Assalam alaikum.
Dear All,
Lembaga-lembaga seperti Fitch, Moody's S&P dipercaya untuk memberikan rating.
Pemerintah dari beberapa negara berusaha untuk menjalin hubungan yang harmonis
dengan lembaga-lembaga rating dimaksud. Trust pasar pada lembaga tersebut,
membuat kepercayaan akan rating yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga tersebut
menjadi suatu parameter, parameter "penentu" dari suatu negara. Rating yang
dikeluarkan akan mempengaruhi tingkat investasi suatu entitas (secara tidak
langsung) dan biaya (cost, tingkat yield) yang akan dikeluarkan untuk mengambil
hutang dari pasar hutang. Begitu berkuasanya lembaga ini.
Sebagai suatu entitas, negara umumnya berinteraksi dengan lembaga tersebut
untuk menunjukkan kondisi ekonomi mereka sehingga rating negara tersebut naik
menjadi lebih baik. Yang menjadi pertanyaan lebih lanjut adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana asal mula mekanisme seperti itu?
2. Apakah trust pasar pada lembaga tersebut bisa tergantikan dan sejauh manakah
tingkat risikonya, dan apakah tidak ada lembaga pemeringkat lain (yang islami)
yang mampu melakukan mekanisme seperti itu?
3. Adakah cara lain untuk meraih kepercayaan pasar selain melalui
lembaga-lembaga rating tersebut?
Mohon pendapatnya dari forum ini, terima kasih sebelumnya.
Salam hangat,
Risnandar
S&P Tingkatkan Outlook Indonesia Menjadi Positif
Tanggal: 23 Oktober 2009
Sumber: infobanknews.com
Rating Indonesia ini juga didukung oleh perbaikan
rasio utang publik dan akumulasi cadangan devisa yang akan memperlancar
likuiditas eksternal.
Jakarta--Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Rating Services
(S&P), pada Jumat, 23 Oktober 2009, meningkatkan rating outlook Republik
Indonesia menjadi positive dari sebelumnya stable.
S&P juga menetapkan rating pada outlook long term foreign currency sovereign
credit rating adalah ‘BB-‘ dan untuk long term local currency sovereign credit
rating adalah ‘BB+’. Sementara itu,rating short-term sovereign adalah ‘B’.
S&P menyatakan, perbaikan outlook ini dilandasi oleh pengurangan utang dan
kehati-hatian pengelolaan fiskal yang menjadi kunci kebijakan makroekonomi.
Hal ini juga sejalan dengan kepemimpinan dengan mandat baru yang
lebih besar, yang akan menjaga kesinambungan upaya pencapaian reformasi
mikroekonomi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan, yang selanjutnya
juga akan memperkuat implementasi dan koordinasi kebijakan melalui
reformasi administrasi.
Rating Indonesia ini juga didukung oleh perbaikan rasio utang
publik dan akumulasi cadangan devisa yang akan memperlancar likuiditas
eksternal.
Utang pemerintah pusat netto diproyeksikan turun menjadi
32% dari PDB pada 2009. Sementara cadangan devisa per Oktober 2009
mencapai 62,3 miliar dollar AS. (*)
Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk
Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer