Skandal Century Tekan Sri Mulyani & Boediono?

*Gelombang protes atas skandal Bank Century kian marak dan mulai menyudutkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani maupun mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini
terpilih sebagai wakil presiden, Boediono. Diprediksi gerakan massa ini akan
terus berlangsung sampai pasca Lebaran mendatang. Ke mana kira-kira dampak
politiknya?*

Para pengamat politik melihat, serangkaian unjuk rasa mahasiswa dan aksi
massa itu menunjukkan bahwa skandal Bank Century menjadi keprihatinan yang
mendalam bagi publik. Aksi massa itu umumnya mengharapkan respon Presiden
SBY agar bertindak adil, tegas, dan memihak kepentingan rakyat.

Bagaimanapun, ketidakprofesionalan Sri Mulyani (KSSK) dan Boediono (BI)
menjadi sasaran aksi demo itu. Karenanya, kata praktisi hukum Tisnaya
Kartakusuma, sulit rasanya bila Presiden SBY terus berdiam diri, sebab ia
juga terkena dampak politiknya. Para demonstran menginginkan Presiden tak
bersikap ambivalen, apalagi ragu-ragu dalam mendorong penegak hukum untuk
bertindak tegas.

Advokad yang juga pengamat politik jebolan Universitas Sorbonne Paris itu
memang beralasan. Apalagi pengamat ekonomi Iman Sugema juga menilai, kasus
ini bukan hanya terfokus soal keuangan Bank Century lagi, tapi sudah
memasuki ranah politik dan hukum. Iman mencium bau skandal yang amat kental.

Nampak jelas kasus 'penyelamatan' Bank Century terus memicu pertanyaan.
Sebab, negara harus menanggulangi kejahatan pidana pemilik bank, yaitu
Robert Tantular, yang terlibat penggelapan uang nasabah dengan jumlah yang
tak kecil. Di samping itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta mantan
Gubernur Bank Indonesia Boediono juga dianggap sebagai pihak yang paling
bertanggung jawab dalam kasus ini. Banyak misteri yang harus diungkap dalam
kasus penyelamatan Bank Century.

Kurang dari 24 jam ini, Sri Mulyani telah dihadang oleh dua unjuk rasa.
Setelah mantan nasabah Bank Global menggelar unjuk rasa menuntut agar dana
simpanannya dikembalikan, Senin (7/9) pagi, kemudian Jaringan Mahasiswa Anti
Korupsi juga menuntut agar Sri Mulyani mundur dari jabatannya karena
dianggap bertanggung jawab atas skandal Bank Century.

Puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung Departemen Keuangan itu
mempertanyakan penyelamatan Bank Century. Mereka mempertanyakan mengapa
untuk sebuah bank kecil dengan aset kecil harus dikucurkan dana yang begitu
besar?

Sejauh ini sudah sembilan organisasi mahasiswa ekstrakampus turut menuntut
agar Sri Mulyani dan Boediono bertanggung jawab terhapad kasus Bank Century.
Mereka adalah HMI, PPIMM, PB, PMKRI, GMKI, Hikmah Budhi, Kammi Pusat, PB
PMII, GMNI, dan KMHDI.

Mereka mendesak, pihak-pihak yang secara langsung mengambil keputusan untuk
membail-out itu harus mempertanggungjawabkan putusannya. Dalam hal ini
adalah Gubernur Bank Indonesia, Menkeu, dan ketua komisioner LPS yang harus
mempertanggungjawabkan.

Selain menuntut Sri Mulyani mundur dari jabatannya, unjuk rasa ini juga
menuntut empat poin lainnya, yakni mendesak Presiden SBY bersikap tegas dan
transparan, mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas
kasus Bank Century, mendesak KPK memeriksa Sri Mulyani dan jajaran Bank
Indonesia, serta mendesak Polri mendukung KPK dalam menuntaskan kasus
skandal Bank Century.

Anggota DPR Komisi XI, Natsir Mansyur, bahkan terus mendesak Presiden SBY
untuk menonaktifkan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga
dijabat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya, kasus Century yang
dinilai sebagai bank gagal, masih disuntik dana hingga Rp 4 triliun lebih.

Menurut Natsir Masyur, lebih bagus Ketua KSSK yang juga dijabat oleh Menteri
Keuangan harus dinonaktifkan. Hanya satu orang yang bisa melakukan itu,
yakni Presiden SBY.

Para analis politik menduga, Sri Mulyani dan Boediono akan meminta dukungan
IMF dan AS untuk melobi Presiden SBY dalam menghadapi tekanan politik dalam
negeri akibat skandal Bank Century. Namun tarik-ulur ini dikhawatirkan akan
membuat perseteruan terkait isu Century ini makin membesar dan melebar.

Dukungan IMF dan AS bukannya hal yang mustahil. Tapi langkah itu justru akan
makin membakar semangat mahasiswa dan civil society untuk menekan SBY!

Edi Benkid

[email protected]


-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke