Gaji 233 M Sebulan Menganggap Dirinya Bermewah-Mewahan Jika Makan Lebih Dari
Dua Lauk Dalam Satu Hidangan

 

 

 

Sejak lama saya mengenal [lebih tepatnya
beragama] Islam dan berusaha mengenal perjalanan hidup Rasulullah dan para
sahabat. Tapi saat saya membuka website 
http://spiritualpreneurship.com/?id=sirohproperti  saya mendapatkan fakta
Umar sang sahabat utama Rasul adalah seorang milyarder dengan penghasilan 233 M
sebulan. Meskipun penghasilan beliau sebesar itu, Umar ra
menganggap dirinya bermewahmewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu
hidangan.

 

Dalam sebuah pengajian, saya pernah mendapati
seorang ustadz menyampaikan: 

 

”Kita selalu mempelajari Sirah Nabawiyah dan
Sirah para Sahabat, akan tetapi kita selalu membicarakan masalah akhlaq,
keimanan, Tawakkat, ibadah dan pengorbanan mereka.”

 

”Kenapa kita tidak pernah menanyakan
bagaimana kehidupan mereka ketika dikatakan dalam Sirah tersebut bahwa Umar
menginfaq-kan separoh harta kekayaannya untuk perjuangan Rasulullah dan Abu
Bakar seluruh kekayaannya diinfaq-kan?”

 

”Seakan kita hendak meneladani semua perilaku
semua ibadah dan ketundukan para sahabat dalam mengejar Syurga dan tak pernah
kita mencontoh bagaimana para sahabat memenuhi kebutuhan keluarga dan mengapa
mereka bisa berinfaq demikian luar biasa?”

 

”Seakan-akan kita tak membutuhkan bekal untuk
hidup di dunia dengan mengabaikan pelajaran pola hidup mereka dalam menghadapi
kehidupan. Betul sekali keyakinan kita akan halnya para sahabat yang sangat
zuhud dengan dunia, akan tetapi mereka juga mengejar dunia dengan semangat luar
biasa.”

 

”Apakah kalian tidak ingat akan sebuah hadits
– beramallah kalian untuk kehidupan akhirat 
seakan-akan kalian akan mati esok hari dan beramallah kalian untuk
kehidupan dunia seakan-akan kalian hendak hidup selamanya?”

 

”Kalian yang ada di majelis ini, jangan hanya
akherat saja yang kalian kejar. Kalian menjadi Zuhud yang kebablasan. Kalian
tidak pernah bekerja untuk mengajar dunia kalian. Isyarat hadits ini adalah
bagaimana kita menjadi Muslim yang seimbang.”

 

”sementara di luar sana, kebanyakan manusia
mengejar dunia mati-matian, tapi lupa mempersiapkan kehidupan Akherat mereka,
meski tak semua diantara mereka menjadi kaya raya, tapi perlu kalian catat
bahwa banyak diantara mereka betul-betul melalaikan akheratnya.”

 

Saudara, itulah nasihat sang Ustadz.
Sayangnya kita sering lupa. Bahwa kita harus Kaya kalau mau naik haji. Diantara
kita jarang yang mempersiapkan kekayaan untuk naik haji. Diantara kita ketika
sudah memiliki kekayaan, banyak yang lupa untuk mempersiapkan diri menunaikan
ibadah haji.

 

Masih dari website tadi. Saya juga baru
menemukan daftar kekayaan para sahabat. Dan satu tauladan yang patut kita tiru,
meski Umar Ra memiliki penghasilan 233 Miliar sebulan, beliau menganggap
dirinya bermewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu hidangan...

 

Satu nasihat yang sangat baik untu kita
kapanpun dan dimanapun adalah agar kita tidak menghabiskan gaji yang kita teima
untuk konsumsi. Melainkan disisihkan untuk berinvestasi. Agar uang kita tidak
habis hanya untuk dimakan. 

 

Kalau menginginkan artikel lengkap silakan
klik di http://spiritualpreneurship.com/?id=sirohproperti


 

 




      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke