By Republika Newsroom
Selasa, 08 September 2009
KUALA LUMPUR-–Syarikat Prasarana Negara Bhd mulai menjual sukuk sebesar
2 miliar ringgit. Dana yang terhimpun daari sukuk tersebut akan
digunakan untuk mendanai sejumlah proyek. Sebagaimana dikutip
btimes.com.my, Selasa (8/9), perusahaan operator angkutan umum ini
mempekerjakan CIMB Investment Bank Bhd dan Maybank Investment Bank Bhd
untuk menjual sukuk tersebut. 

Prasarana yang berbasis di Kuala
Lumpur ini berencana menjual sukuk hingga 4 miliar ringgit untuk
mendanai sejumlah proyek termasuk proyek perpanjangan jalur
kereta.Prasarana adalah perusahaan pemerintah di bawah Kementerian
Keuangan yang dibentuk untuk mengelola aset perusahaan transportasi
umum tertentu.

Langkah Prasarana untuk membiayai proyeknya
dengan penghimpunan dana melalui sukuk ini mengikuti hal sama dengan
yang dilakukan Petroliam Nasional Bhd (Petronas) untuk menarik minat
sejumlah investor baru. Sebelumnya penjualan sukuk dan obligasi
konvensional Petronas mencatat kesuksesan dengan mengalami kelebihan
permintaan (oversubscribe) lebih dari lima kali. Jumlah sukuk dan
obligasi yang akan diterbitkan berjumlah 2,5 miliar dolar AS.

Secara
global pasar sukuk turun menjadi 13,6 miliar dolar AS tahun lalu, dari
catatan di 2007 yang mencapai 31 miliar dolar AS. Padahal pasar sukuk
terus meningkat dua kali lipat sejak 2004. Sukuk merupakan obligasi
yang berdasar underlying asset dan membayar imbal hasil pada investor,
berbeda dengan obligasi konvensional yang membayarkan bunga. gie/kpo

 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke