http://www.dakwatun a.com/2009/ agar-futur- tidak-menghantui /
 
Agar Futur Tidak Menghantui Oleh: Tim dakwatuna.com 


  

 
Tetaplah Semangat! Layaknya Juice yang Nikmat
dakwatuna.com - “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka 
sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah 
karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak 
(pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali 
Imran: 146)
Saudaraku…
Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, 
ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan 
tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang 
bersabar.
Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan umumnya terjadi 
karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi pada materi duniawi an 
sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan lemahnya disiplin -indhibath- 
terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah (harian). Adapun dalam dimensi fikriyah 
terlihat dengan lemahnya semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran 
adab islami menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti 
aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu longgar 
antar lawan jenis.
Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, 
kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para 
muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak 
jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu 
saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami 
degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.
Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit 
yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah. Yaitu penyakit futur atau 
kelesuan.
Saudaraku…
Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah 
bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.
Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja 
tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang 
mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik.
Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan 
malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk 
menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan 
siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20)
Karena itu Rasulallah sering berdoa:
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, 
jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik 
hariku saat bertemu dengan-Mu.”
Penyebab Futur
Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa 
penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya:
Pertama, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)
Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya 
kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal 
adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam 
ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).
Dalam hadits yang lain Rasul bersabda:
“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan 
dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)
Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan 
kontinyu.
Kedua, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas 
dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)
Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. 
Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut 
terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang 
menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. 
Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. 
Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.
Ketiga, memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup 
menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah)
Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul 
bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala 
menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)
Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan 
zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika 
berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada 
organisasi atau jamaah.
Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu 
baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing 
memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok 
kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: 
“Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”
Keempat, sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan 
kehidupan akhirat)
Saudaraku…
Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu 
diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat 
kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan 
tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi 
Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika 
sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak 
menangis dan sedikit tertawa.”
Kelima, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik 
dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)
Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam 
perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan 
Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang 
baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk 
melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, 
dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan 
hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi 
ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan 
kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya 
dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah 
membuatnya sedikit memiliki cahaya.
Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, 
tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
Keenam, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang 
syubhat, apalagi haram)
Ketujuh, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak 
mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)
Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha 
untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang 
Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa 
nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. 
Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk 
menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu 
“fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan 
“fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan 
siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap 
menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam 
perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan 
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap 
mereka.” (Al-Ahqaf: 14)
Kedelapan, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan 
orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)
Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik 
akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau 
tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat 
melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu 
Rasulullah bersabda:
“Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara 
kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
Kesembilan, spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam 
beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i)
Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang 
jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul 
kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. 
Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal 
ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.
Kesepuluh, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)
Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini 
terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. 
Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.
Cara Mengobati Kelesuan

Saudaraku…
Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.
Pertama, jauhi kemaksiatan 
Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa 
kepada kesesatan. Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. 
Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 
81)
Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan 
keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman:
“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan 
kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96)
Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam
Amalan siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu 
berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang 
tidak mendapat restu dari Allah.
Allah berfirman:
“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang 
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa 
mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan 
orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb 
mereka.” (Al-Furqan: 63-64)
Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik
Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu 
tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam 
terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan 
Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu 
memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.
Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan.
Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi 
berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya.
Firman Allah:
“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 
6)
Islam adalah Din tawazun (keseimbangan) . Disuruhnya pemeluknya memperhatikan 
akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa 
mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah 
berfirman:
“Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) 
dan pilihan. (Al-Baqarah: 143)
Kelima, melazimi Jamaah
“Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda 
Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang 
menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”
Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan 
pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah 
dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia 
dari kebosanan dan rutinitas.
Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang
Saudaraku…
Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui 
serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk 
menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman:
“Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena 
bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula 
menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 
146)
Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja.
Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan 
tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah 
(harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang 
ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga 
dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah 
dimengerti, insya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan.
Kedelapan, memilih teman yang shalih
Rasulullah bersabda:
“Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa 
ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah
Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta 
memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali 
untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.
Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka
Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, 
niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
Saudaraku…
Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi 
lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan 
Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena 
borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan 
Allah selalu menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bis shawab


      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke