pengetahuan tentang ekonomi islam sangatlah luas. dari muali aspek 
tauhid, hukum isalm, hukum dalam konteks keindonesian, ekonomi mikro 
islam, makro islam dal lain-lain. untuk mempelajari satu sub bab saja 
dibutuhkan kesungguhan dan ketelitian dikarenakan dalam ranah muamalat 
sedikit perbedaan saja bisa menyebabkan halal atau haramnya sesuatu. 

tapi bukan berarti hal seperti ini menjadikan kita untuk berputus asa 
salam belajar. jika tidak bisa meraih semuanya maka jangan tinggalkan 
semuanya. yang tidak boleh adalah kita setengah-setengan dalam 
mempelajari ekonomi islam dikarenakan kejar target untuk memenuhi 
kebutuhan pasar. hal ini ditakutkan akan menjadi bumerang jika sdm itu 
belum bisa beradabtasi dengan kesyariahan di lapangan.

disini kita harus bisa memilah antara pragmatisme dan idealisme. dan 
saya yakin dalam ekonomi islam idealismelah yang harus dikedepankan 
karena kita mengusung suatu misi yang mulia.

Kirim email ke