Semakin Gaul dengan Ekonomi Syariah
 

Bertempat di aula fakultas ekonomi universitas pancasila ,Depok.
Dilaksanakan acara talkshow pelajar yang mengambil topik Makin Gaul dengan
Ekonomi Syariah oleh FoSSEI Regional Jadebotabek hari sabtu, tanggal 16 Mei
setelah selang dua hari setelah hari Milad FoSSEI.
 

Dengan mengambil topic seputar dunia pendidikan dan Ekonomi
Syariah, ditampilkan tiga pembicara dari mulai Ali Sakti M.Ec yang juga
menjabat sebagai dewan peneliti senior BI, bapak Muhammad Karebet Widjayakusuma
yang juga direktur SEM Institut dan terakhir dari kalangan mahasiswa, Fauzul
Azmi Zen yang juga menjabat sebagai Presidium Nasional FoSSEI Bidang CoCODA.
 

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, pada sesi pertama
tampil bapak Muhammad Karebet Widjaya Kusuma dengan judul presentasinya 
“Ekonomi Islam rahmatan lil alamin Vs
Ekonomi Kapitalis, Solusi destruktif”. Dalam pemaparannya yang kurang lebih 20
menit berpusat pada pengenalan rancang bangun Ekonomi Islam dan perbandingannya
secara system dan konsep dengan Ekonomi dewasa ini yang berkiblat pada ideology
kapitalisme. “ . “Ketika kita
memperkenalkan dan memperjuangkan EkonOMI Syariah maka sudah selayaknya kita
tak berhenti pada satu aspek namun terkait juga dengan aspek lainhnya hingga
terbangun secara utuh sebagai sebuah system Islam yang syummul dan
komprehensif”tambah Pak Karebet  yang
menamatkan pendidikan S1 nya di Institut Pertanian Bogor dan tengah mengambil
S2 ini ke University of Malaya ini. 

Sebelum beranjak pada sesi berikutnya, pesertany yang
kebanyakan berasal dari SMK dan SMA sejadebotabek ini sempat dihibur oleh
penambilan team nasyid dari Voice of Moslem yang berasal dari  teamn nasyid 
Rohis SMU 49. Team nasyid yang
mengambil dua nasyid yang sebelumnya sudah dikenal popular di kalangan
masyarakat umum seperti shalawat badar bahkan nasyidnya  Justice Voice “jangan 
mpet-mepet “ mengundang
antusiasme pelajar lebih riuh rendah.
 

Dengan kembali dimoderatori oleh Bang Ferry Hidayat yang
juga aktif di lembaga pendidikan bahasa asing LIA, sesi kedua diisi oleh Pak
Ali Sakti. SE M.Ec yang juga menjabat sebagai peneliti senior BI menyambung
pemaparan yang telah dipaparkan oleh pembicara sebelumnya, Pak Muhammad Karebet
Widjaya Kusuma, seputar kebobrokan perekonomian kapitalisme dunia yang sebagian
besar sumber daya alam hanya dikuasai oleh segelintir orang dari Negara-negara
industry maju. Lebih lanjutnya, beliau menjelaskan dengan adanya system yang
digunakan oleh perbankan syariah membuat sistem yang kebal dari krisis dunia
seperti saat ini. “Dengan akad bagi hasil
dan menitipkan dengan akad wadi’ah dana bank syariah tidak pernah mempunyai
entri krisis sebagaimana yang dikenal akrab dalam perbankan konvensional dengan
negative spreadnya “ papar beliau lugas.
 

Lebih jauhnya, beliau menjelaskan juga mengapa kita perlu
hijrah dari bank konvensional ke bank syariah , karena, katanya “menabung di
bank konvensional sama dengan andil ikut serta berpartisipasi mengguncang
perekonomian dunia dan permainan spekulatif dana nasabah di pasar modal yang
efeknya sangat serius pada kestabilan mata uang rupiah kita.


 

Selain itu, dalam pemaparannya yang sangat dalam dan
mencerahkan sekitar 20 menit, pak Ali Sakti menjelaskan keterkaitan bunga
dengan inflasi sesuai logika Al Qura’an. “Semakin
bertambahnya obligasi yang diambil dan dibeli oleh masyarakat seharusnya dalam
logika konvensional akan menambah kekayaan dan ketika kekayaan itu telah
bertambah seharusnya bisa lebih banyak membelanjakan lagi. Namun di saat yang
sama pasar barang semakin nihil dan terjadilah inflasi itu “ tekan,
Peneliti Yunior yang juga aktif mengisi pelbagai kajian Ekonomi Islam di
kampus-kampus ini . lebih lanjut lagi, dari 14 abad yang lalu Qura’an telah
menjelaskan logika tentang riba “ Logikanya menurut Al Qura’an, Setiap kekayaan
yang bertambah dengan jalur riba maka sejatinya setiap kekayaan bertambah
sebesar  10 % telah berkurang sebesar 5%
“ tambahnya lagi. 

Keterkaitan dengan dunia pelajar, bagi beliau tak bisa
dilepaskan dari realitas demand di industry perbankan syariah yang kian
meningkat,. namun , kata beliau, selama ini tantangannya adalah adanya
ketimpangan antara dunia pendidikan Ekonomi Syariah yang baru marak sekarang
dengan realitas Industri perbankan syariah yang telah berjalan selama dua puluh
tahun . 

Selain itu yang beliau tekankan adalah Ekonomi Islami bukan Ekonomi
Halal. Dengan fondasi aqidah dan akhlak bukan seorang yang berekonomi dengan
terlalu banyak berkecimpung dalam imu-ilmu njelimet, sambungnya lagi.


 

Tampil sebagai pembicara ketiga perwakilan dari mahasiswa,
Fauzul Azmi Zen, mahasiswa jurusan Akuntansi Islam STEI Tazkia yang juga
menjabat sebagai Presidium Nasional FoSSEI CoCoDA, lebih banyak memperkenalkan
FoSSEI sebagai satu-satunya pergerakan mahasiswa yang bergerak di dunia Ekonomi
Syariah juga mempunyai visi membumikan Ekonomi Syariah itu sendiri.


 

Acara berakhir menjelang azan ashar , dengan ditutup doa
oleh seorang kadiv sumber daya insani FoSSEI Jadebotabek

(cordova)




      Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke