By Republika Newsroom

Kamis, 13 Agustus 2009
JAKARTA--Krisis keuangan di
Amerika Serikat (AS) dan negara barat lainnya yang memicu terjadinya krisis
keuangan global melatar belakangi Aqso Working Grup (AWG) mengadakan seminar
ekonomi internasional bertema ekonomi syariah. Iman Sulaiman, juru bicara AWG
mengatakan, kondisi saat ini menyajikan ironi terbesar sepanjang sejarah.
"Negara yang sudah bangkrut secara akuntansi seperti AS semestinya sudah
menjadi negara paria. Tetapi kenapa mereka masih tetap dianggap sebagai digdaya
ekonomi dunia?" ucapnya pada Kamis (13/8).

Iman memaparkan, kini telah muncul gelombang kesadaran untuk menemukan dan
menggunakan sistem ekonomi ”baru” yang membawa implikasi keadilan, pemerataan,
kemakmuran secara komprehensif serta pencapaian tujuan-tujuan efisiensi. Konsep
ekonomi ”baru” tersebut dipandang sangat mendesak diwujudkan. Konstruksi
ekonomi tersebut dilakukan dengan analisis obyektif terhadap keseluruhan format
ekonomi kontemporer dengan pandangan yang jernih dan pendekatan yang segar dan
komprehensif.

Lanjut Iman, fakta telah membuktikan bahwa ketidakadilan ekonomi kapitalis
global dan kegagalannya mengatasi krisis ekonomi dunia telah menndapatkan
solusi yang tepat bagi muslimin khususnya maupun masyarakat dunia umumnya,
yaitu ekonomi syariah yang akan mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan
bagi umat manusia.

Karenanya, Iman menambahkan, AWG mengadakan seminar bertema "Ekonomi
Syariah Solusi Krisis Ekonomi Global" yang bermaksud menyamakan persepsi
ummat bahwa ekonomi syariah adalah konsep ekonomi terbaik, membangun ekonomi
syariah yang berkeadilan, dan menyatukan pandangan, arah, dan tujuan guna
mengambil langkah-langkah strategis ekonomi syariah demi kesejahteraan dan
kemakmuran.

Dalam rilis pers yang diterima Republika, seminar tersebut sedianya akan diisi
oleh beberapa pembicara diantaranya Prof. DR. Hasan Tsabit, pakar ekonomi
syariah dari Yaman, Prof. DR. Amin Azis, ketua Pusat Inkubasi Bisnis Usaha 
Kecil,
DR. Riawan Amin, ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia, IR. Muhaimin Iqbal,
presiden Gerai Dinar, dan Abdullah Fathoni,MM, praktisi dinar dirham. Adapun
DR. Adhyaksa Dault didapuk sebagai keynote speaker.
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke