http://www.dakwatuna.com/2009/antara-facebook-dan-manusia-produktif/

Antara Facebook dan Manusia Produktif 
 Life Skill
25/6/2009 | 02 Rajab 1430 H 

Oleh: Yesi Elsandra


 
 
    

dakwatuna.com -
Kecanggihan tekhnologi informasi khususnya internet telah membawa
kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak
kawan lama yang kembali bersilatrahmi berkat situs jejaring rekaan Mark
Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan
berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet.
Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani
dari berbagai situs dakwah yang bertebaran di dunia maya. Namun dibalik
manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal
menimpa penggunanya. Edward Richardson, pria asal London, Inggris tega
membunuh mantan istrinya. Penyebabnya hal sepele, yakni setelah
mengetahui kalau mantan istrinya tersebut telah mengubah status
’single’ di Facebooknya.
Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena
waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan
Facebooknya. Jika facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan
dan menurunkan produktivitas kita sebagai seorang muslim itu tandanya
kita harus waspada.
Islam -dengan ke-syumul-annya- menawarkan konsep “manusia produktif”
kepada setiap orang sekaligus mengantarkan mereka menembus nilai-nilai
ilahiyyah yang sering tertutup oleh tabir kegelapan jahiliyyah.
Sekurang-kurangnya ada empat prinsip yang diutarakan sebagai konsep
Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan
ukhrawi.
Yang pertama, mengubah paradigma hidup dan
ibadah. Dalam Islam, hidup bukanlah menuju kematian, akan tetapi menuju
kehidupan yang abadi. Hidup merupakan ladang yang akan dituai hasilnya
di kehidupan abadi nanti. Sehingga hidup ini merupakan durasi
penyeleksian manusia dari amalan-amalannya, dari produktivitasnya di
pentas dunia. Mana di antara mereka yang tingkat produktivitasnya
tinggi dan mana yang tidak. Allah swt berfirman, “Dan Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS
51:56)
Apabila paradigma (cara pandang) terhadap Facebook dan produk
internet lainnya sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan
kepada kita untuk beribadah kepada Allah SWT maka peningkatan
produktivitas kita akan mengalami lonjakan kenaikan yang tinggi karena
media itu telah memberi banyak manfaat kepada kita, bukan menjadi
sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan, waktu yang terbuang
dan berbagai kemudharatan lainnya.
Yang kedua, memelihara kunci
produktivitas, yaitu hati. Rasulullah saw bersabda: “Ingatlah dalam
diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan
baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila daging itu rusak maka rusaklah
seluruh jasadnya, itu tidak lain adalah hati”. Hati merupakan “ruh”
bagi semua potensi yang kita miliki. Jika hati kita bersih pikiran dan
tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan hanya untuk melihat
foto-foto orang lain, atau membaca komentar-komentar orang lain di
Facebook. Jika hati kita bersih kita juga tidak akan berbuat iseng
kepada orang lain dengan mengambil gambar orang lain untuk keperluan
yang tidak bermanfaat. Hati yang terpelihara dan terlindungi akan
memancarkan energi yang mendorong manusia untuk beramal lebih banyak
dan lebih berkualitas lagi.
Produktivitasnya akan terjaga bahkan akan terus bertambah sedikit
demi sedikit. Dan tidak hanya itu, ‘amaliyah-nya (produktivitas) pun
akan mempunyai nilai yang abadi. Nilai ini adalah nilai keikhlasan yang
jauh dari kepentingan- kepentingan pribadi dan duniawi.
Yang ketiga, bergerak dari sekarang.
Seorang sahabat pernah berkata: “Jika engkau di pagi hari maka
janganlah menunggu nanti sore, dan jika engkau di sore hari maka
janganlah menunggu waktu besok”. Prinsip “bergerak dari sekarang” ini
menunjukan suatu etos kerja yang tinggi dan hamasah (semangat) beramal
yang menggebu-gebu.
Seorang muslim sangatlah tidak pantas jika menunda-nunda suatu amal,
karena waktu dalam pandangan Islam sangatlah mahal (oleh karena itu,
dalam Alquran Allah swt banyak bersumpah dengan waktu), Imam Asy-Syahid
Hasan Al-Banna mengatakan bahwa “waktu adalah kehidupan” . Dari prinsip
ini, akan terlahir sosok-sosok manusia ‘amali.
Manusia yang senantiasa menghiasi waktunya dengan produktivitas
tinggi akan menjauhi hal-hal yang akan mengantarkannya kepada suatu
yang sia-sia dan tak berguna. Apalagi menyibukkan waktunya untuk
chating yang tidak bermanfaat sampai melalikan waktu sholat.
Sosok muslim yang ideal telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam
haditsnya, ia berkata: “Di antara tanda bagusnya Islam seseorang, ia
senantiasa meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya”.
Yang keempat, kontinuitas dalam beramal.
Dalam Islam, masa produktif ialah sepanjang hayat, selama ia masih
menghirup kehidupan, maka ia dituntut untuk terus beramal dan menjaga
produktivitasnya, walaupun amalan itu dilakukan sedikit demi sedikit.
Dengan prinsip kontinuitas ini, maka Islam dapat menjaga kestabilan
produktivitas seorang muslim. Islam tidak membiarkan seorang muslim
beramal “besar” kemudian setelah itu padam dan surut kembali. Dorongan
kontinyu (dawam) dalam beramal dengan bentuk ahabul a’mali ilallah
(yang paling disukai oleh Allah) merupakan dorongan terbesar bagi
setiap muslim untuk senantiasa terus produktif dan menjaga
produktivitasnya.
Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya
sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu
saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan
melapangkan jalan kita ke syurga. Dunia dan segala apa yang ada di
dalamnya hanyalah sarana yang akan menghantarkan kita pada perjumpaan
dengan yang Maha Pencipta. Jangan terlalu dicinta yang membuat waktu
kita habis bersamanya. Amatlah merugi jika sarana itu justru
menghantarkan kita kepada kehinaan di neraka jahanam. Sebagai seorang
muslim kita memahami bahwa hidup ini hanya sekali.
Hiasilah ia dengan sikap produktif, kreaif, inovatif dan prestatif.
Semoga kita semua menjadi manusia yang beruntung. Amin… (Yesi Elsandra)







      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke