By Republika Newsroom Senin, 10 Agustus 2009 JAKARTA–-Kontribusi bank terhadap penghimpunan premi Asuransi Takaful Umum (ATU) menurun drastis. Pada semester pertama tahun ini tingkat penurunannya mencapai 50 persen dibanding tahun lalu. Munculnya sejumlah bank syariah baru di tahun ini diharapkan dapat turut mendongkrak kontribusi premi asuransi dari sektor perbankan melalui bancassurance.
Direktur Utama ATU, Dadang Sukresna, mengatakan agak melambatnya pembiayaan perbankan di semester pertama lalu turut mempengaruhi penghimpunan premi ATU dari sektor perbankan. Kondisi krisis ekonomi global yang mulai berpengaruh di semester pertama memang membuat perbankan berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan. "Selain itu juga ada pemilihan legislatif dan presiden sehingga membuat perbankan masih wait and see," kata Dadang kepada Republika di Jakarta, Senin (10/8). Karenanya, tambah dia, jika bank-bank syariah baru dapat beroperasi di tahun ini maka akan dapat turut mendongkrak industri asuransi syariah. Saluran pemasaran produk pun akan bertambah dan tak hanya mengandalkan dari bank eksisting saja. "Dengan adanya bank syariah baru diharapkan bisa menutupi penurunan kontribusi bank tahun ini yang sebesar 50 persen," ujar Dadang. Selain dari bank, kontribusi premi juga diperoleh dari broker dan agen. Berbeda dengan kontribusi dari bank, kontribusi broker dan agen mengalami peningkatan. Di sisi agen pertumbuhan relatif stabil di tahun ini, yaitu 5 persen-10 persen dari tahun lalu, sedangkan dari sisi broker terjadi peningkatan kontribusi sebesar 30 persen. Kontribusi dari broker tahun ini diharapkan dapat tumbuh 30-50 persen dari tahun lalu, sehingga nantinya baik dari bank, agen dan broker memiliki porsi yang seimbang bagi penghimpunan premi. Di tahun lalu kontribusi terbesar diperoleh dari bank dan agen dengan lebih dari 50 persen. Sementara dari sisi agen, ATU menambah jumlah personel dengan melakukan perekrutan agen baru. Saat ini ATU memiliki sekitar 200 agen dan akan menambahnya menjadi 400 agen. "Dari agen juga sudah mulai kelihatan hasilnya karena mengalami pertumbuhan stabil," tutur Dadang. Perekrutan agen yang dilakukan di tiap kantor cabang ATU pun telah berhasil menambah jumlah agen menjadi 300 orang hingga saat ini. gie/rif http://zanikhan.multiply.com/profile

