aslm. yup ane setuju sama antm, hal ini juga ane dapat pada saat seminar di FEUI yang pengisinya bang adi. dari sini bisa dilihat bahwa meskipun ekspor kita menurun namun konsumsi domestik kita tetap kuat ko, jika dipresentasekan sekitar 70%. nah memang pencatatan GDP sekarang tidak memasukan unsur tukang jamu pinggir jalan, tukang jagung bakar. namun pedagang kecil2 inilah yang punya kontribusi cukup besar lho. OK teman-teman semua semua semakin terlihat bahwa tidak akan lama lagi, raksasa yang bernama Indonesia akan bangkit dengan darah ekonomi syariah yang mengalir. Allahu Akbar
________________________________ From: riza rizki <[email protected]> To: lisensi <[email protected]>; fossei <[email protected]> Sent: Tuesday, March 17, 2009 9:26:46 PM Subject: {FoSSEI} Penguatan Ekonomi Domestik melalui Kacang,Teh botol, dan Jamu Baru-baru ini mungkin teman-teman sudah melihat iklan baru khususnya di media elektronik, tiga perusahaan nasional negeri ini yang meluncurkan iklan bersama dengan tajuk penguatan ekonomi domestik di tengah terpaan krisis global. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT Dua Kelinci, PT Sosro, dan PT Sido Muncul. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa ketiga perusahaan tersebut telah banyak memproduksi barang yang sudah cukup akrab dengan kehidupan kita sehari-hari khususnya sebagai mahasiswa. Bagi pencinta Bola misalnya pasti tak lengkap rasanya jika sedang menonton bola tidak ditemani dengan kacang garing dua kelinci. Khusus penggemar baso pasti di samping mangkok basonya biasa disuguhkan teh botol sosro. Atau pun bagi mahasiswa yang cinta begadang pasti salah satu ramuan rahasia penghilang masuk anginnya yaitu dengan minum tolak angin. Tanpa bermaksud promosi, niat baik yang dilakukan oleh ketiga perusahaan nasional tersebut perlu mendapat apresiasi yang baik mengingat kondisi perekonomian global saat ini. Saya mendapatkan informasi terbaru dari salah seorang guru saya di BI bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi kita sebenarnya sudah minus 3 persen dan bahkan tingkat ekspor kita sudah menurun drastis hingga 70 persen. Ini merupakan pukulan telak bagi kita khususnya dari sisi permintaan ekspor mengingat sebagian besar afiliasi ekonomi kita bergantung pada pasar luar negeri. Namun kita tidak perlu terlalu khawatir karena kita masih "diselamatkan" oleh populasi negara kita yang mencapai 230 juta jiwa. Ini merupakan surga bagi para pelaku bisnis untuk menggiatkan pasar domestik mengingat pasar luar negeri sedang mengalami lesu darah. Maka inti dari itu semua adalah dengan mengkonsumsi kacang, teh botol, dan jamu buatan Indonesia maka kita telah menggairahkan ekonomi kita yang tengah mengalami resesi di kuartal pertama 2009 ini. Mari buat imajinasi yang ada di pikran teman-teman semua tidak terpenjara selamanya sehingga mampu menjelma menjadi produk kreatif yang bisa memberikan kemaslahatan bagi umat.Amin Riza Rizky Pratama CEO LiSEnSi UIN SyaHid JKT 2008-2009 Be Provocative, Creative and Innovative ________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

