--- Pada Sel, 28/4/09, ali sakti <[email protected]> menulis:

Dari: ali sakti <[email protected]>
Topik: [ekonomi-syariah] Balada Orang Kaya & Orang Miskin
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 28 April, 2009, 6:42 PM











    
            
            


      
      balada orang kaya & orang miskin
 
pagi ini saya agak tertegun dan merenung lebih jauh ketika membaca satu ayat 
yang dibahas dalam sebuah buku kecil yang bercerita tentang nafkah, ayat 
tersebut surah Al Mukminun ayat 64, dimana Tuhan berfirman:

"Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah di 
antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong."

menerawang saya pada kondisi perekonomian global terakhir ini, krisis keuangan 
telah membuat khabar kesusahan muncul dimana-mana. tapi kalo ingin sedikit 
lugu, dan kemudian bertanya, siapa sih yang susah? siapa sih yang terus rugi 
karena pasar mortgage tiarap, pasar modal rontok, bank-bank tumbang? hmmm... 
orang-orang kaya bukan?!

saksikanlah bagaimana sentilan Tuhan pada ayat di atas secara ringan 
betul-betul dipertontonkan oleh dunia saat ini. orang-orang kaya susah (kalau 
tidak ingin dikatakan diazab oleh Tuhan), dan teriakan mereka memekakkan 
telinga semua orang di
 dunia. kesusahan mereka menyusahkan semua penghuni bumi. padahal susah itu 
definisinya cuma kekayaan mereka berkurang, bukan nasi mereka tidak tersedia 
lagi di meja. setiap kali krisis terjadi, orang-orang kaya itu yang membuat 
sibuk semua pihak, dari pemerintah, praktisi, akademisi sampai dukun-dukun di 
pelosok desa.

padahal sepanjang waktu atau bahkan zaman, mereka yang miskin sudah teriak 
sekuat-kuatnya sampai suara terakhir yang mereka punya. mereka teriak karena 
mereka tak temukan sesuap nasi selama berhari-hari. namun teriakan mereka 
tenggelam oleh canda tawa kaum kaya. teriakan mereka seperti pantun-pantun 
jangkrik di waktu petang, tidak layak di perhatikan karena mungkin tidak 
penting. teriakan mereka dianggap sebagai suara lumrah kehidupan.

dan akhirnya, wajah ekonomi adalah wajah keserakahan orang-orang kaya. kalau 
sudah seperti itu jangan mengernyitkan dahi, jangan pula keluar tanya dari 
lisan; kenapa sih ada orang jahat yang
 nyolong laptop di mobil saya? alasannya sederhana kata iwan fals, para pencuri 
itu timbul karena nasinya di curi.

tidakkah ini cukup membuat ekonomi sepatutnya konsisten memihak pada kebutuhan 
mereka yang miskin. sementara mereka yang cukup dan kaya tergerak untuk 
berakrab-akrab dengan mereka yang miskin. percayalah arah ekonomi Islam ingin 
mengarahkan prilaku manusia dan sistem untuk ada di garis kecenderungan itu. 
sampai nanti bisa kita saksikan dan dunia akui, wujudnya secara masif 
orang-orang kaya yang zuhud dengan hartanya dan jikapun ada orang-orang miskin, 
mereka qona'ah dengan keadaan mereka. dengan begitu orientasi semua penduduk 
alam hanya tertuju pada Tuhan mereka. wallahu a'lam.
 
ali sakti
abiaqsa.blogspot. com




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke