Geliat Ekonomi Syariah Kini
“Ekonomi syariah bukanlah solusi dari runtuhnya
ekonomi kapitalis sekarang ini melainkan sebuah sistem ekonomi yang harus
dilakukan sejak dulu”
Kata-kata
tersebut terdengar menggema di Auditorium JICA UPI  ketika sosok Kumaedi 
mahasiswa UPI sebagai
Ketua Pelaksana memberikan sambutannya pada seminar Ekonomi syariah di Bulan
Juni. Seminar yangdiprakasai oleh SCIEMIC (Study Community of Islamic
Economic) Universitas Pendidikan Indonesia ini, merupakan
dari rangkaian kampenye FOSSEI (Forum SilaturahmiStudyEkonomi Islam) sebuah 
organisasi
mahasiswa berskala nasional yang mengusung ekonomi syariah.
Konsep
ekonomi syariah dengan cirinya win win solution sangat berbeda sekali dengan 
konsep ekonomi kapitalis dengan lose win nya yang hanya
menguntungkan  satu pihak di pihak lain
ada yang dirugikan. Maka FOSSEI dengan sangat optimis sedang giat-giatanya
menggemborkan ekonomi syariah termasuk mengadakan seminar ini.
Untuk
menggeliatkan ekonomi syariah terget sasaran peserta adalah para guru SMA
sederajat, namun diluar perkiraan atensi mahasiswa pun mengikuti seminar ini
sangat tinggi. “Untuk menjamurkan ekonomi syariah, kami lebih memilih
menularkannya dari bawah (baca: masyarakat) jika melalui jalan atas sulit
ditempuh (baca: pemerintah). Dengan memberikan seminar ekonomi syariah ini
kepada guru yang sedikit demi sedikit akan menularkan kepada anak didiknya.
Apalah artinya masyarakat sekarang menolak kapitalisme di negeri kitaapabila 
sejak di
bangku sekolah kita dicekoki ilmu ekonomi yang kapitalis”,
ujar panitia. 
Sementara
di pihak lain Kota Tasikmalaya telah lebih dulu ambil star mengusung ekonomi
syariah. “Kami menilik visi Kota Tasikmalaya yaitu dengan
Berlandaskan  Iman dan Taqwa Kota
Tasikmalaya Menjadi Pusat Perdagangan dan Industri Termaju di Priangan Timur
Tahun 2012. Maka
selanjutnyakami mulai merintis ekonomi syariah
menjadi mata pelajaran MULOK sejak tahun 2002. Perjuangan itu akhirnya berujung
pada keputusan No. 421.7/Kep.611-Disdik/2005 tanggal 10 Nopember 2005 tentang 
Penetapan
Pelajaran Ekonomi Syariah Sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal SMP/MTs di
Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya,” tegas Ketua MGMP ekonomi syariah Kota 
Tasikmalaya yang hadir pada saat itu.
 Ajudan Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Abur Mustikawantoyang juga hadir sebagai 
pemateri, menegaskan bahwa “Inovasi ekonomi syariah di sektor
pendidikan merupakan hal penting karena pendidikan merupakan jalan membangun 
human
capital (modal manusia) dan sekaligus social capital (modal sosial).
Sebagai human capital, pendidikan akan membentuk watak dan pola pikir
individu dimana hal ini akan memberi pengaruh kepada masyarakat di sekitar
individu itu berada dan juga sebagai penghasil pendapatan bagi dirinya.”
Sementara Agustianto sekertaris jenderal IAEI (Ikatan
Ahli Ekonomi Islam) yang juga hadir sebagai pemateri dengan sangat optimis
berujar, “Memang geliat ekonomi syariah kini semakin terlihat, baik itu
menjamurnya Bank syariah atau lembaga keuangan lainnya. Semua itu harus 
dilakukan
dengan kesunguhan dan kerja keras terlebih masa depan ekonomi syariah ini
berada di tangan para pemimpin periode berikutnnya”. 
 
 
Penulis
: Fitranty Adirestuty
Mahasiswa
Pendidikan Ekonomi dan Koperasi
Universitas
Pendidikan Indonesia Bandung
Aktivis FoSSEI Jawa Barat

 
________________________________

Abdul Basit
[email protected]
mobile : +6285221323020 & 02292920893
Koordinator Regional Jawa Barat
Forum Silaturahim dan Studi Ekonomi Islam Masa Jihad 2009-2010



      

Kirim email ke