Assalamu'alaikum.. Sudah lama rasanya saya hanya sekedar membaca. Kali ini, saya ingin ikut menulis juga. Ikut urun rembug.
Pertama, saya setuju dengan usul yang diajukan. Bahkan sangat setuju. Dan saya rasa, banyak pihak yang setuju. Masalahnya tinggal bagaimana memulainya. Kalau nggak ada yang memulai, diskusi nggak akan pernah ada. Minimal kalaupun nggak ada yang nanggepin, mulai aja terus dan jangan berhenti. Kedua, diskusi bisa dengan berbagai macam bahasan. Dari yang ringan, sedang, sampai yang berat. Kita bisa berdiskusi dan sharing tentang KSEI dan permasalahannya, saling memberikan pemecahan, tentang perkembangan ekonomi Islam di kampus dan daerah masing-masing, juga, yang mungkin suka pembahasan yang berat, bisa menyampaikan pemikiran ekonomi Islam (biasanya jarang! karena lumayan susah, menguras semua...) Atau diskusi tentang masalah lain yang lebih umum dan menambah wawasan, bisa juga. Ketiga, diskusi bisa saling menyambung bila ada pertanyaan diskusi. Jadi, baiknya setiap ide diskusi menghadirkan alternatif-alternatif jawaban yang akan diperdebatkan. Biasanya, kalau tidak begini, pada bengong doang, mau ngomong apa (kayak saya ini, misalnya) Keempat, memang tidak dapat dinafikan, diskusi (dan apaapun juga) perlu persiapan dan kesiapan. Tidak mungkin ada diskusi jika masing-masing kita tidak menguasai materi dan hanya berpendapat berdasarkan angan-angan. Persiapan, ada pada hal esensi (yaitu permasalahan yang dibahas) dan pada sistem pelaksanaan. Bisa jadi, diskusi nggak berjalan karena pewacanaan ide kurang mengena. Usul saya, masing-masing dari kita pasti punya fokus bahasan. Ada yang demen sama yang namanya perbankan, zakat, bahkan filosofi. Nah, baiknya masing-masing dari kita yang udah agak jago mulailah memaparkan idenya. Kalau saya, paling nanti memulai dengan diskusi soal permasalahan KSEI. Boleh-boleh aja. Ada yang ahli bidang kaderisasi, pendidikan dan pembinaan kader, boleh diajukan wacana tentang itu. Biar milis nggak cuma buat ngiklan. Pada intinya, kesimpulan tulisan saya yang ngalor ngidul ngetan ngulon di atas adalah pada tiga langkah. Pertama, persiapan dan kesiapan. Baca, pikir, dan tulis. Berawal dari angan-angan dan kegelisahan boleh, tapi sekali-kali dari hasil baca juga deh. Kedua, mulai. Sekedar wacana satu paragraf saja bisa jadi diskusi panjang lho. Jadi jangan nyerah dulu. Dibikin gampang aja deh. Yuk, siapa yang mau memulai? Ketiga, istiqamah. Tulis wacana, nggak ditanggepin, tulis lagi, nggak ditanggepin lagi, tulis lagi, terus dan terus... Tapi inget, ini yang paling berat. Rasulullah aja sampai beruban rambutnya gara-gara dikasih ayat tentang istiqamah. Yang penting mulai dulu lah, istiqamahnya dipikir ntar. Gak apa-apa. Nah, sekedar masukan aja. Semoga bisa jadi pendorong menggerakkan diskusi. Kita tunggu, siapa yang akan siap-siap, memulai, dan istiqamah... Pasti anak FoSSEI yang luar biasa nih... Semangat! Saya nunggu ajakan diskusinya:) _________________________________ ADITYA RANGGA YOGA :) Presidium Nasional 4 FoSSEI +62 813 2888 5856 [email protected] Shariah Economics Forum (SEF) UNIVERSITAS GADJAH MADA --- On Thu, 7/30/09, Zahra FOSSEI <[email protected]> wrote: From: Zahra FOSSEI <[email protected]> Subject: RE: {FoSSEI} sekedar unek-unek,jangan dibaca jika tdk berminat To: [email protected] Date: Thursday, July 30, 2009, 8:51 PM Bukankah qt udah berdiskusi?? !!! Dari sebuah saran akan menimbulkan perbaikan. Dari sebuah salam akan meningkatkan ukhuwah dan dari sebuah usul akan menimbulkan diskusi. Apapun itu, yang jelas diskusi kita tidak keluar dari masalah ekonomi dan tetap menjaga jalinan silaturahim. Untuk membatasi diskusi or pendapat yang ngalor ngidul plus tidak bisa dipertanggungjawabk an, itu adalah tugas moderator untuk memilah2 diskusi qt yang relevan dengan tujuan pembuatan milis FoSSEI ini. InsyaAllah moderator lebih paham akan hal tersebut. Jadi qt sebagai member dalam milis ini, cukup menikmati dan mencoba berdiskusi secara sehat aja. Milis FoSSEI memang merupakan salah satu wahana bagi para KSEI untuk ikut beraktualisasi diri mengeluarkan uneg2nya. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi anggota non KSEI yang ingin bergabung untuk ikut belajar bersama qt. Alangkah egoisnya qt, jika qt hanya membatasi diskusi ini bagi para anggota KSEI. Bukankah banyak dari saudara2 qt, yang meski mereka bukan dari jurusan ekonomi islam atau sejenisnya dan tidak bisa tergabung sebagai anggota KSEI karena alasan tertentu juga ingin belajar dan mengetahui apa yang qt pelajari. Yups, sekali lagi, ekonomi Islam itu universal, bukan untuk anggota FoSSEI or KSEI aja, tapi rahmatan lil ’alamin. Setiap orang berhak untuk memelajarinya. Mohon maaf jika ada salah kata, itu semua hanya sekedar uneg2 yang terinspirasi dari uneg2 saudara Iqbal Faisol. Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mobile : 085292747168 Email : zahra_...@yahoo. co.id SEMANGAT!!! PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!! ALLAHU AKBAR!!! --- Pada Jum, 31/7/09, Rifkah Dewi <zahra_...@yahoo. com> menulis: Dari: Rifkah Dewi <zahra_...@yahoo. com> Judul: RE: {FoSSEI} sekedar unek-unek,jangan dibaca jika tdk berminat Kepada: "faisol_iqbal@ yahoo.com" <faisol_iqbal@ yahoo.com>, "fos...@yahoogroups .com" <fos...@yahoogroups. com> Tanggal: Jumat, 31 Juli, 2009, 5:09 AM Kumsalam... Temen2 fossei skr lebh suka diskusi di pesbuk. . . Ketimbang di majlis milis ini. . . iqbal faisol wrote: > > aslm.sekedar ingin ikut bernuansa dalam dialog milist.kok > sekarang jarang ada diskusi lewat milist y......klo bisa kita adakan kelompok > diskusi di milist, yang mana yang ingin jadi peserta diskusi harus > regristrasi nama asli n serta ksei dan juga jabatan. sehingga ketika diskusi > bisa searah meskipun berbeda pendapat, dan untuk menghindari pendapat2 > ngalor-ngidul yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.sehingga milist tidak > hanya untuk saran salam2 atau minta usul.biar milist bisa lebih bermanfaat.. > .... > bagaiman usul ane temen2, sobat2, n bro....2 > afwan..... > New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

