Assalamualaikum Hahahahahaha ternyata memang sudah firasat dan benar tak lain rekayasa kalangan liberalis dan sekuler ja yang berdiri di balik Tempo dengan sosok Goenawan Mohammadnya
Saya sudah berhusnudzan dengan Keluarga Besar penggiat Ekonomi Islam FEUI karena memang secara kedekatan hubungan bilateral telah lama hubungan silaturahim sudah dijalin antara Tazkia dengan FEUI especially, KSEInya KSEI Progres dengan KSEI Shine UI . Yah inilah manfaat dan barakahnya dari energi silaturahim yang telah terikat sehingga bisa dengan mudah membuang mudharat yang lahir dari hasad dan fitnah Saya rasa adalah bijak juga kalau kita menuntut Tempo atas nama propaganda gelap dan mengabaikan etika. saatnya supremasi Hukum juga satu sisi bisa ditegakkan untuk sejumlah media seperti Tempo ini. Tempo punya banyak catatan gelap dan pengalaman buruk dengan ummat Islam di Indonesia dalam pemberitaan yang merugikan ummat. so kedepanya kita lebih banyak tabayyun aja dan tetap menjalin lebih dekat hubungan silaturahim wassalam --- Pada Rab, 27/5/09, Ilham Reza <[email protected]> menulis: Dari: Ilham Reza <[email protected]> Topik: {FoSSEI} Fw: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009 (Klarifikasi) Kepada: "FoSSEI FoSSEI" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 27 Mei, 2009, 9:51 PM Ini ada klarifikasi pernyataan Pak Fiz oleh Pak Mustafa Edwin (Ketua Umum IAEI) --- "Islamic Bank is not only about Halal and Harm area but also Must give Benefit to the Society" (Ilham Reza Ferdian) --- On Wed, 27/5/09, Miranti Kartika Dewi <miranti_k_dewi@ yahoo.com> wrote: From: Miranti Kartika Dewi <miranti_k_dewi@ yahoo.com> Subject: Fw: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009 To: iref....@gmail. com, "ilham reza ferdian" <reza_...@yahoo. com> Date: Wednesday, 27 May, 2009, 9:43 AM --- On Tue, 5/26/09, mustafa_nas@ yahoo.com <mustafa_nas@ yahoo.com> wrote: From: mustafa_nas@ yahoo.com <mustafa_nas@ yahoo.com> Subject: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009 To: "Pebsgroups" <pebs-f...@yahoogrou ps.com> Date: Tuesday, May 26, 2009, 5:42 PM Saya sudah check langsung ttg kebenaran berita tersebut, ternyata tempo memelintir pernyataan pak Fis dan ingin mengadu domba para pegiat eko Islam. Tidak benar dekan menyatakan seperti itu. Berita itu adalah sensasi yg dibuat tempo unt mempertahankan oplah mereka. Suatu cara yg tidak etis dan bermoral.Powered by Telkomsel BlackBerry®From: Miranti Kartika Dewi Date: Tue, 26 May 2009 17:09:09 -0700 (PDT) To: Milis PEBS<pebs-f...@yahoogrou ps.com> Subject: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009 Mudah2an yang dimaksud Pak Fiz tidak seperti tertulis oleh komentar berikut ini.. From: Faozan AmarDate: 05/26/09 15:35:03To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. comSubject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Kemasan Syariah Kurang MenarikMasyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan menarik. "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini. Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga. Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional. "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009. Lihat! http://upcoming.yahoo.com/event/2166746/

