Subhanallah begitu detail dijelaskan mengenai kemiskinan di Indonesia, lulusan 
ekonomi syariah. semoga dari ini semua kita para kader FOSSEI bisa 
merefleksikan diri apa kita sudah berkontribusi untuk perbaikan ini untuk 
tegaknya ekonomi islam walau cuma sosialisasi saja,

semoga dengan program-program yang kecil yang dilaksanakan oleh FOSSEI dapat 
sedikit demi sedikit merubah wajah dunia,

baik berupa program rutin dan terutama perbaikan SDI untuk Indonesia ke depan.

Jelas FOSSEI disini mempunyai peran penting untuk meningkatkan kualitas SDI 
karena pada saat mahasiswa inilah menjadi hal potensial untuk perbaiki diri

OK!!! Saudaraku seperjuangan di FOSSEI  tugas kita masihlah sangat panjang 
untuk perbaikan umat,

kita sebagai kader yang terbaik haruslah mempunyai semanagt lebih tinggi untuk 
perbaikan umat.

melalui sistem yang dibuat oleh pengurus FOSSEI. Yakinlah bahwa kita bisa 
memberikan yang terbaik untuk negeri ini,

SELAMAT MILLAD UNTUK FOSSEI!!!
Semoga semangat-semangat para pendiri FOSSEI tetap ada pada pengurus FOSSEI 
saat ini di Seluruh Indonesia.

SELAMAT BELAJAR untuk memaksimalkan potensi diri
SELAMAT BERJUANG untuk perbaiki negeri ini 

Wah jadi lebih semangat ni untuk prbaikan.

Semoga dengan bertambahnya umur FOSSEI semakin mendatangkan  keberkahan dari 
Allah
untuk tahun ke depan semoga FOSSEI lebih baik lagi.

Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari saat ini untuk 
perbaiki bangsa.

KADER FOSSEI adalah kader-kader yang telah dipanggil Oleh Allah, maka jangan 
pernah sia-siakan hal ini, ayuk bergerak bersama untuk PERBAIKAN..




--- On Wed, 5/13/09, Hendro Wibowo <[email protected]> wrote:
From: Hendro Wibowo <[email protected]>
Subject: {FoSSEI} Refleksi Perjuangan FoSSEI
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 13, 2009, 12:59 AM











    
            
            


      
      Assalaamu'alaikum Wr Wb



Refleksi Kedepan Perjuangan
FoSSEIOleh : Hendro Wibowo 
(Presidium Nasional FoSSEI 06-07 dan MPF 07-08)
  

   

Sudah 9 tahun lamanya, FoSSEI
berdiri suatu lembaga atau organisasi mahasiswa yang concern ekonomi Islam dan
merupakan lembaga mahasiswa satu-satunya yang concern terhadap da’wah ‘ilmi.
Menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa jika kita terlibat aktif didalamnya
untuk selalu memperjuangkan bagaimana wasilah da’wah ini tetap tegak dan jaya.
Hal yang menjadi landasan pemikiran suatu organisasi ini berdiri adalah dengan
system ekonomi yang diterapkan di negeri tercinta ini, sangat ironis sekali
Negara yang subur dan makmur, namun sangat disayangkan, masih banyak masyarakat
dinegeri ini yang hidup dibawah garis kemiskinan.

   

 

   

Sumber : Susenas BPS, 2006 (data diolah) 

Melalui data Susenas dari Biro Pusat Statistik
(BPS), bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih berkisar pada besaran 17,8%,
atau setidaknya jauh lebih baik dari fakta yang dikemukakan Bank Dunia
tersebut, dengan alasan bahwa perbedaan standar kesejahteraan yang digunakan
(BPS, 2006). 

   

Data diatas merupakan cermin bagi kita
bagaimana bisa memperjuangkan nasib rakyat agar tidak secara terus-terus hidup
di bawah kemiskinan, yang dimana kemiskinan ini bersifat struktural (kemiskinan
yang ada tidak hanya disebabkan oleh ‘budaya kemiskinan’ yang berimplikasi pada
lemahnya mental juang kelompok yang disebut masyarakat miskin tersebut, tetapi
juga disebabkan oleh ketidakadilan sistem).  

Ketidakadilan sistem yang diterapkan dinegeri
tercinta ini, merupakan panggilan bagi teman-teman FoSSEI (Mujahid dan
Mujahidah) untuk secara bertahap (tadarruj) merubah sistem ini menjadi lebih
baik. 

   

Disamping itu dampak lain, dengan adanya sistem
diatas sama sekali tidak mempertimbangkan aspek nilai dan moral dalam setiap
aktivitas yang dilakukannya, sehingga tidak mampu menciptakan pemerataan dan
kesejahteraan secara lebih adil. Yang terjadi justru ketimpangan dan
kesenjangan yang luar biasa. 

Langkah yang perlu di persiapkan; 

Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi
diatas, ada dua langkah yang bisa dilakukan; pertama, adalah perilaku (oknum), 
dimana langkah ini merupakan
langkah yang paling sangat sederhana, bagi FoSSEI selain mensosialisasikan dan
mempublikasikan ekonomi Islam. Karena FoSSEI berbasis mahasiswa yang terdiri 
dari kalangan intelektual,
yaitu mempersiapkan kader-kader yang potensial, kualitas dan kuantitas yang
memiliki penguasaan ilmu ekonomi yang berbasis pada syariah Islamiyyah dengan
sinergisme artinya kegiatan yang tergabung biasanya pengaruhnya lebih besar
daripada jumlah total pengaruh masing-masing atau satu persatu. 

   

Hal ini bisa diterapkan baik di perguruan tinggi masing-masing maupun
meluas hingga jangkauan tingkat menengah umum atau atas dan sederajat (SMU atau
SMA dan MA). Dengan salah satu pengembangannya adalah berbasis kurikulum. 

IAEI melakukan penelitian yang diharapkan bahwa kebutuhan SDI di Indonesia
untuk ekonomi Islam dalam jangka waktu menangah bahkan jangka panjang paling
tidak dibutuhkan cukup banyak kuantitasnya, artinya untuk mengisi industri
keuangan syariah yang sedang berkembang di Indonesia dan lainya yang masih
berkaitan dengan ekonomi Islam. 

   


 
  
     
  No
  
  
     
  Lulusan
  
  
  Jumlah
  
 
 
  
  Jangka Menengah
  
  
  Jangka Panjang
  
 
 
  
  1
  
  
  Doktor Ilmu Ekonomi Islam
  
  
  2596
  
  
  8400
  
 
 
  
  2
  
  
  Magister Sain/Magister Manajemen dalam Ilmu Ekonomi Islam 
  
  
  5192
  
  
  16770
  
 
 
  
  3
  
  
  Sarjana Ilmu Ekonomi Islam
  
  
  10384
  
  
  33540
  
 
 
  
  4
  
  
  Diploma 3 Syariah
  
  
  20768
  
  
  67080
  
 
 
  
  Jumlah
  
  
  38.940
  
  
  125.790
  
 


Sumber : IAEI 

   

Jika ini menjadi agenda utama, dimana
membentuk perspektif dan pandangan-pandangan ekonomi syariah dengan
mempertimbangkan peradaban Islam sebagai sumber. Artinya bahwa kondisi yang 
terjadi
di masa kejayaan peradaban Islam mempengaruhi terhadap pembentukan perspektif
dan pandangan ekonomi Islam, kemudian menjadi Insan yang mulia untuk melakukan
kegiatan ekonomi berdasarkan aturan-aturan syariah. 

Kemudian langkah kedua adalah
system, yang untuk selanjutkan dikomparasikan dengan sistem konvensional yang
ada, yang selanjutnya system ekonomi Islam diterapkan pada kondisi saat ini.. 

Dan Islam sudah menjelaskan bahwa
dalam aktifitas kita mencari, mengelola dan membelanjakan harta beberapa yang
harus dilakukan : berdasarkan regulasi mencakup (zakat, kharaj dan jizyah),
berdasarkan social (hibah, hadiah, infaq, sedeqah dan wakaf), berdasarkan jual
beli, investasi atau bagi hasil.

Jika satu saja, yakni di masalah
kemiskinan dan Islam menganjurkan untuk berzakat dan melakukan ibadah social
lainnya berupa infaq, Insya Allah masyarakat miskin dapat terbantukan dengan
system ini.

   

Inilah yang harus diperhatikan
bagi kader FoSSEI kedepannya agar tetap focus mendesaign suatu program kerja 
dalam
menjalankan roda organisasi, sehingga output yang akan dihasilkan menjadi jelas
dan berkualitas.

   

Wallahu’alam 




      "  Apakah saya bisa menurunkan berat badan?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
"
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke