Pada dasarnya, 100 hari dijadikan tolok ukur keberhasilan perkembangan suatu
organisasi. Untuk itu, kami (Regional Jabar) mencanangkan Program 100 Hari
kinerja agar dapat menjadi bahan renungan bersama sudah sejauh mana
perkembangan FoSSEI Jabar setelah pergantian Kepengurusan ini.
Untuk File LPJ silahkan di download di attachment!
________________________________
Regional Jawa Barat : Antara Hari ini, Kemarin, dan
Esok
Oleh : Abdul basit
Koordinator Regional Jawa Barat
Alhamdulillah segala puja dan puji hanya kepada Allah, pencipta
semesta
alam yang memudahkan jalan bagi semua mujahidnya termasuk mujahid ekonomi
Islam. Salam dan shalawat semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad
SAW, Nabi akhir zaman dan suri tauladan bagi semua pejuang ekonomi Islam
diseluruh penjuru alam.
Malam berganti dengan siang.
Matahari dan bulan datang silih berganti sesuai dengan sunnatullah yang
diatur oleh Sang Pencipta Alam. Malam tidak akan mendahului siang. Begitu juga
dengan siang, tidak akan datang mendahului malam. Ini menandakan bahwa dalam
proses perjalanan pendewasaan manusia, memiliki tahapan-tahapan yang harus
dilalui.
Antara tahapan satu ke tahapan yang berikutnya harus dilalui dengan tertib dan
terarah sesuai dengan langkah kebijakan yang telah ditentukan di awal
kepengurusan.
Tanggal 23 Februari 2009 yang lalu,
menjadi sebuah hari dimana dimulainya sekelompok anak muda untuk menjalankan
roda amanah memimpin organisasi yang akan mengguncangkan dunia dengan semangat
perjuangannya mengusung ideologi Ekonomi Islam untuk kemakmuran dan
kesejahteraan bangsa. Amanah ini bukanlah sebuah amanah yang ringan. Namun
sebuah
amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya bukan hanya dihadapan para
kader lainnya, lebih jauh lagi kelak akan dimintai pertanggungjawabannya
dihadapan mahkamah Allah swt.
Selama 100 hari, tepat pada tanggal
4 Juni 2009, telah banyak hal yang dilakukan dalam kepengurusan FoSSEI Regional
Jabar. Selama awal kepengurusan ini, semua program kerja dititikberatkan pada
upaya penyatuan persepsi, gerak, dan langkah perjuangan KSEI yang ada di bawah
naungan Regional Jabar. Pertama, dimulai dari silaturahmi keliling ke KSEI-KSEI
membuka kembali silaturahmi yang terputus selama ini. Alhamdulillah, dengan
berjalannya silaturahmi tersebut keberadaan FoSSEI Regional memiliki pengaruh
yang kuat yang diharapkan dapat dirasakan oleh kader-kader di KSEI.
Selanjutnya, dengan adanya Temilnas di Bali dan diikuti agenda Kamnas, menambah
keakraban dan kedekatan antara Regional dan KSEI. Banyaknya permasalahan dan
keluhan dari KSEI-KSEI pun telah ditanggapi dengan suksesnya pelaksanaan
Lokakarya KSEI pada tanggal 9 Mei 2009. Dengan adanya Lokakarya ini diharapkan
menjawab kekhawatiran KSEI tentang bagaimana petunjuk pelaksanaan pengelolaan
KSEI itu. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa follow up Lokakarya masih jauh
dari sempurna. Masih ada sekitar 9 (sembilan) bulan lagi bagi kepengurusan
Regional untuk melanjutkan sisa amanah ini. Semoga Allah senantiasa memudahkan
dan melancarkan segala daya dan upaya BPH Regional untuk terus melakukan
terobosan-terobosan yang selanjutnya dengan berbagai aktivitasnya dapat
mengangkat FoSSEI menjadi organisasi terdepan dalam perubahan untuk membumikan
ekonomi Islam di Jawa Barat.
Jika dulu di awal kepengurusan
belum ada komunikasi yang intens dengan pengurus-pengurus KSEI, namun kini,
hari ini, kita dapat melihat geliat perkembangan di Regional Jabar. Ditunjang
dengan adanya rapat Regional yang selalu digelar hampir setiap seminggu sekali,
optimis untuk menyambut kebangkitan dakwah Ekonomi Islam di Jabar pun dapat
dirasakan. Alhamdulillah, sampai saat ini ada beberapa Universitas yang
menyatakan
diri bergabung dengan FoSSEI. Bahkan diluar prediksi sebelumnya bahwa di awal
kepengurusan, target pertumbuhan KSEI yang diharapkan adalah adanya 2 KSEI baru
yang terbentuk dan bergabung bersama FoSSEI Regional Jabar. Namun ternyata
dakwah ekonomi Islam mendapat sambutan hangat di 7 (tujuh) Perguruan Tinggi di
Jawa Barat dan telah ada 5 (lima) KSEI baru yang terbentuk serta 2 (dua)
Perguruan Tinggi yang masih dalam proses pembentukan. Jika dihitung, kenaikan
jumlah KSEI pada 100 hari ini hampir dapat dipastikan meningkat 87,5%. Namun
kenaikan jumlah KSEI saja belum cukup jika tidak diikat dengan komunikasi dan
kerjasama yang baik antara Regional dan KSEI. Maka dari itu, mengemban amanah
untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kesolidan KSEI merupakan sebuah
tantangan yang tidak mudah.
Sesuai dengan agenda rapat kerja
(Rakereg) pada tanggal 1 Maret 2009, setidaknya ada 3 (tiga) agenda utama di
kepengurusan Regional ini yaitu,
1. Membangun soliditas KSEI di Regional Jawa Barat
2. Memprakarsai terbentuknya lembaga pendanaan mandiri berbasi
syariah di tiap KSEI
3. Membentuk desa / sekolah binaan sebagai wujud aktualisasi
ekonomi Islam untuk umat
Agenda pertama
dapat dicapai dengan sangat memuaskan dalam waktu 100 hari ini. Komunikasi dan
koordinasi dengan KSEI bukan jadi masalah utama lagi. Hampir dapat dipastikan
bahwa semua KSEI telah mengenal BPH Regional meskipun komunikasi itu sebagian
besar dengan pengurus inti KSEI. Namun setidaknya ada perkembangan dari
kepengurusan Regional sebelumnya. Kedepannya, dengan banyaknya jumlah KSEI ini
membutuhkan jaringan koordinasi dan komunikasi yang intens. Kemungkinan besar
rapat-rapat kerja, silaturahmi (kunjungan ke KSEI), dan komunikasi via media
elektronik masih menjadi sarana efektif untuk menjalin komunikasi antara
Regional dengan KSEI.
Agenda kedua
ternyata mendapatkan sambutan yang hangat dari setiap KSEI. Bahkan beberapa
KSEI memiliki agenda khusus yang sudah tercanangkan untuk membuat BMT atau
lembaga pendanaan lain yang dapat memfasilitai KSEI untuk mengplikasikan
sebagian ilmu Ekonomi Islam untuk menjadi sebuah solusi di masyarakat. KSEI
yang insya Allah akan membentuk BMT (atau sejenisnya) adalah IMEIs, SCIEmic,
dan AEC. Semoga regional dapat memfasilitasi program-program dari KSEI
tersebut. Langkah berikutnya dari regional adalah tinggal menjalin lembaga
bisnis lain untuk dapat bekerjasama dengan Regional dalam mengembangkan dan
membentuk BMT atau Lembaga bisnis lainnya.
Agenda ketiga
Regional untuk membentuk desa binaan maih jauh dari harapan. Kemungkinan saat
ini membangun ketahanan internal lebih dibutuhkan dari pada harus mengadakan
kegiatan di luar. Masih banyak KSEI-KSEI yang membutuhkan uluran bantuan dari
Regional. Namun, titik terang dari permasalahan ini muncul setelah Regional
melakukan sosialisasi FoSSEI dan ekonomi Islam di acara Semiloka Unisba 30 Mei
2009 yang lalu. Peserta dari Semiloka tersebut diantaranya adalah siswa SMA.
Bahkan diakhir sosialisasi, tepatnya pada sesi tanya jawab, banyak siswa SMA
yang antusias ingin sekali mengadakan kajian-kajian ekonomi Islam di
sekolah-sekolah mereka.
Pucuk dicinta,
ulam pun tiba. Kesempatan ini kemungkinan besar akan dimanfaatkan oleh Regional
untuk membentuk sekolah binaan di tingkat SMA. Sekolah binaan ini akan
digunakan untuk membentuk semacam KSEI di tingkat SMA. Semoga saja perkembangan
ekonomi Islam tidak hanya dapat dirasakan di Perguruan Tinggi saja tapi cahaya
dapat menembus ke sekolah-sekolah menengah agar tercipta pengkaderan pejuang
ekonomi Islam sejak dini.
Agenda berikutnya
Regional yang terdekat adalah pelaksanaan Sharia Economic Training (SET) sesua
arahan dari Presnas. Insya Allah SET akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli
2009 bertempat di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang. Sampai
saat ini baru terbentuk kepanitiaan gabungan dari semua KSEI yang ada.
Semua agenda di
atas tidak akan dapat terlakana tanpa dukungan dari teman-teman Regional Lain
dan Presnas tentunya. Kami support dan do’anya agar langkah-langkah kami
ini selalu mendapat arahan dan bimbingan dari Allah swt.
Selanjutnya kami
merekomendasikan kepada Presnas agar lebih mempertegas dan memperjelas arah
perjuangan FoSSEI ini. Sebagai contoh saja untuk pelaksanaan Kamnas yang sampai
saat ini sub-tema masih dalam pembicaraan. Padahal Kamnas sendiri sesuai jadwal
dimulai pada bulan Mei.
Akhirnya, 100 hari
kinerja ini bukan menjadi akhir dari segalanya. Lebih dari itu, dari 100 hari
inilah awal perjuangan itu dimulai. Bertitik pada semangat dan kerja keras ini,
kita, kader-kader FoSSEI dapat menjadi mujahid-mujahid yang akan mengubah
peradaban dunia.
Masih tersisa 9
(sembilan) bulan lagi, untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Amien.
Koorninator
Regional
Abdul
Basit
________________________________
Abdul Basit
[email protected]
mobile : +6285221323020 & 02292920893
Koordinator Regional Jawa Barat
Forum Silaturahim dan Studi Ekonomi Islam Masa Jihad 2009-2010