Semoga bermanfaat..:)
http://ppi-iium.org/index.php?option=com_content&view=article&id=61:barcanomics&catid=39:international
Barcanomics
Luar biasa! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan prestasi yang didapatkan
oleh Barca – panggilan nge-top
klub sepak bola FC Barcelona asal Spanyol – pada musim ini. Bagaimana
tidak, keberhasilan mengalahkan Manchester United (MU) 2-0 di babak
final, melengkapi sukses Barca menjuarai Copa Del Ray dan La Liga.
Barca pun menjadi klub Spanyol pertama yang meraih treble winners di dalam satu
musim.
Padahal, Barca menurunkan enam pemain lokal pada starting line-up
dan MU, yang menjadi lawan Barca, hanya menggunakan tiga pemain yang
berasal dari Inggris. Tak hanya itu, jika kita ingin membandingkan
postur tubuh dari “bintang” tiap klub tersebut, MU masih lebih baik.
Lionel Messi dari Barca hanya mempunyai postur tubuh 168 cm dan
Cristiano Ronaldo yang bermakas di Old Trafford mempunyai postur tubuh 185 cm.
Lantas apa hubungannya antara Barcelona dengan Barcanomics?
Barcanomics merupakan suatu kebijakan ekonomi yang terinspirasi dari
permainan apik pemain Barca, dimana aktivitas ekonomi harus berkomitmen
terhadap kepentingan nasional dengan melibatkan pihak lokal dan asing.
Tentuya keterlibatan pihak lokal di dalam aktivitas ekonomi harus
mendapatkan porsi yang lebih besar daripada asing. Seperti yang
dikatakan Xavi Hernandez – gelandang Barca – kapan pun klub meraih
sukses, itu dilakukan oleh banyak pemain lokal.
Barcanomics ini
bukan berarti anti terhadap asing, malah mendukung sepenuhnya
keterlibatan asing di dalam aktivitas ekonomi karena hampir tidak
mungkin segala sesuatu aktivitas ekonomi hanya dilakukan oleh pihak
lokal. Sejatinya, perlu ada kerjasama dan sinergis antara pihak lokal
dengan asing demi kepentingan nasional.
Lionel
Messi memang dari Argentina, bukan warga negara Spanyol. Namun, Lionel
Messi berusaha memberikan yang terbaik setiap penampilan di lapangan
hijau demi kesuksesan Barca. Walaupun nantinya Lionel Messi mendapatkan
penghargaan sebagai pemain terbaik dunia dan menjadi top skorer di Liga
Champion, itu hanya sebagai bonus, karena sekali lagi itu semua demi
kesuksesan Barca. Begitu pula dengan pihak asing yang melakukan
aktivitas ekonomi di Indonesia, mereka boleh saja mendapatkan
keuntungan besar karena pada dasarnya naluri bisnis itu tidak terlepas
dari keuntungan selama sesuai dengan aturan yang berlaku.
Contoh
kasus Freeport yang beroperasi di Irian Jaya yang jelas-jelas merugikan
Indonesia tidak bisa diterima dengan akal sehat, hanya akal gila serta
yang mempunyai kepentingan pribadi maupun golongan sajalah yang mampu
menerima kasus ini. Di dalam teori Barcanomics bukan berarti Freeport
tidak boleh lagi melakukan kegiatan eksplorasi di Irian Jaya.
Barcanomics juga tidak mengenal menghancurkan sesuatu aktivitas ekonomi
pihak asing yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun bahkan
berpuluh-puluh tahun. Tetapi kepada bagaimana eksplorasi yang dilakukan
oleh Freeport dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi
kepentingan nasional Indonesia.
Alangkah indahnya jika masing-masing calon Presiden dan wakil Presiden juga
memaparkan dengan jelas dan applicable
sampai sejauh mana kebijakan ekonomi lima tahun kedepan yang dapat
melibatkan peran pihak lokal yang lebih besar terhadap asing. Tetapi
kerjasama antara pihak lokal dan asing bukan sekadar keuntungan,
melainkan profesionalisme dan kekompakan seperti yang dilakukan Barca
dilapangan hijau.
Wallahu a’lam…
Oleh: Ilham Reza Ferdian - Master of Science Student on Finance Programme,
International Islamic University Malaysia (IIUM)
- Secretary General, Islamic Economic Forum for Indonesian Development
(ISEFID)
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/