By Republika Newsroom
Senin, 19 Oktober 2009
JEDDAH--Islamic Development Bank (IDB) berencana mendirikan bank
investasi syariah dengan modal dasar 1 miliar dolar AS. Menilik
industri keuangan syariah yang berkembang pesat bank tersebut ditujukan
untuk terus memperluas jangkauan global dan meningkatkan manajemen
likuiditas industri nonribawi ini.

“Bank baru ini juga bertujuan
memfasilitasi pasar antar perbankan syariah yang sejalan dengan prinsip
Islam,” kata Presiden IDB, Ahmad Mohamed Ali, sebagaimana dikutip
Arabnews, Senin (19/10). Untuk pendirian bank baru tersebut di tahap
awal modal yang telah terkumpul sebanyak 250 juta dolar AS.

Ali
menambahkan bank syariah ini akan fokus membiayai proyek-proyek besar
yang sesuai dengan prinsip Islam dan menawarkan solusi bagi manajemen
likuiditas. Pendirian bank syariah ini dilihat sebagai mekanisme untuk
meningkatkan peran industri keuangan syariah dalam pengembangan sosial
dan ekonomi. Bank tersebut juga akan memfasilitasi pertumbuhan dan
memperluas layanan keuangan syariahnya melalui pelatihan SDM yang
diperlukan demi pengembangan perbankan syariah.

Sementara itu
Ali juga mengungkapkan tentang kesuksesan penerbitan sukuk IDB beberapa
waktu lalu. “Permintaan sukuk melebihi 2 miliar dolar AS saat kami
hanya menargetkan 500 juta dolar AS,” kata Ali. IDB pun menyerap dana
sukuk tersebut sebanyak 850 juta dolar AS.

Ekonom syariah, Umer
Chapra, menyambut baik inisiatif IDB untuk membentuk mega-investment
bank. Ia menambahkan setelah runtuhnya sejumlah lembaga keuangan dan
bank negara Barat akibat dari krisis ekonomi global beberapa waktu
lalu, kini industri keuangan syariah kian diterima dengan tangan
terbuka di seluruh dunia.

“Sebagian besar bank syariah sangat
kecil dan tak mampu membiayai proyek-proyek besar karenanya kita sangat
memerlukan bank syariah berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan
pasar,” kata Chapra. Seiring dengan terus berkembangnya industri
perbankan syariah di seluruh dunia, jangkauan bank syariah mega
tersebut pun akan semakin bagus.

Populasi umat muslim yang saat
ini telah melebihi 1,5 miliar jiwa akan meningkatkan permintaan akan
keuangan syariah. Pada 2010 mendatang diperkirakan aset perbankan
syariah global akan mencapai 1,4 triliun dolar AS. “Sistem keuangan
Islam telah menerima pengakuan dunia internasional dimana banyak bank
dan lembaga keuangan syariah lainnya juga beroperasi di negara-negara
non muslim seperti Amerika, Inggris, Prancis, Italia, Australia dan
Singapura,” tandas Chapra. gie/taq

 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke