--- On Mon, 11/16/09, Udo Yamin Majdi <[email protected]> wrote:

From: Udo Yamin Majdi <[email protected]>
Subject: [wordsmartcenter] Selamatkan Posisi Film Emak Ingin Naik Haji
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Monday, November 16, 2009, 2:41 PM







 



  


    
      
      
      salam
ini ada tulisan Mbak Asma
kita salut dgn perjuangan beliau
untuk membantu orang menunaikan ibadah haji
melalui film Emak Ingin Naik Haji.

sekarang Mbak Asma
butuh dukungan kita
minimal do'a
=========


Assalamu'alaikum,



Mbak Dewi,

Itu juga yang menjadi pertanyaan dari pihak produksi film Emak Ingin
Naik Haji. Untuk jatah tayang, produser mendapatkannya dari pihak
bioskop 21. Dan jatah tayang itu saja perlu perjuangan luar biasa,
sebab tidak mudah mendapatkannya. Ada film yang baru bisa dapat jadwal
tayang bulan Februari 2010, padahal filmnya ditargetkan untuk hari ibu,
misalnya.



Kami sempat bertanya2, kenapa film Emak Ingin Naik Haji ini diberikan
jatah tayang ketika pada saat bersamaan ada film yang diprediksi box
office, seperti 2012. Juga astroboy. Padahal kedua film ini tidak
memperkaya akidah. 2012 misalnya, justru mengajak kita untuk percaya
terhadap sesuatu yang di Al Quran sudah jelas dikatakan, kiamat itu hanya  
Allah yang tahu. 



Sementara menjelang Iedul adha, justru nanti akan ada film panas dengan
judul begitulah, yang diberikan jatah tayang tgl 26 atau sehari
menjelang Iedul adha. Pun nanti ada film vampir ya, yang banyak
penggemarnya dan sudah ditunggu2...



Kadang melihat perjuangan teman-teman film, seperti kru Emak Ingin Naik Haji, 
saya sedih dan terharu juga.

Di satu sisi penonton selalu teriak2, meminta agar ada film2 reliji
yang menyentuh hati dan menggerakkan ke arah kebaikan. Film2 yang tidak
banyak yang mau mengangkat karena di mata produser tidak menghasilkan
uang. Tetapi ketika kemudian ada sineas yang membuatnya, dukungan dari
penonton, ke mana? Banyak yang memilih menunggu dvdnya, karena alasan
ini dan itu. Padahal menonton dvd, tidak membantu usia tayang film
reliji di bioskop tanah air.



Kenyataannya sekarang, film Emak Ingin Naik Haji terjepit diantara
film2 luar yang sebenarya tidak menawarkan kedalaman isi dan tidak
menjernihkan batin. Film2 yang memang kaya akan gambar2 yang fantastis
dan menjual teknologi kelas tinggi, tetapi tidak menyumbang ruhiyah
penontonnya.



Saya memohon kepada keluarga besar milis, saya tahu beberapa teman
sudah menonton film Emak, saya juga tahu mereka yang menonton telah
berusaha mereviewnya dengan tujuan agar lebih banyak lagi yang tergerak
untuk menonton Emak. 

Tapi barangkali ada yang belum sempat menonton, ada yang masih menunggu 
keluangan waktu, dll... 

atau barangkali yang sudah menonton ... mungkin masih ada yang bisa kita 
lakukan untuk memperpanjang usia film Emak Ingin Naik Haji di bioskop tanah air.



Memang dalam kesepakatan, film baru diturunkan dari layar jika penonton
hanya 4 atau kurang dari itu selama bbrp hari berturut2. Tapi pihak 21
tentu wajar jika berpikir untuk meraih keuntungan sebanyak2nya. ..
katakanlah kalau mereka kurang studio untuk menampung animo besar
penonton terhadap film2 luar sekalipun tanpa nilai tsb, kenapa mereka
harus mempertahankan film yang diisi setengah atau kurang dari setengah?



Kami mengkhawatirkan terutama hari2 Senin sd Kamis... di mana hari
kerja dan penonton pasti lebih sepi. Takut Emak diturunkan diantara
hari2 kerja itu.



Karenanya saya mohon dukungan dan bantuan rekan-rekan semua, untuk
menyelamatkan film Emak Ingin Naik Haji, agar berusia lebih panjang dan
bisa mengetuk hati lebih banyak penontonnya.



Permintaan dan harapan kita, sebagai orang tua, sebagai pendidik,
sebagai muslim agar ada film reliji yang memperkaya hati, telah
ditanggapi oleh Mas Aditya Gumay dan Mizan Production. Sekarang saatnya
kita tunjukkan solidaritas dan dukungan nyata, agar film2 sejenis lebih
banyak diproduksi di tanah air. 



Sebuah tontonan alternatif telah hadir. Sederhana tapi sangat
menyentuh. Seorang kawan malah mengatakan lebih suka terhadap film Emak
Ingin Naik Haji dibanding 2012 yang ceritanya gampang ditebak,
tegangnya hanya sekali dan tidak meninggalkan kesan setelah
menontonnya. Menurutnya film Emak bahkan setelah usai masih menyisakan
rindu terhadap ibunya, juga keinginan untuk berbakti dan membahagiakan
orang tua...dengan semaksimal yang kita bisa.



Tontonan itu telah hadir. Tinggal kita, bagaimana mengungkapkan rasa
syukur dan dukungan itu. Dan menjadikan film ini sebagai media belajar,
bagi orang2 yang kita sayangi. Keluarga, anak-anak, istri/suami, adik2
muda kita, anak didik dll.



Selamatkan posisi film Emak Ingin Naik Haji di bioskop 21. Jangan
biarkan film 2012 atau film vampir nanti:) juga film esek2 menggeser
Emak Ingin Naik Haji.



Saatnya mata, hati dan akidah kita jaga, juga mata, hati dan akidah orang2 yang 
kita cintai.



Umat Islam besar, harusnya dengan solidaritas kita bisa memperpanjang
usia Emak Ingin Naik Haji, hingga mudah2an sempat juga ditonton oleh
jamaah yang sekarang sedang menunaikan ibadah haji...



Gempur 21:)

dengan menonton Emak Ingin Naik Haji di bioskop

dengan mengajak orang2 yang kita cintai untuk wisata hati

dengan mengajak keluarga, anak didik, mahasiswa/mahasiswi , santri/santriwati, 
karyawan atau karyawati



saya pribadi gak pny kepentingan materi jika film Emak INgin Naik Haji ini 
laris... 

tapi saya berkepentingan untuk melanggengkan film2 reliji yang baik,
juga membantu produser2 yang baik seperti smaradhana pro dan Mizan,
mereka yang membuat film bukan dengan menjadikan uang sebagai dewa,
tapi karena panggilan nurani.



Dan seorang sineas muda, Aditya Gumay dkk sudah berjuang untuk itu.

Mari kita bantu perjuangan mereka...

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

Jika berkenan, mohon bantu sebarkan:)



wass



Asma Nadia


sumber: asma.na...@gmail. com





      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke