Assalamu'alaikum.... Sungguh dahsyat perkembangan ekonomi syariah di Jawa barat hari ini. Alhamdulillah, seiring dengan berjalannya waktu, dan setelah sukses dengan agenda SET (Sharia Economic Training), FoSSEI Jabar bekerja sama dengan LPES Salman ITB, Wakala Nusantara, PESAT (Persatuan Pasar Tradisional) wilayah Jawa Barat, akan menggelar Pasar Islam dengan mata uang Dinar dan Dirham sebagai alat tukar utamanya.
Insya Allah pasar ini akan diikuti oleh lebih dari 50 pedagang muslim yang digelar di area parkir masjid Salman ITB (Brosur bisa di download di attachment). Alhamdulillah, Jabar dalam waktu dekat ini akan berupayauntuk mendorong agar semua pasar-pasar tradisional bertransaksi dengan menggunakan mata uang Dinar dan Dirham. Ini optimis dari kami (FoSSEI Jabar) yang juga di sampaikan langsung oleh ketua perhimpunan pasar-pasar tradisional se-Jabar, pak Agus Ridwan. Beliau bahkan menyampaikan aspirasi dari temen2 pedagang bahwa mereka bosan ditipu terus oleh mata uang fiat (baca : Rupiah) yang selalu mengalami inflasi. Untuk itu, perlu adanya sebuah solusi pengembangan ekonomi yang berkeadilan, salah satunya adalah dengan menerapkan mata uang intrinsik sebagai alat tukar. Bahkan pihak BI Bandung pun diam2 juga ikut mendukung. Walaupun bukan secara institusi, baru personal aja. Rencananya.... Di Bandung ada sekitar 36 pasar tradisional yang berpotensi utk dikembangkan proyek ini. Sebagai miniatur model (pilot project),area parkir mesjid Salman ITB akan dijadikan titik tolak perjuangan membumikan Dinar Dirham. Insya Allah ke depannya pasar di Salman akan di buka tiap hari jum'at, dan Qta (FoSSEI Jabar) akan diserahi amanah untuk mengurus ketertiban dan administrasi pasar tersebut. Mohon dukungan dari temen2 dari regional lain, jika tidak ada aral melintang, beberapa pasar tradisional di Bandung (seperti Pasar Baru, ITC Kebon Kalapa, Abdurahman bin Auf Trade Center) sudah siap untuk menanti sistem pasar Islam ini. Justru kami di Bandung sedang mencari SDM-SDM tambahan yang akan disiapkan untuk mengelola pasar ini. Bayangkan saja, di Jawa Barat ada sekitar 4.200 pasar, dan menurut Pak Agus Ridwan, telah siap "di-Islam-kan". Jadi, kita memang kebingungan untuk menyiapkan SDM ini. Insya Allah,tanggal 1-2 Agustus akan ada training "Muhtasib" atau pemimpin pasar sekaligus bagaimana perbandingan konsep pasar Islam dengan pasar konvensional. Dari alumni2 training ini nantinya akan diterjunkan langsung ke pasar2 yang sudah siap. Saat ini, Qta mulai dari Bandung dulu. Kemungkinan selanjutnya menyebar ke Cirebon, Kuningan dan Sukabumi. Berarti Qta harus mulai memperbanyak KSEI2 di tiap kota agar konsep ini bisa didistrubisakan ke seluruh tanah Jabar. Waaah....bisa jadi agenda besar Jabar neeeh....!! Semangat...semangat....! Ayo, temen2 Jabar, Qta mesti semangat nih....! Kemenangan dakwah ini udah di depan mata. Belum lagi ditambah dengan agenda Qta untuk mempersiapkan Baitul maal berbasis Dinar-Dirham, bisa jadi akan bersaing dengan bank Syariah...! Oiya, utk para Presnas, afwan, sampai saat ini Qta terkendala utk menyampaikan kabar dari Regional. Banyak kegiatan yang tidak ter-expos ke milis. Tapi, insya Allah, Qta di Jabar selalu siap tempur untuk perjuangan Ekis. Agenda FoSSEI Jabar saat ini yang saat ini sedang disiapkan : 1. Menyukseskan pasar Islam berbasis Dinar dan Dirham 2. Membentuk BMT FoSSEI Regional Jabar (masih tahap pengajuan proposal yang lagi di urus ma akh Ahmad dari UIN SGD) 3. Launching BMT IMEIs (STAIN Cirebon) tanggal 30 Agustus 4. Temilreg di Unpad tanggal 19-21 Oktober. Semoga, semua rencana yang disusun ini dapat berjalan dengan lancar. Amien....! ________________________________ Abdul Basit [email protected] mobile : +6285221323020 & 022-76748977 Koordinator Regional Jawa Barat Forum Silaturahim dan Studi Ekonomi Islam Masa Jihad 2009-2010

