By Republika Newsroom

Selasa, 04 Agustus 2009
JAKARTA--Industri
perbankan syariah harus terus melakukan inovasi agar dapat menjaring nasabah
mengambang. Untuk dapat menggaet nasabah tersebut, produk maupun fitur-fitur
yang mengikutinya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik
nasabah.
Direktur Utama Karim Business Consulting,
Adiwarman A Karim mengatakan, untuk dapat membuat floating market tertarik 
terhadap produk perbankan syariah, maka bank harus menonjolkan
fitur-fitur produk yang kompetitif dengan bank konvensional.
''Berdasar hasil riset yang dilakukan KBC,
nasabah floating market memiliki total kekayaan paling besar sekitar
Rp 720 triliun,'' kata Adiwarman saat short course manajemen risiko
perbankan syariah di Universitas Trisakti, Selasa (4/8). Sedangkan nasabah 
loyalis
syariah sebesar Rp 10 triliun dan nasabah loyalis konvensional Rp 240 triliun.
Nasabah floating market, kata Adiwarnan,
berada di antara bank konvensional dan bank syariah. Posisi mereka tergantung
dari lembaga yang dapat memiliki produk sesuai dengan kebutuhan dan
menguntungkan. Masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen tentu memiliki 
karakteristik yang berbeda-beda sehingga
perbankan harus terus melakukan inovasi produk. ''Butuh pula berbagai jenis
bank syariah karena target market berbeda-beda,''  tegasnya. gie/eye
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke