subhanallaah. bagi saya pribadi pantikan diskusi yang diposting ini sangat menarik, untuk dipahami, didiskusikan, dan ditemukan solusinya. mengapa? karena permasalahan yang disampaikan adalah permasalahan yang begitu dekat, hingga terkadang membuat kita bisa menjadi sangat-sangat jengkel dan kecewa, merasa tidak adil juga biasanya. lha saya aja udah gini-gini dan gini, tapi dia kok cuma gitu. begitulah ilustrasinya. permasalahan ini bisa menjadi sangat berbahaya karena ada ketidakadilan berkontribusi, yang menurut bahasa saya ketidakseimbangan antar mahasiswa dalam berkontribusi. sementara, ketidakadilan, kalau kata bang anis dalam bukunya, menjadi akar perpecahan dan menjadikan lemahnya kita.
sebenarnya, kalo dari pendapat pribadi saya, permasalahan seperti yang disampaikan tersebut akan selalu terjadi di manapun. cuma, yang perlu kita ikhtiyarkan adalah bagaimana bisa meminimalisir dan mengelola sehingga tidak menjadi kendala. sering kali saya menemukan banyak kasus, kita mengeluhkan saudara kita sendiri. kok gini, kok gitu, kok kurang ini, kok kurang itu. tapi, saya pun masih sempat tersenyum karena memang begitulah fenomena jama'ah (saya mengatakan jama'ah, karena dalam hal ini kita mencoba membahas tentang jama'ah mahasiswa, berdasarkan asbabun nuzulnya pantikan diskusi ini ditulis, -lha saya ngobrol langsung sama yang nulis, hehe-). apa kita akan terus mengeluh? maka, saya mencoba menghibur diri (lha karena belum ada yang menghibur saya, hehe), permasalahan inilah yang menjadikan jama'ah ini semakin indah berwarna. terlebih ketika kita kemudian menyimpulkan solusinya: nasihat! tentang nasihat, saya kok sepertinya merasakan sebuah alur; pertama, iman. kedua, amal shalih. ketiga, nasihat. sungguh, nasihat itu bisa memberikan banyak pengaruh ketika kita mengikuti alur ini. nasihat kita didasari pada iman kita, niat yang baik, kemudian, diberikan teladan dengan amal shalih, hingga kemudian nasihat kita, kata-kata kita, meresap dalam hati mereka, memberikan sebuah pengaruh: mengubah! nah, bagi yang sudah seperti itu, ya terus berikhtiyarlah, karena kata "mengubah" itu, Allah yang bikin. di sini perlu ada kesabaran yang membuat kita tetap tenang apapun hasilnya. terus, bagaimana alur nasihat itu? saya sempat merenungkan tentangnya dalam empat kata tanya; pertama, mengapa. kedua, bagaimana. ketiga, dengan siapa. keempat, kapan. nasihat kita, mulai dari kita ajak mereka ke dalam satu alasan yang sama. maka, alasan yang sama yang bisa dimiliki oleh banyak orang adalah alasan yang besar. dan alasan yang besar itu terkadang lebih mudah diterima. ini pertama, ini paling berat. tapi jika ini lewat, selanjutnya kita jadi bersemangat. setelah itu, ketika kita punya alasan yang sama, kita akan bisa berpikir bersama tentang bagaimana, apa langkah-langkah kita. begitulah, ketika alasan sudah sama, langkah-langkah mulai dipikirkan, maka kekuatan bisa disatukan dalam tanya ketiga; dengan siapa. nah, di sinilah jama'ah itu bisa menunjukkan kekuatannya. maka yang menjadi penutup adalah tanya keempat: kapan. yah, kalian bisa jawab sendiri dengan rencana-rencana yang disusun. karena perencanaan, itu bagian penting dalam jama'ah; syuro-syuro bergembiralah, dan keluarlah.... ah, itu sekedar hasil kontemplasi yang masih jauh. boleh dikritisi biar diskusi semakin menarik. pada intinya, tentang mahasiswa yang dikatakan hilang kerdibilitasnya, itu memang permasalahan. tapi, itu juga merupakan keniscayaan. tidak semua orang akan berkontribusi besar. jadi, kalau menurut saya, masalahnya kita ganti saja; hilangnya kredibilitas mahasiswa karena lemahnya nasihat di antara mereka. ini lebih mendasar. mereka yang baik mungkin tidak mau atau mampu mengajak. nah, kalau begini kan jelas permasalahannya. karena itu, bersabarlah dan bersamai mereka dengan nasihat. sungguh, di situ ada peluang mengajak dia berubah. nah, nasihat pun harus tepat dan sesuai, perlu banyak alternatif strategi, antum lebih tahu tentang itu. dan, tentu saja, jama'ah kita sesekali akan mengeruh, karena di situlah Allah semakin memuliakan jama'ah ini. sekeruh apapun jama'ah, tetap cintailah. kalau kata seorang ustad, jadikan jama'ah ini seperti rumah sendiri. ada yang rusak, bocor, dan sebagainya, yuk, kita perbaiki... ah, rasanya kok saya jadi ngelantur ya. hehehe. gak papa lah. monggo dilanjut diskusinya. ayo tetap bersemangat; untuk berkontribusi, mengajak berkontribusi, dan menjaga rumah kita tercinta ini; jama'ah.... :p _________________________________ ADITYA RANGGA YOGA :) Presidium Nasional 4 FoSSEI +62 813 2888 5856 [email protected] Shariah Economics Forum (SEF) UNIVERSITAS GADJAH MADA --- On Mon, 6/29/09, iqbal faisol <[email protected]> wrote: From: iqbal faisol <[email protected]> Subject: {FoSSEI} hilangnya sebuah kredibilitas seorang mahasiswa To: [email protected] Date: Monday, June 29, 2009, 12:07 PM aslm.sungguh malang mahasiswa pada zaman sekarang,berbagai cekokan mereka ambil.dari yang jelas sampai yang tidak jelas. dengan perubahan yang sangat drastis dari perubahan zaman yang dikatakan kuno ke zaman modern, kebanyakan mahasiswa tidak bisa menempatkan inti jati diri mahasiswa mereka yang sesungguhnya. banyak sekarang mahasiswa yang cenderung milih acara hura-hura dan mahal biayanya daripada mereka menghadiri seminar keilmuan meskipun itu grastis. banyak mahasiswa hanya terpaku kedalam mata kuliah dan mengacuhkan ilmu di luar mata kuliah, mereka seakan takut untuk tidak lulus, padahal seorang mahasiswa tidak cukup bekal untuk menghadapi langkah dunia hanya dengan mengandalakan bangku kulliah. mana sekarang mahasiswa? mana jati diri mereka? mana itu mahasiswa yang terkenal mengkoar2kan kebenaran dan membongkar kedzoliman?apakah mahasiswa hanya mengalir seperti air yang mengikuti arus, lalu ia lulus dan mencari kerja?apakah itu mahasiswa?DI MANAKAH ENGKAU MAHASISWA? komentarnya. ......... .diskusikan bersama..... .

