapi maaf, inilah salah satu cara perlawanan kami sekali lagi terima kasih -oiya, emailnya saya posting ke yang lain juga --- On Thu, 15/1/09, arahmadiali <[email protected]> wrote: From: arahmadiali <[email protected]> Subject: [kpii-australia] Re: URGENSI BOIKOT PRODUK AMERIKA Untuk Hentikan Kebrutalan Israel To: [email protected] Date: Thursday, 15 January, 2009, 8:30 AM Sekedar stress relief sedikit, jangan dimasukin ati ya... 1. Boikotnya pilih-pilih ya? Kalau di Boycott total bisa bisa, Mas Achmad Soediro gak selesai-selesai kul-nya. Wong notebooknya pake "Intel", OS-nya "Microsoft", word Processornya "Ms Office", Anti-virusnya "Norton" atawa "McAfee" yang kalau ditotal harganya bisa 5 tahun ngopi di Starbucks, atau beli segudang Coca-Cola/Pepsi. Blum kalau pulangnya yang kudu pake Boeing 767 dari si Kangguru Loncat, bukan Onta :)) Hati-hati ah, karena Allah tidak menyukai Muslim yang tidak sejalan antara perkataan dan perbuatan. 2. Cara positif lainnya: Jadi inget, ada perdebatan yang bikin senut-senut begini: what would you choose, to buy a product from those who believe in God, or from others who disbelieve in God? The answer is: to produce and consume them ourselves! Saya berfikir, kalau sekedar memboikot itu mudah. Tapi semua keunggulan itu dibangun dari pengetahuan yang baik. Oleh karena itu, kejar pengetahuannya, buat tandingannya. Seperti China dong... dia tidak boikot dengan cara tidak membeli, tapi dengan cara menandingi produk Amrik sono dengan produknya yang lebih murah tapi kualitas mirip-mirip lah. 3. Dilema Lain: Ada masalah lain dengan resto-resto yang katanya waralaba Amrik itu, mereka rata-rata bersertifikat halal. Dibanding resto-resto waralaba Indonesia yang banyak sekali tidak perduli ama halalnya. Apa lagi kalau resto-resto below average di pinggir-pinggir jalan itu, yang halalnya gak pasti apalagi thayyibnya. Kalau saya sih milih yang pasti-pasti aja. Pusing deh.... Demikian insight-nya. Silakan dicaci-maki :)) Salam, Anton yang mau buka resto halal belum jadi-jadi.

