By : Alihozi

Pada suatu riwayat, di zaman Imam Zainal Abidin (cicit Rasulullah) masih hidup 
di kota madinah , masyarakat miskin kota madinah setiap hari selalu dikejutkan 
dengan adanya bahan pangan di pintu-pintu rumahnya tanpa tahu siapa 
pengirimnya. Hal itu terjadi sampai Imam Zainal Abidin wafat, pada saat jenazah 
sang Imam dimandikan tampak terlihat luka bekas goresan memanggul karung di 
punggungnya melihat hal itu masyarakat kota madinah jadi mengetahui kalau yang 
melakukan pembagian bahan pangan setiap hari kepada orang-orang miskin selama 
ini adalah Imam Zainal Abidin. Dan selanjutnya terbukti setelah sang Imam wafat 
setiap pagi tidak ada lagi bahan pangan di pintu-pintu rumah orang-orang miskin 
tsb.

Kisah di atas merupakan hanya sebagian kecil dari kisah-kisah keteladanan dalam 
ajaran Islam bagaimana ummat muslim seharusnya memanfaatkan uang/harta kekayaan 
selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari agar mendapatkan keridhaan 
Allah,SWT. Firman Allah,SWT dalam Al-Qur'an:

" Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara 
tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. 
Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidakpula mereka bersedih hati". 
(Qs:2:.274)

Dalam pandangan Islam kekayaan materi dan peningkatannya merupakan suatu tujuan 
penting namun bukan menjadi tujuan akhir hidup di dunia, melainkan sekedar 
tujuan antara yakni sebagai sarana meraih keridahaan Allah,SWT dunia dan 
akhirat. Banyak ummat manusia yang mengaku muslim sekarang ini terjebak pada 
kapitalisme yang menjadikan kekayaan materi dan peningkatannya merupakan tujuan 
utama dalam hidupnya agar dengan kekayaan tsb ia bisa membanggakannya kepada 
masyarakat di sekitarnya.

Ia begitu disibukkan untuk selalu menumpuk kekayaannya tsb setiap hari sampai 
melupakan kewajibannya untuk mengeluarkan zakat dan sedekah atau mengeluarkan 
untuk jihad fisabilillah sehingga kekayaan materi yang dimilikinya tsb menjadi 
puncak dan sumber utama dari setiap kesalahan dan perbuatan dosa. Dan pada 
akhirnya ia menjadi budak dari hartanya bukan sebagi tuan bagi hartanya. 
Keadaan inilah yang menjauhkan manusia dari Tuhannya Yang Maha Kuasa dan 
dikhawatirkan bisa meninggal dalam keadaan Suul Khatimah (keluar dari agama 
Islam). Na'uzubillah.

Padahal Allah,SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an:

" Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu 
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka 
itulah orang-orang yang rugi."

" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum 
datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata: " Ya 
Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai watu yang dekat, 
yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh"

" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila 
datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs 
: 63: 9-

11)

Walaupun sekarang ini banyak ummat muslim yang menjadikan kekayaan materi dan 
peningkatannya menjadi tujuan hidup utamanya, juga masih banyak ummat muslim 
yang menjadikan kekayaan materi dan peningkatannya hanya menjadi tujuan antara 
bukan tujuan utama yaitu selain untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari 
dengan penuh keikhlasan sering menolong orang-orang yang kesusahan dan menolong 
agama Allah dengan sering membantu kegiatan – kegiatan keagamaan ummat muslim.

Sebagai penutup tulisan artikel ini berikut ini kisah nyata salah seorang 
muslimah yang menjadikan kekayaan materi sebagai tujuan antara untuk meraih 
keridhaan Allah,SWT sehingga ia sering mendapatkan pertolongan dari Allah,SWT 
ketika ia dalam kesulitan hidup di dunia ini. yang penulis saksikan sendiri :

"Ada seorang Ibu Muslimah yang cukup kaya yang wawasan ilmu agama Islamnya 
hanya biasa-biasa saja tapi ia benar-benar mempraktekkan ajaran Islam khususnya 
dalam hal bersedekah dan membantu orang lain dalam kesusahan baik yang masih 
ada hubungan saudara dekat atau tidak. Tiba datanglah saat ia mendapatkan 
rezeki untuk pergi haji ke kota suci yang dibiayai oleh anaknya. Di kota suci 
seluruh teman-teman sekamarnya pada sakit batuk hanya ia yang tidak sakit.

Pada saat shalat di masjid nabawi ia terbawa oleh arus manusia yang begitu 
banyak tanpa disadarinya tas yang memuat paspornya hilang di masjid tsb. Bukan 
main bingung dan sedihnya ia setelah mengetahui tas dan paspornya hilang di 
masjid tsb, ketika ia sedang bersedih tsb tiba-tiba datang orang asing berambut 
bule dengan berbahasa Inggris mengantarkan tas berikut paspornya yang hilang 
tsb. Alangkah senangnya ia mendapatkan kembali tas dan paspornya tsb ."

Saya mengatakan kepada adiknya bahwa apa yang terjadi pada kakaknya tsb adalah 
karena perbuatan-perbuatannya yang baik yang selalu menolong orang lain yang 
kesusahan di tanah air.

Wallahua'lam

Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com

Bagi yang berminat mengajukan KPR Syariah bisa menghubungi Ali 
Hp:0813-882-364-05 atau email [email protected]

Kirim email ke