Kisah dari potongan drama teater yang biasa kami pentaskan... mungkin ada sedikit hikmah yang bisa kita ambil... Selamat menikmati
Farizal Teater Senyum -------------------------------------------------------------------- Setan datang kepadaku dengan wajah cemberut. Akupun bertanya, "Hai Setan, kok cemberut, sih?" Setan pun curhat, "Aku capek, susah bener godain manusia. Aku mw pensiun." Aku kaget dan sedikit simpati. Maka setan kuberi semangat, "Jangan nyerah dong, Tan! Ayo semangat!" Melihat sikapku, Setan lebih kaget, "Lho, aku kan musuh kamu, kok malah ngasih semangat sih?" Aku bujuk lagi si Setan, "Tan, klo km pensiun nti aku nggak punya musuh dong..." "Manusia udah pada soleh smw. udah susah digodain. Pokoknya aku mw pensiun, mau tobat…” rutuk setan sambil menopang daku dengan bibir manyun. Aku dekap pundak Setan dengan penuh rasa simpati. “Tan, kamu nggak boleh pensiun. Cos, manusia butuh kamu… manusia butuh yang namanya setan agar mereka bisa belajr mana baik, mana buruk. Agar manusia bisa membedakn mana jahat, mana benar. Dan agar orang2 alim itu tidak sombong, merasa paling suci dan merasa aman dengan kesolehannya…” Setan mulai terpengaruh dengan sugestiku. Sambil tersenyum diapun berkata, “Oh gitu ya… hihihi… ternyata aku berguna juga ya… tapi aku mau cuti dulu, ah. Aku mau intropeksi diri...” Aku tertawa lepas mendengar kata-kata Setan. “Hahaha... aku jadi malu... ternyata Setan saja suka intropeksi diri, ya... ya, klo kamu cuti, biar aku gantikan dulu tugasmu, ya...” Setan mengernyitkan dahi, “Eeeh... kamu mau jadi Setan? Emang kamu nggak takut masuk neraka?” tanya setan. “Neraka dan surga nggak penting buatku, Tan. Jadi manusia itu sulit, Tan. Tugasnya lebih banyak. Kalau jadi Setan, kan tugasnya hanya godain manusia doang. Itu udah tugas dari Yang Kuasa, kan? Aku senang klo bisa menjalankan tugas dari Yang Kuasa...” Setan mendengarkan khotbahku dengan serius kemudian dia memasang badan. “Kupikir kau ada benarnya. Menggoda manusia adalah tugas dari Yang Kuasa untukku. Klo gitu aku mau menjalankan tugas mulia ini dengan sunguh2.” Tuing! Setan langsung menghilang *** Beberapa tahun kemudian Setan datang lagi dengan wajah cemberut lagi. Aku pun menyapanya. “Eh, Setan... apa kbr? Lho, kok cemberut lagi, sih? Aku lihat tugasmu berjalan dgn baik. Byk manusia yang gila skr... selamat ya...” Setan langsung menjatuh tubuhnya di lantai. Duduk sambil melonjorkan kedua kakinya. “Itu dia masalahnya. Manusia udh pada gila duluan, padahal aku belum menggodanya. Trnyata sekarang manusia jauh lebih menjijikan daripd kaum setan. Nggak digoda aja mrk udah pd smangt berbuat nista. Bahkan mrk slng mempengaruhi dan memberi smngt satu sama lain untuk berbuat nista. Aku jadi nganggur deh...” Aku hanya tersenyum kemudian melangkah membelakangi Setan. Setan heran kemudian memanggilku, “Hei kau mau kemana? Aku belum selesai curhat, nih...” Aku terus melangkah tanpa menoleh sambil menjawab, “Aku mau intropeksi diri dulu...” Setan berdiri seraya mengejarku, “Ikut dong!” -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948

