Isu ini seharusnya bisa disikapi dengan bijak. (hehe.. mulai berlaku bijak nich) Ya walaupun saya katakan sulit untuk berlaku bijak karena memang jiwa-jiwa pemuda yang selalu kelebihan semangat, grusak grusuk, 'rusuh', bergejolak, dan segambreng dinamika perasaan dan pikiran yang menjadi satu menjadikan ia pribadi yang kritis dan idealis. Ya itulah mahasiswa.
Lihat saja komentar2 rekan2 ketika dikatakan FoSSEI itu kader buangan. Langsung dan kontan banyak yang protes, entah memang protesnya itu wajar ataupun terlalu berlebihan. Di sinilah semangat itu harus tetap dijaga. Semangat yang tentunya dalam koridor yang benar. Jangan fanatik buta. Fanatik dalam artian Karena memang kita anggota FoSSEI kemudian lantas ketika kader FoSSEI disebut kader buangan lantas marah2 tak terkendali. Mungkin ada hal-hal yang patut di instropeksi dari kader2 FoSSEI. Kenapa bisa ada yang menyebut kader FoSSEI adalah kader buangan. Teringat ketika masa kepemimpinan saya dan rekan2 tahun lalu. Banyak kader-kader FoSSEI serasa me-nomorkesekian-kan urusan FoSSEI, tentunya setelah urusan dengan organisasi lainnya macam LDK, KAMMI, HMI, partai, dll. Jadi yang ada di FoSSEI adalah tenaga-tenaga sisa. Rasanya di FoSSEI hanya sebagai pelampiasan kelelahan saja. Saya memang tidak menyebut kader buangan. Tapi kader sisa. Berbeda dengan buangan kalau sisa insya ALLAH masih bisa dimanfaatkan, tapi kalo buangan serasa nggak ada gunanya aja. Bisa siy.. paling2 di daur ulang.. hehe... afwan Ya gitu.. di FoSSEI jadi tenaga sisa aja... hhmm... Jadi kalo sekarang ada yang bilang kader FoSSEI itu kader buangan bisa jadi pertimbangan. Bukan maksud saya menuduh, tapi lebih ke arah instropeksi diri dan kemudian mulai berbenar untuk membentuk "kader2 buangan" itu menjadi kader2 Idaman. Caranya? Silahkan bagian kaderisasi di cek. Regional mana yang sudah menjalani DEI, FGD (mentoring) dan SET. Bagaimana kualitas dan kuantitasnya. Sangsi apa yang diberikan jika regional belum mengadakan alur kaderisasi ini. Berapa kader2 FoSSEI yang sudah mencapai tingkat nasional misalnya dalam hal prestasi, tulis menulis di surat kabar, dll Bandingkan dengan jumlah kader seluruhnya. bagaimana kualitas kajian di masing2 KSEI, apa yang kurang, kenapa kader ini nggak berkembang, kenapa si anu masih aja kurang faham terhadap ekonomi Islam padahal dia aktif di FoSSEI, dsb. Ini merupakan PR yang harus dipikirkan dan dikerjakan tim kaderisasi FoSSEI baik itu tingkat nasional maupun regional dengan bekerjasama dengan kaderisasi KSEI. Jadi jangan sampai adalagi kader FoSSEI yang terbuang, atau masuk FoSSEI karena memang nggak diterima lagi di KAMMI, HMI, LDK ataupun dilempar dari BEM. Wallahu'alam 2009/1/19 aditya rangga <[email protected]> > > Assalamualaikum... > > Menarik juga isu yang diangkat kali ini. Saya sebenarnya belum begitu paham > dengan istilah "buangan" yang digunakan dalam pembahasan ini. Apakah yang > dimaksud buangan adalah yang tidak diterima di organisasi lain sehingga > hanya FoSSEI yang mau menerima? Kalo yang seperti ini saya sih merasa > termasuk di dalamnya, karena dulu saya masuk KSEI karena minder dengan > anak-anak BEM, HMJ, dan bahkan LDK. Dalam bayangan saya, mereka itu > hebat-hebat! Hehe. Atau, apakah yang dimaksud buangan ini dalam arti gagal > dalam "pembinaan"? Ah, saya semakin tidak paham dengan yang kedua ini. > Istilah gagal dalam pembinaan selayaknya tidak pernah ada dalam kamus kita > bukan. kalo kita mengatakannya berarti ada rasa menyerah di dalamnya. > Namun bagaimanapun, tidak selayaknya kita melihat status buangan atau tidak > dalam gerakan dakwah ini. Yang terpenting adalah sejauh mana seseorang dalam > barisan gerakan ini mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi yang lainnya. > Inilah kata kuncinya! Cukuplah, ada semangat perubahan dalam kader kita. > Untuk menjadi insan yang terbaik dan menyinari dunia ini dengan kebaikannya. > Dalam ekonomi institusional, yang mencoba memperbaiki kelemahan asumsi > dalam ekonomi klasik, ada satu hal penting bahwa tidak seluruhnya bisa > digambarkan secara umum dan menyeluruh. Belum tentu, satu yang kita lihat > menggambarkan semuanya. Bisa jadi itu ada penyimpangan pada bagian kecil > saja, tidak cukup menggambarkan keseluruhan. Yang pasti, kita harus memulai > memandang saudara kita dengan wajah ceria dan prasangkaa yang baik. Sebelum > akhirnya kita membersamainya memperbaiki kelemahan-kelemahan yang masih ada. > Dan, inilah tanggung jawab kita, bukan menjadi tempat kita menumpahkan > kesalahan. > Sebuah kesimpulan dari saya: siapapun kader FoSSEI, biarpun orang lain > bilang kader buangan, asalkan memiliki semangat perubahan dan perbaikan, > asalkan bisa salling menjaga untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan > asalkan dia tetap bisa menunjukkan kahlak terbaik, cukuplah! Yah, kalopun > ada yang masih belum baik, kita ingatkan, kita jaga, kita ajak, untuk > menjadi baik, bukan malah kita tinggalkan. Begitu kan dakwah?? Biarlah orang > lain berkata sesukanya, kita tunjukkan bukan dengan kata-kata. > Wallahualam. > _________________________________ > ADITYA RANGGA YOGA :) > Presidium Nasional 4 FoSSEI > +62 813 2888 5856 > [email protected] > Shariah Economics Forum (SEF) > UNIVERSITAS GADJAH MADA > > > --- On *Sun, 1/18/09, halwa saidah <[email protected]>* wrote: > > > From: halwa saidah <[email protected]> > Subject: Re: {FoSSEI} KADER FoSSEI = KADER BUANGAN ??? > To: [email protected] > Date: Sunday, January 18, 2009, 7:57 PM > > AFWAN TIDAK SEMUA KADER FOSSEI SEPERTI ITU, > PENDAPAT ITU TIDAK BISA DIPUKUL RATA UNTUK SEMUA KADER FOSSEI, > DALAM ALUR KADERISASI FOSSEI SEMUA YANG JADI FENOMENA TERSEBUT SUDAH ADA, > MASALAHNYA ADALAH MAU TIDAK KADER MELAKSANAKAN ALUR TERSEBUT. PERBAIKI > AKHLAQMU WAHAI SAUDARAKU, JAGA SYARIAT ISLAM DALAM DIRI. > SEMANGAT UNTUK SEMUA KADER FOSSEI!!!!! JANGAN TERBAWA ISU-ISU NEGATIF!!! > JADIKAN INI PEJARAN BERHARGA!!! AGAR KELAK KADER FOSSEI LEBIH BERMANFAAT!! > !!! KADER FOSSEI BUKAN KADER BUANGAN, KADER FOSSEI ADALAH KADER IDAMAN. > TETAP BELAJARLAH UNTUK MENJADI MUHAJID EKIS YANG SEJATI YANG DAPAT > MEMBERIKAN MANFAAT PADA UMAT. SEMANGAT!!!! ! ALLAHU AKBAR!!!!!! > > > --- On *Sun, 1/18/09, Scei Fasih <scei_fa...@yahoo. com>* wrote: > > From: Scei Fasih <scei_fa...@yahoo. com> > Subject: {FoSSEI} KADER FoSSEI = KADER BUANGAN ??? > To: fos...@yahoogroups. com > Cc: mas.farizal@ yahoo.com > Date: Sunday, January 18, 2009, 4:22 PM > > KADER FoSSEI = KADER BUANGAN ??? > > Melihat kondisi teman2 di FoSSEI saat ini, tak seperti suasana ketika tahun > 2002-an dulu. ( by. Bg adi area/ mantan Koord Kasei unri ), tak jauh > beda dari tanggapan bg Adi area, teman2 di kampus ane juga bilang begitu, > kata mereka Kader FoSSEI adalah kader Buangan. Kader FoSSEI kader tak jelas. > ( ehm….panas jg kuping ini mendengarkannya, ringan jg tangan ini tuk > menahannya, dan gemetar jg hati ini merenunginya) , apa bener yg di bilang > teman2 di Kampus tadi? Apa yg membuat mereka berani mengatakan seperti itu? > (batinku bertanya2, apa benar kader fossei=kader buangan)???? > > "Lihat di sana kata mereka, kader fossei rapat ( syuro ) gk pake hijab, > lihat di sana kader fossei sibuk dengan acara2 nasional tapi kualitas > Tarbiyah & Ruhiyah minus, dakwah nya mana klu hanya Cuma Silaturrahim semata > tanpa Pengkaderan dan Pembinaan, Ukhuwahnya mana kalau sama2 kader pada > berantem pemikiran, ilmiahnya mana klu kader2 nya aja pada gk tau ekonomi > islam, fiqh muamalat, hukum zakat, dll." > What??? Benarkah begitu? batinku meraung menatap kepiluan, sakit mendengan > perkataan. Dan gundah memilhat realita yg ada. Apa benar KADER > FOSSEI=KADER BUANGAN??? > > > > > -- FARIZAL ALBONCELLI Executive Secretary MGe-Event www.mge-event.com Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948

