Simposium
Nasional TEMILNAS VII 2009
Tema
“Membangun Kurikulum Pendidikan Ekonomi dan
Keuangan Islam untuk Memperkuat Sumber Daya Insani dan Keuangan Islam dalam
Konteks Kedaerahan di Indonesia”
Deskripsi Simposium
Metodologi kajian kurikulum ini dilakukan
dengan analisis yang dianggap layak untuk memberikan gambaran adanya kebutuhan
sebuah kerangka kurikulum Nasional ekonomi Islam berdasarkan konteks kedaerahan
yang dapat menjadi acuan yang jelas bagi Perguruan Tinggi di Indonesia. Selain
itu ruang lingkup kajian ini juga memperhatikan setiap fakta dan kondisi yang
berkembang baik dari perguruan–perguruan tinggi yang ingin membuka konsentrasi
dan program studi Ekonomi Islam, maupun pihak lain seperti industri keuangan
Islam, dan para mahasiswa yang nantinya akan terjun langsung mengambil bagian
dalam perkembangan ekonomi Islam ke depan.
Simposium Nasioanal Kurikulum Ekonomi Islam Berdasarkan
Konteks Kedaerahan yang akan diselenggarakan Kelompok Studi Ekonomi Islam
(KSEI) ICON Universitas Udayana bekerjasama dengan Forum Silahturahim Ekonomi
Islam (FoSSEI) dalam kegiatan Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) VIII 2009
bertempat di Denpasar, Bali. Simposium ini melakukan studi komparatif antara
kurikulum yang ada di berbagai Perguruan Tinggi
di masing-masing Region di Indonesia. Simposium Nasional ini sendiri
dilakukan dengan sistematika tahapan:
1. Peserta Simposium terlebih dahulu melakukan penelitian dan menyusun
bahan presentasi tentang Kurikulum yang sesuai masing-masing daerah untuk
mewakili Region mereka. Bahan presentasi tersebut kemudian dibawa ke kegiatan
TEMILNAS VIII 2009.
2. Pada saat TEMILNAS VIII 2009, Simposium diawali dengan mendengar
pandangan para ahli dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Departemen
Agama beserta ahli akademisi Ekonomi Islam tentang pentingnya standardisasi
kurikulum yang dinamis dan berbasis kompetensi berdasarkan kedaerahan.
3. Setelah itu dilakukan Sidang Komisi: Untuk membahas setiap kurikulum
yang diajukan oleh para peserta dari setiap Region anggota FoSSEI.
4. Simposium sesi terakhir akan diadakan Sidang Panel: Yaitu merupakan
presentasi bergilir dari setiap usulan Kurikulum masing-masing Region yang
telah diperoleh dari Sidang Komisi ditambah dengan tanya-jawab dengan Forum
TEMILNAS. Sidang Panel ini dilakukan untuk penyeragaman, pemahaman dan persepsi
dari hasil-hasil yang diperoleh dari Sidang Komisi.
Hasil
Simposium dan Rekomendasi
Hasil Simposium Nasional kurikulum ekonomi Islam berdasarkan konteks
kedaerahan tersebut adalah diharapkan terumuskannya kurikulum Ekonomi Islam
yang dinamis, berbasis kompetensi dan menjadi standar serta rujukan bagi
Perguruan
Tinggi yang ingin membuka Jurusan/Program Studi Ekonomi Islam, baik Diploma,
S1, S2, maupun S3. Simposium Nasional Kurikulum Ekonomi Islam tersebut
merekomendasikan poin penting perlunya dukungan pemerintah dalam
menindak-lanjuti hasil simposium dalam penyusunan kurikulum yang berbasis
kompetensi dan dinamis, antara lain dalam penyempurnaan penelitian kurukulum
ini.
Selanjutnya,
pemerintah hendaknya kembali menggelar Seminar Kurikulum Ekonomi Islam yang
lebih komprehensif dan mendalam agar lebih dengan kebutuhan pasar yang semakin
berkembang pesat. Selain itu, dari seminar tersebut diharapkan peran pemerintah
(dalam hal ini DikTi DepDikNas) lebih berperan dalam mendukung studi Ekonomi
Islam
di Perguruan Tinggi, tidak saja dalam penyediaan kurikulum yang standar, tetapi
juga kemudahan dalam pemberian izin pembukaan program studi atau konsentrasi
Ekonomi
Islam serta melahirkan dosen-dosen Ekonomi Islam yang berkualitas.
Peserta Simposium
Peserta
simposium dibagi menjadi 6 komisi yaitu:
a) Komisi A terdiri dari Region yang ada di
Pulau Sumatera.
b) Komisi B terdiri dari Region JaBoDeTaBek
dan Jawa Barat.
c) Komisi C terdiri dari Region Yogyakarta
dan Jawa Tengah.
d) Komisi D terdiri dari Region Jawa Timur
dan Sunda Kecil.
e) Komisi E terdiri dari Region yang ada di
Pulau Kalimantan.
f) Komisi F terdiri dari Region yang ada di
Pulau Sulawesi dan Kawasan Timur Indonesia.
Masing–masing komisi membahas
konsep dengan tema yang sama.
Untuk persiapan simposium
nasional, setiap Regional mengadakan kajian/diskusi/simposium tingkat Regional
paling lambat tanggal 15 Februari 2009 dan hasilnya dikirim via email ke
[email protected] paling lambat tanggal
20 Februari 2009.
Jazakallahu Khairan Katsiran
____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/