By Republika Newsroom
Rabu, 21 Oktober 2009
JAKARTA--Kendala kurangnya SDM perbankan syariah Indonesia membuat
sejumlah bank dan unit usaha syariah baru perlu mempersiapkan diri
secara matang. Deputi Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia,
Mulya E Siregar mengatakan minimnya SDM perbankan syariah yang kompeten
membuat pihak bank agak tersendat dalam mengurus izin pembentukan bank
syariah baru. "Untuk di tingkat level manajer ke atas memang sulit
karena terbatasnya SDM yang ada karena itu proses perizinan juga
terlambat," kata Mulya usai seminar Masyarakat Ekonomi Syariah di
Jakarta, Rabu sore (21/10). 

Untuk menghindari pembajakan SDM
antar perbankan syariah, tambahnya, hendaknya terdapat kode etik
mengenai SDM perbankan syariah. Untuk pembuatan kode etik tersebut,
kata Mulya, Asosiasi Bank Syariah Indonesia atau Kompartemen Perbankan
Syariah Perbanas harus berperan. "Untuk kode etik ini perlu peran
asosiasi atau kompartemen syariah karena ini kan antara mereka. BI
tidak bisa buat kode etik itu dalam bentuk PBI," tandas Mulya. 

Ia
memberi contoh misalnya persyaratan untuk SDM level manager ke atas
harus bekerja di suatu bank tiga sampai lima tahun baru bisa pindah ke
tempat lain. Tax Neutrality Undang Investor Revisi UU Pajak Pertambahan
Nilai yang telah disahkan DPR beberapa waktu lalu membuat sejumlah
investor tertarik akan industri perbankan syariah. 

Mulya
mengatakan setidaknya ada dua investor asal Amerika yang telah
mengadakan pertemuan dengan sejumlah bank di Indonesia dan BI
memfasilitasi hal itu. "Setelah revisi UU PPn disahkan kita mendapat
banyak telepon dari investor. Di minggu ini kita sudah menemui dua
investor," kata Mulya namun belum bisa membahasnya lebih lanjut. 

Sementara
itu lima bank yang saat ini dalam proses izin bank dan unit usaha
syariah sudah mengantongi izin prinsip. Bank-bank tersebut adalah Bank
Victoria, Bank Jabar Banten, BCA Syariah dan BNI Syariah yang akan
membentuk BUS, dan Bank Sinarmas yang akan membuka UUS. "Untuk izin
prinsip semuanya sudah tinggal izin usahanya saja yang belum keluar,"
kata Mulya. Namun ia tak bisa memastikan apakah di antara bank tersebut
ada yang beroperasi di tahun ini. gie/kpo

 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke