Akhiri air mata kita Saat mata tak lagi punya indra Sudahi langkah kaki
kita Ketika raga tak lagi punya nyawa Tamatkanlah permbicaraan kita Pada
hari-hari yang bebal dari kosa kata Dan lengkapi sudah nyawa kita dengan
pelor Kala otak tak lagi punya cita-cita Sebab, dunia tak lagi punya
satu entry untukmu Dalam kamus terlengkap pelbagai akronim dan bahasa Dalam
ensiklopedia peradaban Negara-negara berkembang Dalam Catatan Panjang
keuangan Bank Dunia Sekalipun peta pembangunan Negara kita Untuk para
pengungsi di Ghaza dan Lebanon Untuk para manusia perahu dari Myanmar Untuk
anak-anak Yatim di Iraq Untuk benua hitam yang terik menyengat dalam panorama
Perbudakan dunia ketiga Atau Untuk bocah-bocah dekil di tiap lampu merah
Ibukota Kalau Peluru satu-satunya mediator Kalau arogansi dan dan hak
veto sebagai password kotor Dan Suku Bunga, virus ganas para aggressor
Atau uang kertas Terus-terusan kita
memelas Pada kuku jari Obama dan Bush Dan ditutup krisis keuangan dunia
Merobohkan gubuk kardus si Papa Merontokkan Istana batu pualam si kaya
Kawan, Akhiri air mata kita Kalau malapetaka telah berbahasa alam durjana
Akhiri langkah kaki kita Kalau jiwa telah kehilangan senyawa makna
Tamatkanlah pemikiran kita Kalau mereka sudah lebih berhak mengaku dewa
Maka Usailah Sudah perdamaian dunia Kalau manusia tak lagi punya asa
Tapi itulah kita Para manusia berwajah melayu Di sebuah negeri termakmur
alam rayanya Nun dulul kala para bangsa dari memuja hingga menjarahnya
Tapi itulah kita Para manusia Indonesia Yang lahir di abad prahara dan
bahasa malapetaka Tetapi bersikeras menantang langit dan memporak-porandakan
bumi seisinya Karena bukan kita yang berkuasa Para jongos dari dunia ketiga
“Tohk jadi pelacurnya saja sudah cukup berbangga “ Kata mereka, dulu.
Maka inilah realitanya Kisah
panjang dan melelahkan manusia Indonesia Yang dulu selalu miringkan ke bawah
topinya di jalanan ghiza,Tun Lebuh,Maydan Tahrir, Dan road Sixt Avenue seraya
berkata lirih “Aku Malu menjadi Orang Indonesia “ !!! Saat sang majikan
memperlakukan pulau-pulau Kami bak dagangan cuci gudang Dan wanita-wanita
Indonesia lebih bangga dan bahagia Sebagai komoditas lelaki penikmat binalnya
syahwat Dan paling vocal menentang pelbagai regulasi Yang membatasi
tololnya mimpi-mimpi. Mengencingi bangsa sendiri Di atas adat budaya Yang
Asia tak pernah merasa punya Dan memang bukan miliknya. Atau bagaimana
Arus Kas Rumah Tangga kita Kala para spekulan pun lebih berharga Dan pantas
disematkan seuntai anugrah piala Karena menopang rupiah Dari ambrolnya yang
paling mendekati Lubang hitam sejarah Lagi-lagi manusia Indonesia
terperangah parah Dengan jatuhnya Wall Street Dan panik tanpa sempat
berpikir lagi Kemana lagi akhir
pekan Lagi-lagi manusia Indonesia terperangah Parah Pada PHK merumahkan
ratusan ribu orang Be El Te tak ubahnya resep jitu Satu guru satu ilmu
Menuruni liang lahat Siapa cepat dia terkubur. Tapi kawan Tetaplah
akhiri air mata kita Karena kita akan kembali tertawa Usap sudah keringat
kita Karena kita akan kembali bahagia Teruslah kalian berjalan dan
melangkah Pada lentera Islam sepanjang lorong berduri tajam Teruslah
…teruslah kalian berjihad dengan tegar Karena esok kezaliman khan buyar
Karena Esok Ketidakadilan khan terkapar Dan Negara kita sejahtera itu bukan
utopia Maka teruskanlah pemikiran kalian Selagi harapan itu masih ada !
Yach kawan dengarkanlah ! Seluruh mahasiswa di penjuru ruangan Indonesia
Akhiri nanar merah mata kalian Lalu kepalkanlah tangan dan kembali
nyanyikanlah Semangat kemerdekaan dan spirit proklamasi Teruskanlah langkah
kaki kalian Karena Indonesia Barakah tinggal
Selangkah !!! Bogor Di Labkom .
Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/