By Republika Newsroom

Kamis, 30 Juli 2009
BOGOR -- Analisis pada
Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia (BI), Ansori Abdullah,
mengemukakan, perbankan syariah dapat menyejajarkan diri dengan perbankan
konvensional guna menuju pelayanan terbaik dengan standar
internasional."Dari tahun ke tahun, perbankan syariah di Indonesia terus
mengalami pertumbuhan pesat, namun kecenderungan positif tersebut perlu
dibarengi oleh pelayanan prima kepada nasabah," katanya saat menyampaikan
materi pada "Training of Trainer" (ToT) yang digelar BI dan Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Ummul Quro al-Islami (UQI),
Banyusuci, Leuwimekar, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Kegiatan TOT yang
dipusatkan di aula BRI Pesantren UQI ini diikuti oleh 500 santri senior (kelas
3 tingkat SMA). Lebih lanjut Abdullah mengatakan, saat ini pihak BI tengah
bekerja keras agar standar pelayanan perbankan syariah dapat diperbaiki menuju
pelayanan prima standar internasional. Dengan demikian diharapkan keberadaan
perbankan syariah dapat makin diterima pasar.
Menurut dia, perbankan
syariah yang mulai marak sejak tahun 2000 terus tumbuh dan mendapatkan
kepercayaan luas nasabah. Karena itu, selama 2000-2003 BI telah melakukan
penguatan fondasi. Pada 2003-2006 regulasinya dilengkapi. Sedangkan pada tiga
tahun terakhir, yakni 2006-2009 BI fokus pada penguatan pengaturan dan
produk-produk.
"Pada periode 2009-2012 kami berharap perbankan
syariah dapat mewujudkan standar pelayanan internasional," katanya
menambahkan.
Menurut dia, saat ini ada
tiga jenis bank syariah yang berada di bawah naungan Direktorat Perbankan
Syariah BI. Pertama, yang dikenal dengan istilah Bank Umum Syariah (BUS),
dimana ada lima BUS yang terdaftar di BI, yakni Bank Mu'amalat, Bank Syariah
Mandiri, Mega Syariah, BRI Syariah, Bukopin Syariah. Kedua, Unit Usaha Syariah
(UUS) yaitu bisnis "entity" yang bergabung di bawah bank
konvensional. Bank syariah model ini total mencapai 20 buah. 
Model lain atau ketiga
adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dengan jumlah total sebanyak 130
buah. Ia mengatakan, sebagai lembaga yang berkompeten dalam memberikan izin,
mengawasi maupun menutup bank syariah, Direktorat Perbankan Syariah BI terus
melakukan berbagai langkah dan melaksanakan program guna memperluas daya
jangkau perbankan syari'ah di tengah masyarakat."Pelatihan ToT ini kami
harapkan dapat semakin memasyarakatkan perbankan syariah baik di kalangan
pesantren maupun secara lebih luas lagi," katanya 
Karena itu dalam ToT
tersebut pihak BI juga memperkenalkan berbagai kebijakan terbaru seputar
perbankan syariah, seperti produk bank syariah jual beli (murabahah, salam dan
istishna), produk berbasis bagi hasil (mudhorobah), produk berbasis sewa
(ijaroh), serta produk jasa-jasa umum (multi jasa), demikian Ansori
Abdullah.ant/kpo
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke