Disarikan dari : http://www.republika.co.id/koran/14/26880.html
Senin, 19 Januari 2009 pukul 14:59:00
Presiden Ajak Masyarakat Gemar Berzakat
Zakat mampu mengatasi masalah
fundamental yang dihadapi Indonesia, yakni kemiskinan.
JAKARTA
-- Potensi zakat di Indonesia sungguh sangat besar. Berdasarkan hasil
penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, potensi zakat di
Tanah Air pada 2004 saja mencapai Rp 19,3 triliun. Sayangnya, potensi
yang sangat besar itu belum tergali secara optimal.
Untuk itu,
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak
umat Muslim Indonesia untuk berzakat. Menurut Presiden, berzakat
merupakan salah satu cara bagi Muslim Indonesia untuk membangun kembali
kejayaan peradaban Islam yang sangat mulia.
Presiden
menganjurkan agar kaum berpunya untuk menunaikan zakat bagi warga
miskin melalui lembaga-lembaga zakat yang ada di Tanah Air, seperti
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Gerakan berzakat dinilai Presiden
bisa mengatasi masalah fundamental yang dihadapi Indonesia dan
negara-negara lainnya, yakni kemiskinan.
"Saya mengajak umat
Islam Indonesia dan Baznas serta lembaga zakat lainnya untuk turut
serta membangun peradaban Islam yang mulia tersebut," ungkap SBY dalam
acara Tasyakuran Milad ke-8 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Auditorium
Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Baznas
dan lembaga zakat lainnya, papar Presiden, memiliki peran untuk
menggali dan mengumpulkan zakat. Menurut SBY, tugas yang diemban Baznas
dan lembaga zakat lainnya merupakan misi yang sangat luhur dan mulia.
Dana zakat yang terkumpul itu dapat digunakan untuk meningkatkan
kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.
SBY mengimbau semua
pihak agar membayar zakat secara benar sesuai kewajiban. "Mari,
berlomba-lomba berbuat kebaikan. Umat Islam di Indonesia ini sungguh
besar. Marilah, dengan zakat, kita kembangkan umat Islam. Islam tidak
menyukai orang yang mudah menyerah dan tidak berikhtiar serta
meminta-minta," tegas SBY.
Presiden berharap Baznas bisa
memperkuat, mempercepat, serta membangun kemitraan yang baik. SBY juga
mengingatkan agar Baznas menjalankan tugasnya secara amanah dalam
pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat. Pengelolaan dana zakat harus
dilakukan secara transparan.
Diungkapkannya, peradaban Islam
sangat mulia karena penuh dengan nilai, ukhuwah, keadilan, kebenaran,
dan kepedulian. Kehidupan Islam itu, lanjut SBY, penuh dengan kasih
sayang dan perdamaian. Ia mengajak seluruh anak bangsa untuk terus
membangun nilai-nilai luhur dan mulia tersebut.
Zakat dinilai
mengandung nilai kesetiakawanan, solidaritas sosial, serta budaya
tolong-menolong. ''Kita juga harus membangun keseimbangan antara
dimensi keimanan dan pengetahuan," ungkap Presiden. Presiden berharap
agar rakyat Indonesia terus berjuang dan berusaha untuk mewujudkan
sebuah masyarakat madani.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum
Baznas, KH Didin Hafidhuddin, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk
menggali potensi zakat yang sangat besar di Tanah Air. Salah satu
caranya, kata dia, dengan meningkatkan penggalian dana zakat di
lingkungan perusahaan swasta dan pemerintah (BUMN).
Menurut
Didin, sepanjang 2007, Baznas mampu mengumpulkan dana zakat sekitar Rp
770 miliar. ''Tahun lalu, meningkat menjadi Rp 930 miliar. Tahun ini,
kami menargetkan sekitar Rp 1 triliun,'' paparnya. Selama ini, kata
dia, dalam pengumpulan zakat, Baznas dibantu oleh Badan Amil Zakat
Daerah (Bazda), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan organisasi sosial
masyarakat lainnya.
Kini, Baznas telah mengantongi sertifikat
ISO 9001:2000 dari World Quality Assurance (WQA) internasional. Baznas
merupakan lembaga zakat pertama yang memperoleh sertifikat manajemen
mutu ISO untuk semua kegiatan. Memperingati Milad ke-8, Baznas
menganugerahkan Zakat Award kepada BAZ provinsi dan kabupaten/kota terbaik.
Dalam
kesempatan itu, Baznas pun menganugerahkan pin emas kepada Presiden SBY
sebagai pejabat peduli zakat. Selain itu, Baznas juga mengapresiasi
perusahaan peduli zakat. Peringatan milad sewindu Baznas itu juga diisi
dengan peluncuran program e-zakat oleh Presiden SBY. c63