By Republika Newsroom
Senin, 27 Juli 2009
DUBAI – Dubai Islamic Bank (DIB) mencatat
perolehan laba bersih sebesar 450 juta dirham di kuartal II tahun ini. Jumlah
tersebut menurun 40 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 747 juta dirham.

“Kondisi ekonomi beberapa bulan terakhir ini penuh dengan tantangan, baik bagi
industri perbankan dan keuangan di kawasan Uni Emirat Arab maupun global,” kata
Chairman DIB, Mohammed Ibrahim Al Shaibani, sebagaimana dikutip bloomberg,
Senin (27/7). Krisis keuangan global yang terjadi membuat pembiayaan melambat.

Meski demikian, Al Shaibani menambahkan pendekatan konservatif dan sikap
kehati-hatian yang diterapkan membuat DIB berhasil mendongkrak aset sebesar 3
persen dari akhir 2008 menjadi 87,8 miliar dirham di akhir Juni ini. Di sisi
lain pertumbuhan tersebut juga terdorong karena loyalitas nasabah terhadap bank
syariah terbesar di Uni Emirat Arab ini. Tercatat jumlah dana pihak ketiga di
semester pertama meningkat 8 persen menjadi 71,5 miliar dirham dari akhir tahun
lalu.

Meski demikian DIB memproyeksikan ekspansi bisnis ritel perbankannya akan
memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan tahunannya dan diperkirakan
pendapatan bank tumbuh 47 persen di 2009. Pengembangan bisnis ritel DIB
diantaranya termasuk pembukaan 10 kantor cabang di Uni Emirat Arab tahun ini. 
Hingga
akhir 2009 DIB memperkirakan jumlah nasabahnya meningkat 15 persen menjadi 900
ribu nasabah, sementara bisnis asset ritel bank tumbuh sekitar 20 persen.
gie/taq
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke